
Akhirnya selesai sudah masalah yang terjadi di desa Giok tersebut dan kini tak ada yang berani menganggu atau mencari masalah pada Xanran dan ayahnya tuan Xio dan bahkan Haxiolu pun tak menampakkan batang hidungnya dari terakhir dimana pertempuran antara Cecil dan Haxiolu terjadi.
Itu membuat keadaan lebih membaik dari sebelumnya. dan kini Cecil harus segera melakukan perjalanannya lagi menuju ke kerajaan barat yang tertunda. karena Cecil sudah sangat merindukan keluarganya itu.
Setelah berbincang bincang dengan Xanran dan tuan Xio akhirnya Finist Cecil memutuskan keberangkatannya pada keesokan harinya.
Xanran tentu sedih dengan keputusan Cecil tapi bagaimanapun dia hanyalah seseorang yang ditolong dalam keadaan tak terduga namun telah meninggalkan bekas di hati Xanran untuk selalu mendukung Cecil.
Gadis itu juga hanya bisa berharap pada suattu hari nanti akan ada dan tiba waktu dimana mereka akan dipertemukan lagi dan Xanran juga sudah bersumpah dalam hatinya jika dia diberi kesempatan untuk berjalan berdiri di samping gadis itu dia akan dengan senang hati melakukannya.
Kembali pada Cecil yang sudah kembali ke penginapan dan tepat 3 hari lagi waktu dimana diadakannya pesta di kekerajannya dan dia harus segera bergegas dan tak bisa membuang buang waktu lagi.
Hari itu berlalu cepat berganti malam dan mulai pagi dengan cahaya yang mulai terang menghiasai bumi dengan indah. dimana gadis cantik memakai hanfu putih dengan bawahan merah muda lembut sudah bersiap.
Tak lupa memakai cadar dan membawa seruling kesayangannya. penampilan sederhana namun memukau siapa saja yang melihatnya. dan bahkan walaw wajah itu tertutup akan tetapi bagi siapa yang melihat mereka sudah dapat memutuskan suattu kecantikan tengah disembunyikan si pemilik itu sendiri.
Setelah berpamitan pada Xanran dan tuan Xio akhirnya Cecil memulai perjalanannya meninggalkan desa Giok itu. Cecil memacu kudanya dan fokus pada perjalanannya. Haocun yang masih setia bersembunyi di balik bayang bayang Cecil hingga Bei dan Mei yang juga sibuk sendiri.
__ADS_1
Selama perjalanan Cecil hanya fokus pada keluarganya. Tak terasa sudah lumanyan lama dia tak kembali. bagaimana kabar ayahnya dan apa saja yang sudah terjadi.
Ntahlah begitu banyak isi di kepalanya yang seolah olah berputar. waktu berjalan cepat dan akhirnya sudah 3 hari berlalu Cecil di perjalanan dan kemungkinan sore hari dia akan sampai di kekerajaan Barat.
Selama perjalanan juga Cecil berfikir setelah urusan di kekerajaan barat apa yang akan dia lakukan dan kemana dia akan pergi. tiada tujuan sesudah ini. Bei hanya diam karena Bei punya rencana sendiri untuk Cecil.
Namun Bei urungkan mengatakan saat ini karena ia akan membiarkan Cecil menikmati waktu senggangnya. Baru sesudah itu akan ia fikirkan mengatakannya lagi.
Sore hari tiba dimana tepat saja Cecil telah tiba di depan pintu gerbang memasuki kota. para penjaga meminta memperlihatkan tanda pengenal Cecil. biar bagaimana pun itu sudah ketentuan dari dahulu.
Cecil langsung mengeluarkan Giok kerajaan barat miliknya dimana para pengawal langsung memberi hormat padanya. karena mereka tau salah satu anggota keluarga kekerajaan Barat yang tepatnya Putri Cecil pergi berpetualang beberapa tahun lalu dan kini telah kembali.
Dua jam kemudian sampailah Cecil pada Balai Kota Barat. para warga yang melihat kedatangan Cecil hanya diam dan memperhatikan. mereka hanya menebak nebak munglinkah itu putri Cecil akan tetapi tentu tak ada yang akan berani menegur atau sekedar bertanya.
Dijalan yang sama dengan Cecil tetapi masih jauh sedikit dengan Cecil kereta kuda permaisuri pangeran kekaisaran Barat melintas beserta prajurit yang mengawal kreta kuda tersebut.
Dimana salah seorang warga terlambat menepi dan langsung di cambuk oleh salah satu prajurit lainnya. kuda Cecil yang terus berjalan akhirnya bergenti tak jauh dari itu.
__ADS_1
Dan yah Cecil melihat semuanya. dia sangat marah bagaimana bisa orang yang berkuasa tidak memiliki perasaan sama sekali terhadap rakyatnya.
Ketika pukulan cambukan itu melayang lagi Cecil menjentikkan aliran Qi dari jarinya dan alhasil cambuk itu terlepas dari si tangan prajurit. dan itu menambah kemarahan prajurit itu. sangat arogant memang tapi itulah faktanya.
"Siapa yang berani menganggu prajurit kekaisaran menghukum rakyat jelata ini. keluar!!" amarah prajurit itu meledak. Cecil masih diam di belakang kerumunan orang dan dia hanya tersenyum.
Permaisuri salah satu pangeran yang dalam kereta kuda keluar dengan gaya arogantnya dan jangan lupakan wajah angkuh itu. permaisuri dengan nama Wenxia. yang konon katanya sangat tergila gila pada putra mahkota Linyi. akan tetapi jangankan untuk mengujutkan keinginannya menjadi permaisuri putra mahkota Linyi bahkan berdekatan dengan jarak 5 meter saja tidak pernah.
Putri Wenxia yang demi bisa meluluhkan hati putra mahkota suattu hari rela menikahi dan menjadi permaisuri pangeran ke 3 agar ia tentunya bisa tinggal di kekaisaran barat dan bisa mencari cara untuk dekat dengan putra mahkota Linyi.
Sudah 1 tahun putri Wenxia menjadi permaisuri akan tetapi tak ada sedikitpun kesempatan bahkan untuk dekat dengan pangeran mahkota Linyi. dan bahkan Linyi sangat melihat jijik padanya karena apalagi. putra mahkota Linyi tentu sudah tau niat putri Wenxia yang sebenarnya.
Permaisuri itu berjalan dan merebut kasar cambuk yang sudah dipungut kembali oleh pengawalnya itu. "Heh sudah menganggu tapi malah bersembunyi dasar pengecut!" Katanya lagi dan mulai melayangkan cambuk itu lagi pada rakyat yng merintih kesakitan itu. dan lagi lagi Cecil menjentikkan aliran Qi itu. hal yang sama pun terulang.
"Siapa berani. keluar!" permaisuri berseteruh marah. dan akhirnya Cecil menjalankan kudanya mendekat ke hadapan permausuri itu. "Aku!" Cecil berkata dingin. orang yang melihat gadis bercadar itu menjalankan kudanya di hadapan seorang permaisuri dan bahkan gadis bercadar itu tak turun dari kudanya. sungguh keberanian yang luar biasa atau tepatnya cari mati sendiri.
"Bahkan sopan santunmu tidak ada. apa kau tidak di ajarkan sopan santun oleh ibumu!" kata kata itu keluar bagai duri menusuk di hati Cecil. dia kembali menjentikkan jarinya dan permaisuri bagai tertampar merah dipipi itu."Mulut kotormu tak layak berkomentar perihal wanita Mulia yang melahirkanku!!" Cecil tak mau kalah pedasnya.
"Dasar ka"..Permaisuri Wenxia tak melanjutkan perkataannya karena suara bariton berat yang serak menegur mereka. "Ada apa ini?" suara itu berasal dari beberapa meter dibelakang Cecil. taoi Cecil sudah tau siapa dan dia enggan untuk menoleh.
__ADS_1
Permaisuri Wenxia yang melihat kedatangan putra mahkota Linyi sangat bahagia itu adalah kali pertama putra mahkota Linyi berbicara padanya. dan tentu kesempatan itu tidak akan dia sia sia kan begitu saja.
Tungguin kelanjutannya yah😍 salam hangat dari author 😍🤗