
Pemuda itu hanya tercengang tak tau akan bereaksi seperti apa itu sangat membuattkan seketika oleng tak merespon dengan apa yang kini ada di hadapannya sungguh sangat 180 derajat terbalik dengan apa yang ada di fikirannya mengenai orang yang dengan duduk santai di hadapannya.
Dan yah jangan lupakan wajah datarnya itu seakan menambah aura agung disegitarnya dan tak bisa tak memandang hormat padanya. Cecil hanya diam dengan tatapan tertuju pada pemuda itu. "Ada apa?" katanya bertanya karena melihat reaksi pemuda yang seketika diam membisu.
"Ee..Eeh ma..maaf nona saya tidak tau anda jadi saya dengan lancang memanggil anda tuan." ucapnya seraya membungkuk hormat pada Cecil. Cecil hanya diam akan tetapi ia juga mengagguk tanda mengerti akan hal itu.
Ketika mereka tengah diam duduk dalam keadaan hening namun tiba tiba muncul Haocun di hadapan mereka dan menggandeng 1 di sebelah kanan dan 1 di sebelah kirinya dan yang ternyata mereka adalah orang tua dari pemuda yang Cecil selamatkan di pertarungan lalu.
__ADS_1
Pemuda itu bernama Liou. "Salam Dewi. tugas telah hamba laksanakan." ucap Haocun dalam keadaan membungkuk hormat. "Terimakasih Hocun." ucap Cecil dan menepuk pundak seraya tersenyum tipis namun senyum itu masih bisa di lihat oleh yang lainnya.
"Hamba kembali dewi." ucapnya dan kemudian menghilang selesai Cecil menganggukinya. kedua orang tua Liou membungkuk dan memberi hormat pada Cecil namun belum selesai Cecil sudah menarik bahu mereka berdua akan tidak melakukan itu.
"Paman tidak perlu membungkuk di hadapan saya karena saya jauh lebih muda dari kalian." ucap Cecil. "Te..terimakasih putri telah menyelamatkan kami orang kecil ini. kami sangat berterimakasih." ucap mereka dengan tulus dan cecil hanya tersenyum dan melirik Mei sang dayang pribadinya
Cecil kemudian berdiri dan beranjak berjalan keluar dan Mei pun memberi pengertian pada pemuda dan ke dua orang tuannya itu akan sifat putrinya itu dan kembali menyusul putrinya ke vaviliunnya untuk istirahat karena nanti malam adalah perayaan dimana ke tiga pangeran yang tak lain adalah para kakaknya akan melangsungkan pernikahan.
__ADS_1
Skip
Malam hari telah tiba dimana kerajaan barat telah ramai dengan para undangan dan lainnya. begitu juga dengan para anggota kerajaan kekeisaran juga telah tiba dan juga tentunya di ikuti oleh pangeran putra pmahkota Linyi dari anggota keluarga kekaisaran.
Satu persatu kasim meneriaki nama nama para undangan yang hadir di dalam acara tersebut tamu yang berbeda beda dan dari kalangan yang berbeda pula. namun lain halnnya dengan Cecil yang sampai kini belum menampakkan dirinya di hadapan para undangan.
Pangeran Linyi terus melihat kesana dan kemari seakan sedang nemcari sesuattu yah siapa lagi kalau bukan sang pujaan hatinya itu yang tak lain adalah sang putri mahkota dari kerajaan barat kecil namun tetap tak dapat menemukannya.
__ADS_1
Tungguin kelanjutannya yah 🤗 salam hangat dari author 😍