
"Yang Mulia.." ucap seserorang itu namun sebelum selesai kata kata yang ingin ia lontarkan tertahan begitu saja, "Dia tau kapan ia akan bertindak." seru pemuda tampan itu lagi seakan menjawab pertannyaan yang tadi tertahan oleh bawahannya.
Cahanya merah terus melesat bagai kilat namun sebelum turun mengarah ke bumi cahaya merah tersebut berhenti di atas awan dan berputar putar seakan menunggu waktu yang tepat kapan ia akan bertindak.
**
Kembali ke kerajaan Barat kecil di mana pesta baru berlansung, banyak putra putri bangsawan menunjukkan pertunjukan bakat masing masing untuk sekedar tampail atau tentunya mempunyai maksut dan tujuan berbeda, namun banyak yang ingin menarik perhatian para pangeran dan rata rata kaum adam ingin menarik perhatian Putri Mahkota Cecil tentunya.
__ADS_1
Cecil menampilkan exspresi biasa saja, tenang, anggun dan berwibawa sama sekali tidak tertarik oleh semua apa yang ia lihat tidak terlihat sedikit saja rasa antusias atau sekedar menganggumi setiap kaum adam yang nenampilkan bakatnya.
Para Raja Muda yang sedari tadi yang hanya berfokus ke titik di mana Cecil berada semakin kagum akan keanggunan dan sifat datar Cecil dimana mereka semakin penasaran hingga itu semakin menambah rasa penasaran mereka pada gadis cantik bagaikan dewi tersebut.
Hingga tibalah saatnya seluruh para putra putri bangsawan lainnya telah menampilkan pertunjukkan terkecuali Cecil masih duduk dengan tenang namun tiba tiba "Putri Cecil akankah anda tidak akan menampilkan bakat anda." seru suara seorang gadis cantik berjalan mengarah ke tengah aula itu.
Ya gadis itu yang tak lain adalah Putri Fany atau biasa di panggil Fanya dari kerajaan Matahari dimana ini adalah pertemuan ke dua mereka, Cecil hanya tersenyum tipis kemudian membungkuk pada ayahandannya dan berjalan ke arah putri Fanya, "Lama tidak bertemu putri Fanya." suara halus terdengar dari Cecil.
__ADS_1
"Hmmm, kenapa menagis, nanti kau akan jelek." seru Cecil dengan lembut "Kau ternyata tidak berubah dan,, dan ternyata kau tak melupakannku, hu..hu.." Putri Fanya kembali menangis dan Cecil hanya tersenyum kecil melihat Fanya tak disangkanya gadis itu sangat cengeng padahal ini adalah pertemuan mereka yang kedua namun sudah seperti sahabat kecil yang telah terpisah lama dan kemana sifat arogan Fanya di pertemuan pertama mereka itu.
Setelah memberikan waktu pada Fanya akhirnya Fanya tenang dan masih menatap Cecil, " Bagaimana kabarmu, kemana aja kau selama ini?" pertanyaan bruntun dari Fanya membut Cecil tersenyum simpul. "Seperti yang kau lihat, semua baik baik saja." ucap Cecil kemudian "Dan apakah kau tak mau melihat penampilan bakat ku." seru Cecil menghoda Fanya.
"Aiya tentu saja dengan senang hati." seru Fanya antusias dan Fanya pun kembali pada tempatnya dan Cecil tentu saja bersiap untuk mempilkan bakat yang tak lain bernyanyi, Cecil merasa kaku dan bingung akan menyanyikan lagu apa dan berakhir dengan keputusan membawa sebuah lagu dari jaman modrennya.
Namun sesudah bersiap Cecil diam diam mengeluarkan gelombang angin dengan aliran Qi berlian milik Bei sang srigala untuk menyampaikan suara agar semua orang dapat mendengar lagunya dengan jelas "Pertama tama selamat malam dan salam sejahterah bagi kita semua." kata sambutan pertama dari Cecil menghebohkan seisi aula. bagaimana tidak menurut mereka kata sambutan itu sangat sempurna untuk di dengar, Cecil mengeluarkan dan mulai memainkan serulingnnya.
__ADS_1
Tungguin kelanjutannya lagi yah nanti 🤗 salam hangat dari author 😍🤗