
Akhirnya hari itu Cecil lalui dengan kenyamanan yang tak pernah Cecil dapatkan sebelumnya.
hingga Cecil kembali terbangun dari tidurnya.
ia mengedarkan pandangannya dan menemukan yang mungkin adalah kamar mandi dan akhirnya Cecil bangkit menuju kamar mandi itu dan membersihkan dirinya.
Anehnya Cecil yang asik membersihkan tubuhnya di kagetkan oleh kedatangan beberapa dayang dan memberi salam hormat.
Cecil bertanya "Siapa kalian"."Kami adalah dayang yang diperintahkan oleh Dewa untuk membantu anda Dewi". "Tidak perlu aku bisa sendiri dan pergilah". "Maaf Dewi jika dewi menolak maka kami akan mendapat hukuman".
Mendengar itu Cecil hanya bisa pasrah dan membiarkan para dayang membantu mulai dari mandi memakai hanfu yang lumanyan ribet dan merias Cecil.
Cecil tampil cantik memakai hanfu berwarna putih dengan rambut setengah di gerai dan setelah itu Cecil makan dihindangkan oleh para dayang.
"Kemana Dewa Api itu?" akhirnya Cecil bertanya karena sedari tadi ia sudah menunggu kedatangannya namun tak juga tampak. "Dan kenapa kalian harus memanggiku Dewi aku bukan Dewi!. kata Cecil lagi.
"Dewi kami tidak tau, Mengenai kami harus memanggil Dewi adalah perintah dari Dewa, Dewi bisa bertanya pada salah satu pengawal suruhan Dewa mengenai keberadaan Dewa." Dayang itu pamit dan berlalu sebelum terlalu jauh "Dimana aku bisa menemuinya?". "Maaf Dewi anda cukup memanggilnya saja". merekapun berlalu
Ingin rasanya Cecil marah bagaimana ia memanggil sedangkan Cecil tidak mengetahui namanya dan akhirnya Cecil mulai berjalan menuju taman bunga dan duduk di bawah pohon sakura cantik.
Cecil duduk menikmati udara kala itu dan dalam diam Cecil melamunkan tentang perjalanan hidupnya yang sangat rumit mulai dari kehidupan di dunia jaman modern hingga terlempar ke dunia jaman kuno dan sebegitu panjangnya kah takdirnya hingga melalui ini semua.
__ADS_1
Namun ia masih sangat merasa beruntung bisa menikmati 2 keidupan dalam kesadaran dan merasakan apa itu kematian itu adalah takdir sekaligus pengalaman hidup dimana mungkin ia adalah salah satu orang yang terpilih.
Cecil terus melamun hingga sebuah suara menegurnya "Salam dewi". "Siapa kau?" Cecil kembali bertanya. "Perkenalkan Dewi nama hamba Haocun, hamba salah satu pengawal yang di perintahkan Dewa menjaga Dewi" Haocun berkata seraya membungkuk.
"Baiklah terimakasih, Dimana Dewa itu berada?". "Maaf Dewi, Dewa ada urusan tak tau kapan kembali Dewa hanya mengatakan mulai sekarang hamba akan menjadi pengawal bayangan Dewi kemanapun pergi."
"Jadi apakah aku sudah boleh pergi?" Cecil berkata." Tentu Dewi anda hanya perlu memusatkan Fikiran anda untuk keluar" haocun berkata lagi dan di angguki oleh Cecil.
"Baiklah Haocun mari pergi!" Cecil berkata senang, haocun hanya diam dan menghilang di dalam bayang bayang. dan akhirnya Cecil keluar dan berdiri dimana terakhir kali ia dilumpuhkan oleh asap merah dan bahkan disana juga terdapat kuda miliknya dengan keadaan baik baik saja.
Sesaat Bei dan Mei muncul di hadapan Cecil dan Mei dengan mata sembab berlari memeluk Cecil beitu juga dengan Bei yang mendekat. "Putri bagaimana keadaan mu putri kami sangat khwatir" Mei tak kuasa dan kembali menangis. "Hey tenanglah aku baik baik saja bahkan sangat baik, jangan menangis lagi!."
"Nona apa yang terjadi padamu dari terakhir kali kita berkomunikasi?" Bei tak bisa tak bertanya lagi "Tuan Bei aku baik baik saja dan yah Dewa Api memperlakukan ku sangat baik dan bahkan Dia mengirimkan salah satu pengawalnya untuk menjagaku".
tapi setelah di fikir fikir itu tidaklah sesederhana itu, Dewa Api bukanlah Dewa biasa yang hanya mempunyai niat tersembunyi dan itu bukanlah sifatnya.
Bei hanya bisa berfikir mungkin apa ada hubungan khusus dengan Cecil hingga Dewa Api sampai sebegitunya, namun Bei pada akhirnya hanya bisa beranggapan demikian.
setelah sesaat akhirnya Bei dan Mei kembali keruang Dimensi dengan perasaan yang sangat legah.
Tanpa ulur waktu Cecil menaiki kuda dan
__ADS_1
melanjutkan perjalanannya, sepanjang perjalanan Cecil selalu melamunkan Dewa Api dan banyak pertanyaa di benaknya. kenapa Dewa api sampai mengutus orang untuk melindunginya dan masih banyak lagi tapi ia optimis berharap suatu hari Cecil akan bertemu kembali.dan bertanya secara langsung.
Setengah hari sudah berlalu akhirnya Cecil sampai pada Desa yang bernama Desa giok.
Dimana dari desa tersebut banyak penduduknya yang berkegiatan membuat perhiasan terutama dari giok.
salah satu Desa terbesar di perbatasan yang dilindungi oleh 2 kerajaan besar.
Cecil berkuda pelan di keramaian Desa dan mencari penginapan, sebelum beristirahat Cecil memutuskan untuk makan di restoran penginapan tersebut dan memesan beberapa hidangan, tengah asik menikmati santapan itu samar samar terdengar beberapa pengunjung berbicara.
"Sungguh malang sekali nasib Xanran yang ingin menolong Ayahnya namun terhalang karena pamanya yang ingin tuan Xio mati karena dendam pribadi adiknya sendiri". kata si A "Benar! yang lebih parahnya jika tuan Xio mati maka seluruh kekayaan akan di tangan pamannya Xanran ya itu Tuan Haxiolu dan bahkan beritanya Xanran akan dijual menjadi budak atau sekedar pemuas nafsu bagi orang orang bangsawan yang mau mendukung Haxiolu. ujar si B
"Aku hanya berharap ada keajaiban atau seseorang yang datang menolongnya karena orang orang kuat yang berada di desa ini akan lepas tangan karena tak mau berurusan dengan tuan Haxiolu yang terkenal akan kekuatannya. sambung si C.
Gubrrraaaaakg
Cecil memukul meja menjadi terbagi dua dan tiba tiba hawa yang dikeluarkan Cecil menjadi dingin dan menakutkan. dan bahkan orang orang disana berusaha bernafas sekuat tenaga dan di antara orang yang berbincang memberanikan diri berbicara.
"Ma..Maaf nona. apakah kami mengyinggung anda? jika ia mohon maafkan kami nona." orang itu berusaha memohon. "Bawa aku pada wanita yang kalian sebut itu cepat!!" Cecil berkata dan berlalu keluar di ikuti oleh ke 3 lelaki desa itu dan menunjukkan jalan kerumah Xanran.
Sesampainya disana Xanran yang merasa takutpun hanya diam begitu juga 3 pemuda itu tak bergeming sedikitpun. " Apakah kau sudah lupa padaku orang yang lebih menolongmu agar bisa menyembuhkan ayahmu!. Cecil berkata dingin dan akhirnya gadis yang bernama Xanran yang tak lain gadis yang di tolong Cecil di situasi asap merah beberapa hari lalu itupun memberanikan diri untuk melihat kearah Cecil yang masih memakai cadar.
Dengan tangan bergetar dan derai air mata gadis itu bersujut merasa sangat bahagia bahwa Dewi penolongnya tidak apa apa. Cecil memegang ke dua bahu itu dan membawanya dalam pelukannya, "Sudah jangan menangis aku akan buat perhitungan pada pamanmu yang tak tahu diri itu!" Cecil dengan nada amarah.
__ADS_1
"Te...Terimakasih nona terimakasih banyak banyak mau repot repot menolongku". Gadis itu terus menagis menahan haru dan hangat pada hatinya."Sudahlah untuk sekarang mari fikirkan bagaimana akan menyembuhkan ayahmu" Cecil dengan serius..
tungguin kelanjutannya yah 😍🤗 salah hangat dari author 🙏