Bangkitnya Sang Putri Kematian

Bangkitnya Sang Putri Kematian
Arai perlindungan


__ADS_3

"Kemana bahan obat yang kau bawa kemarin?" tanya Cecil pada wanita itu. "Maaf nona bahan obatnya telah...telah di hancurkan pamanku." katanya dengan suara serak menahan tangis. "Bolehkah aku melihat konisi ayahmu?" Cecil penasaran akan hal itu."Tentu saja nona, mari ikut aku kebilik."


Mereka memasuki bilik dan terlihat lelaki paruh baya terbaring lemah tak berdaya dan bahkan membuka mataya saja tak mampu. Cecil memeriksa denyut nadi di tangan dan alangkah terkejutnya Cecil mendapati suhu tubuh pria paruh baya itu sangat panas seperti Api. "Apa yang terjadi?" tanya Cecil.


"Aku juga tidak tahu pasti nona, karena pada malam dimana ayahku pulang dari gunung sudah seperti ini dan beruntung ada yang mengantarkan pulang". Cecil hanya manggut manggut akan tetapi tidak dengan fikirannya.


Yang menerawang jauh seakan mencari jawaban apa yang terjadi hingga lelaki paruh baya ini mendapat penyakit seperti ini. "Tuan Bei menurutmu apa yang terjadi?" Cecil bertanya karena dia tak bisa mendapat walaw hanya menebak nebak."Maaf nona ini berhubungan dekat dengan Api, kenapa nona tak bertanya pada pengawal yang di utus oleh Dewa Api, Aku yakin dia pasti tau." Bei memberi saran.


Akhirnya Cecil setuju dan yang dikatan Bei adalah kebenarannya, biar bagaimanapun pasti pengawalnya tahu banyak perihal itu. "Siapa namamu?" Cecil bertanya pada gadis. "Nama ku Xanran nona dan ayahku adalah Xiole." katanya lagi, dan "Apakah aku boleh tau nama nona?" terlihat harapan dimata gadis itu. "Panggil aku Cecil." sembari duduk di samping ranjang.


"Baik terimakasih nona, akan tetapi sepertinya sangat femilyar dengan nama nona itu?".. kata Xanran dan Cecil hanya diam tak menanggapi. "Aku ingin tau apa yang terjadi pada ayahmu!, Haocun keluarlah?" Cecil berkata dan kemudiam Haocun langsung mencul di samping Cecil dan itu sangat membuat Xanran tercengang.


"Salam hamba Dewi..ada tugas apa Dewi?" Haocun seraya membungkuk. Xanran lagi lagi terkaget mendengar pemuda itu memanggil Dewi. apakah gadis dihadapannya adalah Dewi yang sedang menyamar menjadi manusia biasa dan tubuhnya juga bergetar takut menyinggung gadis di hadapannya tersebut.


"Tolong periksa tuan ini apa penyebab ia terjadi seperti ini?" Cecil berkata dan meminta tolong pada Haocun, dan tak tunggu lama akhirnya Haocun memeriksanya dan berkata"Tuan ini terkena racun Asap Merah sedikit tapi Dewi tenang saja hamba bisa menyembuhkannya." Haocun tersenyum dan Cecil tampak legah mendengarnya.

__ADS_1


"Lakukan aku ingin tuan ini sehat kembali" Cecil memberi perintah dan Haocun mengangguk tanda mengerti dan langsung meletakkan telapak tangannya pada kening ayah Xanran dan hawa panas keluar menyebar di ruangan bilik itu dan semakin panas. Tak lama kemudian Haocun selesai dan berlahan ke dua mata ayah Xanran mulai terbuka.


Xanran memeluk ayahnya dan lagi lagi hendak bersujut berterimakasih tetapi kalah cepat dari Cecil yang sudah menagkap ke dua bahunya."Jangan bersujut kalo tidak aku akan pergi!" Cecil berbicara dingin. Xanran meminta maaf dia terlalu bahagia melihat ayahnya telah sehat kembali. Xanran juga tak lupa berterimakasih pada Haocun akan tetapi lelaki itu masih diam tanpa exspresi.


"Terimakasih Haocun dan kembalilah" di ikuti Haocun yang membungkuk lalu menghilang begitu saja. dan kini hari sudah semakin gelap dan akhirnya Cecil pamit untuk kembali ke penginapan. Xanran lagi lagi berterimakasih padanya.


Dan akhirnya Cecil kembali ke penginapan dan beristirahat dia sedikit legah setidaknya orang tua itu sudah tertolong dan dia juga tak menyangka bahwa Haocun sebegitu mudahnya mengobati itu tapi setelah di fikir fikir tentu saja karena dia adalah orang Dewa. dan itu adalah hal yang wajar terjadi.


Dan pasti mengetahui sedikit banyaknya itu. malam itu berlalu dengan damai dan ini sudah 10 hari ia diperjalanan menuju kerajaan barat. dan hanya 4 hari lagi pesta di kerajaannya di gelar.


Pagi hari pun tiba dimana Cecil masih betah di atas kasur empuknya dan tanpa di duga terdengar bunyi dentuman yang sangat kuat, hingga membangunkan Cecil dari tidur nyamannya.


Cecil tau itu adalah ulah paman Xanran yang menemui Xanran dan melihat kematian Tuan Xio dan kemungkinan setelah melihat Tuan Xio telah sehat dan dalam keadaan yang tentu baik baik saja itu akan membuat paman Xanran sangat marah.


Dan beruntung sebelum Cecil pergi malam itu Cecil telah memasang Arai Perlindungan mengelilingin rumah Xanran dan tentunya berpesan pada Xanran apapun yang terjadi jangn keluar dari dalam Arai transparan itu.

__ADS_1


Cecil pun bersiap siap dan mulai berjalan keluar penginapan dimana di luar sudah sangat ramai orang yang membicarakan itu. lagi lagi Cecil dengan santainya melalui kerubunan orang orang itu.


Semakin mendekati rumah Xanran maka semakin ramai pula orang orang. dan bahkan para bangsawan sudah ada disana menyaksikan kemarahan Haxiolu.


Tampak jelas wajah yang merah padam karena kemarahan pada wajah pria paruh baya itu karena sudah berulang ulang ingin menghancurkan Arai perlindungan itu tapi tetap tidak bisa dan bahkan dia sudah beberapa kali berteriak menyuruh Tuan Xio dan Xanran keluar dan mereka tentu tidak menyetujui permintaan itu karena pesan dari Cecil.


"Siapapun yang ikut campur urusanku akan ku musnakan!!" Haxiolu berteriak penuh amarah. akan tetapi senyum Cecil semakin terukir.


puck puck puck Akhirnya Cecil bertepuk tangan dan seketika perhatian mereka jatuh pada gadis bercadar yang tak lain adalah Cecil. "Oh..Jadi ingin memusnakanku kah, yakin sanggup?" Cecil bertanya polos.


Kini mata Haxiolu mengkilap tajam penuh amarah yang akan meledak. menyadari akan bahaya akhirnya Haocun muncul tiba tiba di samping Cecil tentu saja mereka kaget akan hal itu apalgi melihat tekanan kuat dari Haocun pemuda yang tiba tiba saja muncul.


Tekanan itu sangat sangat kuat hingga Haxiolu merinding akan itu dan tentunya kekuatan Haocun berada jauh di atasnya. tapi ia tetap yakin tidak untuk Cecil wanita bercadar yang ia tidak bisa rasakan tingkat kultivasi apapun.


"Dewi salam hamba, biar ini akan hamba selesaikan Dewi" Haocun berkata dan membungkuk meminta ijin. "Jangan coba coba meminta pertolongan jika mampu biar gadis itu melawan aku sendiri dan aku juga tau Arai ini adalah ciptaan kau kan anak muda?" Haxiolu berkata dan bertanya pada Haocun.

__ADS_1


"Haocun kau dengarkan dia ingin aku sendiri yang meladeninya dan biarkalah jika itu kemauannya akan senang hati melakukannya." Cecil berkata dan tersenyum lembut pada Haocun. hancun membungkuk tanda mengerti "Hmm.. sungguh kasihan seseorang yang telah buta tak bisa mengetahui berbaya sungai dengan arus deras atau laut dalam yang tak beraus." Haocun berkata dan menghilang begitu saja.


salam hangat dari author๐Ÿ˜ tungguin kelanjutannya yah ๐Ÿ˜๐Ÿค—


__ADS_2