
''Pangeran Linyi. Orang ini telah mencari gara gara padaku dan sengaja ingin mempermalukan permaisuri ini." permaisuri Wenxia berkata dan membuat exspresi sedemikian lemah dan tak perdaya.
"Benarkah itu pengawal?" tanya pangeran Linyi pada para pengawal yang menjaga permaisuri Wenxia. "Benar pangeran!" jawab para pengawal itu serentak. tentu saja karena mereka tentu takut menerima akibat jika berkata yang sebenarnya.
"Baiklah. hukuman berat akan diberikan untuk orang yang mempermalukan anggota kerajaan yang artinya mempermalukan kekaisaran Barat sendiri. bawa gadis ini kekaisaran!" perintah telah diturunkan oleh putra mahkota Linyi dengan suara kerasa dan penuh amarah.
Permaisuri Wenxia sangat senang karena pembelaan putra mahkota Linyi padanya padahal putra mahkota Linyi melakukannya hanya semata semata karena untuk kerajaan. hatinya kini sangat keras pemarah dan mudah tersinggung. dingin dan datar dan kekejaman tanpa ampun juga telah terkenal dari seorang putra mahkota bernama Linyi.
Cecil hanya tersenyum simpul. mendengar semua perkataan pangeran Linyi. Kecewa? tentu saja Cecil kecewa karena bagaimana mungkin seorang pangeran yang seharusnya berlaku adil bisa dengan gegabah percaya pada satu belah pihak tanpa mencari tahu akan kebenarannya terlebih dulu.
"Maaf.. tapi hamba tidak menerima hukuman dan dari siapapun!" Cecil berkata Lantang dan dingin. sambil berbalik kearah pangeran Linyi. pangeran Linyi yang mendengar serta melihat gadis itu seketika membatu.
Deeg
Deeg
Deeg
Bunyi jantung pangeran Linyi seketika berdetak cepat dan memburu. melihat gadis pujaannya yang selama ini dia cari cari kini berdiri di hadapannya dengan masalah yang baru terjadi. sungguh ntah pangeran Linyi ingin tertawa atau sebaliknya.
Namun tidak bisa di pungkiri pangeran Linyi sangat sangat bahagia pada saat ini. mata dan tatapan yang tadinya sangat tajam dan penuh amarah serta sikap dingin arogant dan pemarah kini sirna begitu saja. hilang tak berbekas seketika.
Semua berubah. dengan tatapan memuja dan sendu. dimata itu terlihat jelas kerinduan yang sudah memuncak. kesedihan. kekecewaan semua menjadi satu kini telihat jelas dari mata yang tadinya penuh amarah.
__ADS_1
"Cil'er?" pangeran Linyi berkata sangat lembut terdengar sangat tulus. suara yang tadinya arogant dan dingin berubah lembut dengan suara yang bergetarenahan sesak kesedihan yang terdalam.
Semua orang tentu tercengang mendengar kan putra mahkota Linyi. nama dan sayang yang terucap dari bibir itu. semua orang tau dengan nama itu. gadis pemilik nama itu yang telah mengubah seliruh sikaf dari putra mahkota Linyi.
Semua orang tau gadis itulah yang dipuja dan di cintai serta pemilik hati dari putra mahkota Linyi. orang orang juga tau seperti apa gadis yang bernama Cil'er itu.
Permaisuri Wenxia bergetar kaget serta syok seketika. mendengar nama itu dan tentu melihat semua perubahan dari sikap putra mahkota pada gadis itu yan tentunya sangat istimewa di hati putra mahkota.
Namun kemarahan yang tadinya tercipta seakan berubahan menjadi kebencian pada gadis bercadar itu. tentu saja semua orang tau putra mahkota hingga saat ini masih mencari cari gadis pujaannya itu. karena gadis itu.
Putra mahkota berubah. karena gadis itu putra mahkota dingin tak tersentuh dan semua karena gadis itu. iri hati dan ketidak sukaan berubah menjadi kebencian tiada tara dari permaisuri Wenxia yang sangat menginginkan putra mahkota Linyi.
Teringat akan perjuangannya selama ini yang berbuah kesia sia an. hanya gara gara seorang gadis bernama Cil'er. bahkan gadis itu kini telah kembali dan bahkan kini berada di hadapan mereka semua.
Akan tetapi tatapan putra mahkota Linyi menjadi semakin sendu. "Cil'er dengarkan dulu penjelasanku?" suara Linyi bergetar dengan nada memohon. bahkan lini pangeran Linyi telah turun dari kudanyanya dan berjalan kearah Cecil.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan karena kau sudah percaya pada wanita ular itu. tanpa mencari kebenarannya!" Tunjuk Cecil pada permaisuri Wenxia. semua orang hanya diam takut. lain halnya dengan permausuri Wenxia yang semakin dipenuhi amarah kebencian.
"Cil'er masalah itu pangeran ini tidak akan diqm. pangeran akan menghukumnya!" tutur pangeran Linyi lembut pada Cecil. berharap gadis pujaannya tenang dan mau berbicara dengannya.
"Cil'er? pangeran ini sangat merindukanmu. pangeran ini ingin sekali berbicara dengan mu. tolong Cil'er beri kesempatan pada pangeran ini?" suara lemah lembut dari Linyi tentu tak menggetarkan sedikitpun hati Cecil.
Permaisuri Wenxia semakin benci pada Cecil dan betsumpah dalam hatinya aka membunuh Cecil dengan tangannya sendiri. apalagi melihat sikap putra mahkota Linyi pada Cecil semakin membuat hatin Wenxia sakit tak tertahan.
__ADS_1
"Tidak bisa. putri ini lelah ingin istirahat dari perjalanan panjang! dan yah untuk permaisuri jika kau masih ingin membuat hukuman dengan putri ini. putri ini sarankan langsung meminta pada kaisar saja. jika hanya pada para pangeran mereka tak akan sanggup. jika pada kaisar silahkan itupun jika kaisar sanggup!" kata telak keluar dari mulut mungil Cecil.
Dan Cecil kembali memacukan kudanya hingga meninggalkan keramaian itu. "Kau!! akan terima akibat dari ulahmu!" seru Linyi penuh amarah pada permaisuri Wenxia. dan juga pergi meninggalkan permaisuri Wenxia begitu saja.
Permaisura bergetar dan takut tentunya karena selama ini apa yang keluar dari pangeran Linyi akan terjadi. dengan cepat permaisuri Wenxia kembali ke istana kekaisaran berharap mengadu pada kaisar untuk meminta perlindungan.
Sesampainya permaisuri ke istana. permaisuri Wenxia langsung ke aula keluarga kerajaan. mereka semua dapat melihat exspresi panik dari permaisuri Wenxia dan dengan suara bergetar permaisuri menceritakan semua yang tentunya dengan setengah kebohongan.
"Apa!? jadi kau bertemu dengan Cil'er dan ada masalah dengannya? tidak mungkin! pasti kau telah mencari masalah dengannya. maaf kisar ini tidak bisa melindungimu. dan kau tau. kau telah minyinggung orang yang seharusnya tidak disinggung!!" seru Kaisar dengan suara amarah tentunya.
Setelah sekian tahun putri Cil'er kembali dan anggota kekaisaran membuat kesan buruk di hadapan gadis itu. sungguh kaisar sangat kecewa. jika dulu putri Cil'er membuat heboh dengan semua orang tak bisa berkutik jadi apa kabar dengan kedepannya.
Sungguh gadis itu tidak seharusnya disinggung sedikitpun. tapi kini apa daya salah satu permaisuri anaknya telah mencari masalah dengan gadis itu dan mereka hanya bisa berdoa bahwa gadis itu tidak memlermasalahkan hal itu lagi tentunya.
Dan gegara tindakan bodoh yang dilakukan Permaisuri Wenxia dia dihukum di asingkan ke istana dingin dan menyalin tata krama wanita selama 6 bulan. dia juga tak habis fikir bahwa Kaisar akan berta sedemikian. yang ada di fikirannya dalah "sehebat apa gadis yang bernama Cil'er itu" hanya itu yang terus berputar di kepalanya.
Lain halnya di suattu tempat dimana seorang lelaki tampan tengah termenung seorang diri. ada kebahagian serta kesedihan di wajahnya. ya dia adalah putra mahkota Linyi.
Tungguin kelanjutannya yah 😍 salahm hangat dari author🤗
__ADS_1