
Hallo..
Maaf yah kalau telat up 😅 maaf juga kalau dalam penulisan author banyak Typo dan lainnya author minta maaf. dan selamat membaca 🤗
Gelap mulai berganti terang, dan di dalam bilik di sebuah vaviliun seseorang masih begitu nyenyak dengan tidurnnya tanpa terganggu oleh kicau burung yang bernyanyi riang, tangan mungil itu mulai meraba kesana kemari seperti merasakan sebuah kejanggalan namun enggan untuk membuka matanya.
__ADS_1
Sekian waktu berlalu ia masih meraba raba dan bingung kenapa tidak seperti biasannya dan ketika mata cantik itu mulai mengerjab ngerjab menerima pencahayaan dalam ruangan, cahaya merah yang berada di samping Cecil seketika menghilang, ketika itu setelah merasa cukup Cecil pun menoleh dan nihil ia tidak melihat apapun!.
"Apakah perasaanku saja!" fikirnya dan tak mau ambil pusing lagi mengenai itu, Cecil beranjak dari tempat tidurnya dan seperti biasa ia akan melakukan rutinitas yang sudah menjadi kebiasaannya dengan dayang Mei yang tentu membantunnya, setelah selesai tak terasa pukul telah mulai menunjukkan hampir siang hari dimana kini Cecil hanya duduk bersantai di Gajebo kolam teratai sambil membaca Buku.
Cecil merasakan ada aura yang mendekat namun tampaknya ia enggan untuk menoleh karena di aura tersebut tak ada merasakan aura ancaman dan yah yang ternyata datang adalah Liou pemuda yang di tolong Cecil di area pertempuran Kota Bawah kala itu.
__ADS_1
"Duduklah!" ujar Cecil kemudian tanpa mengalihkan pandangannya dari buku, dan di ikuti oleh perintah Cecil "Bagaimana kabar anda tuan Liou?" ujar Cecil lagi namun tetap sama tanpa mengalihkan pandangannya, " hamba sudah sehat seperti sedia kala Putri, obat yang anda berikan bekerja sangat cepat." ujat Liou sopan pada Cecil.
"Baguss!!" ujar Cecil lagi dan kembali hening, di tulisan terakhir bab pada buku yang Cecil baca akhirnnya Cecil menutup bukunnya dan beralih pandangan pada Liou dengan tatapan serius, Liou yang di tatap seperti itu tentu saja menegang dan menunduk apalagi melihat ke dua bola mata coklat Cecil yang bagai jurang tak berdasar seakan menelannya hidup hidup.
"Apakah kau ingin menjadi kuat?" ujar Cecil lagi pada Liou , " I...iya Putri" jawab Liou terbata, dan Cecil yang mendengar ucapan Liou tidak puas dan bagaimana bisa seorang lelaki menunduk dan menjawab seperti itu terkesan sangat tidak tegass untuk Cecil.
"Jika sedang berbincang tataplah lawan dan tegas dalam keputusan!" ujar Cecil seraya berdiri menghampiri Liou, Liou yang mendengar perkataan Cecil pun seakan reflex melakukan apa yang Cecil pinta padannya, Puuuk Cecil menepuk pundaknnya "Jadilah lelaki yang tegas dan kuat jangan sekali kali menjadi lembut pada orang yang tidak dekat padamu!" ujar Cecil menambahi akhirnnya dan kembali duduk.
__ADS_1
Liou kembali melihat Cecil namun Cecil hanya tersenyum tipis dan mengangguk di ikuti oleh Liou yang mengiyakan kata kata Cecil kini, " Apakah kau ingin menjadi kuat?" tanya Cecil lagi "iya Putri saya ingin menjadi kuat" seru Liou mantap dan Cecil tersenyum tipis puas akan apa yang iya dengar itu.
Salam hangat dari author 🤗