
Dan entah kenapa fikiran Cecil melayang pada seseorang yang telah berkesan untuknnya meski itu adalah pertemuan pertama mereka bagi Cecil " Akankah kita bisa bertemu lagi Dewa?" ujar Cecil di hatinnya sambil memandang di kejauhan.
Di tempat lain seorang pria tampan yang tak lain adalah Dewa Api pun tengah melihat ilustrasi permaisurinnya dari kipas merah miliknnya seraya senyum tulus sendu itu terukir di wajahnnya "Bersabarlah permaisuriku, kapan?? kapan kau akan ingat akan diriku sayang." ujarnnya lagi.
Dirasa cukup untuk menenangkan hatinnya Cecil beranjak dan naik keranjangnnya tak lama kemudian Cecil pun terlelap dengan perasaan hati yang damai dan tenang.
Tak terasa kini 2 hari berlalu dimana Cecil telah menunggu Liou untuk menepati janjinnya atas pilihan Liou yang memilih untuk menjadi kuat, " salam hamba putri." ujarnnya menyapa Cecil dan Cecil pun hanya mengangguk seraya tersenyum simpul.
"Apakah sudah siap tuan Liou?" tanya Cecil memastikannya lagi "Hamba siap putri" Liou tak mau sampai Cecil berfikir bahwa ia ragu hingga Liou mwnjawab dengan cepat, " Tutup matamu tuan Liou!" Cecil memerintah dan Liou mengikuti perintah itu dan menejamkan matannya.
__ADS_1
Cecil memegang tangan Liou hingga Liou merasa jantungnya berdetak cepat, ia merasakan deg degan akan perbuatan Cecil padannya, Cecil membawa Liou ke dalam dimensinnya dimana Bei mau tak mau telah menunggu calon muritnnya itu dengan hati enggan dan bermalasan tak bersemangat.
Sesampai mereka di dalam dimensi Cecil gengaman tangan itu pun terlepas "Bukalah matamu tuan Liou" ujar Cecil pada Liou dan Liou syok dengan pemandangan di hadapannya, pemandangan yang sangat indah dan udara yang sangat sakral penuh aura agung.
Liou melihat Cecil dengan tatapan rumit seakan menebak dimana mereka namun yang di pandang hanya tersenyum penuh makna "Tuan Bei, terimakasih atas kesediaannya!" ujar Cecil berbasa basi dan Bei hanya senyum smirk " Tidak masalah nona" ujarnnya kemudian.
Cecil berlalu meninggalkan 2 orang yang mulai berbincang bincang di awal pertemuan mereka dan Cecil pergi berjalan jalan di taman hutan yang berada di ruang dimensinnya, Cecil terus berjalan dan sampailah Cecil di kedalaman hutan yang membuat Cecil takjub karena kini di hadapannya terpampang suang bertangga yang sangat cantik dengan air jernih dan bebatuan yang tampak di kedalaman air yang hanya batas sedada tingginnya.
Dan tanpa fikir panjang Cecil membuka hanfunnya dan mulai masuk ke dalam air menikmati suasana yang menyenangkan menurutnnya di temani kicau burung menambah kesan alami yang terpancar.
__ADS_1
Dan ketika asyik berendam Cecil pun di kagetkan oleh cahaya kebiruan dari dalam air dan sesaat Cecil naik ke bebatuan untuk melihat apakah gerangan yang terjadi dan cahaya apa itu? itulah sekilas pertanyaan di benak Cecil dan slalu memperhatikan ke kedalaman air itu.
"Aaa...aapa yang sebenarnnya terjadi!!" seru Cecil merasa sedikit takuat oleh fenomena yang ia lihat di hadapannya dimana air itu semakin bercahaya biru kuat keluar dari dasar air yang kini tak terlihat jernih karena cahaya biru ke hitaman yang memenuhi air tersebut.
Hallo salam hangat dari author 🤗
__ADS_1