Beban Keluarga

Beban Keluarga
awal mula...


__ADS_3

Ini kehamilanku yg kedua dengan anak pertama yang masih berusia sangat balita, yaa.. aku memang tidak menunda kehamilan namun tidak diduga secepat ini karena kesuburan aku dan gala suamiku sangan bagus.. tidak aku sesali ini juga rejeki dan rahmat dari Allah aku bersyukur karena banyak wanita diluar sana yang menginginkan anak. Dari awal menikah aku dan suami memutuskan untuk memilih tinggal bersama orang tuaku yaa lebih tepatnya ayahku karena ibuku sedang berada diluar negeri dari waktu yang begitu lama oleh karena itu aku dan suami memutuskan tinggal bersama beliau sampai kami memiliki buah hati tidak terasa hampir 2tahun lebih kita tinggal bersama ayahku, kehidupan kami sangat sederhana dan bahagia aku dan suami memiliki usaha bersama yaitu usaha yang menjual jasa desain dan percetakan seperti wedding invitation, sablon, souvenir, cetak banner, foto dll.. tidak tersadar bahwa aku hamil lagi, kehamilan kedua ini baru tersadar saat usia kandungan sudah memasuki trimester 2 entah harus terkejut atau tidak hinggalah aki meminta saran kepada satu sahabatku yang bernama imelda " say, aku hamil lagi nih " ucapku kepadanya " apa? ( Terkejutnya dia) ya Allah besti ( sebutan dia jika memmanggilku) beneran?? Jawabnya.. "iya nih, awalnya juga tidak menyangka tapi beberapa minggu inu aku kepikiran dan risau karena sudh terlambat bulan akhirnya aku coba coba beli test pack, ternyata garis dua ". " Alhamdulillah besti selamat yaa " ucapan selamat dilontarkan dari imelda sahabatku. " Tapi aku bingung say , ya bagaimana tidak bingun anakku saja yang pertama belum genap 1 tahun". " Syukuri aja besti , aku tau ini sedikit berat tapi yakinlah Allah pasti sudah tau kalau kamu bisa". Imelda sahabatku menyemangati agar aku tidak down, akhirnya aku sampaikan kabar ini kepada suamiku. " Abang, panggilku kepada suamiku " iya sayang " jawabnya, aku tidak mengatakan apapun awalnya namun langsung menunjukkan test pack kepadanya, " apa ini sayang" tanyanya kepadaku entah dia pura pura tidak mengerti atau ingin aku yang mengatakan langsung . Aku hela nafas besar karena sedikit berat mengatakannya " aku hamil lagi bang ". Jawabku , kemudian dia diam dan menghela nafas panjang juga, entah apa yang dia pikirkan, " kamu yakin sayang". Tanyanya "iya bang, itu kan sudah abang lihat sendiri bukti test packnya". Aku takut di akan marah karena tidak bisa menjaga agar tidak hamil lagi karena anak kami yang pertama masih kecil, tapi yang ada di pikiranku ini juga bukan sepenuhnya salahku dan aku pun juga tidak tau jika ada kejutan seperti ini, akhirnya kita terima rejeki ini InsyaAllah kami bisa menjalaninya karena takdir Tuhan tidak pernah salah, entahlah aku selalu takut akan tidak bisa membiayai anak2ku karena sebenarnya diri ini belum siap. Keesokan harinya aku dan suami berencana pergi kerumah mertua untuk memberitahu kabar ini, awalnya mereka juga sama terkejut seperti kami , namun ini juga dinamakan rezeki tidak terduga dan mereka akhirnya juga senang menerima kehamilan ini, namun ada keputusan yang membuat hati ini sedikit kecewa karena keputusan itu adalah harus meninggalkan ayahku dan harus tinggal bersana mertua dengan alasan tidak ada yang menjaga aku saat hamil seperti ini karena tidak ada orang tua perempuan di rumah orang tuaku, bukan tidak mau tinggal bersama mertua.. tapi ikatan seorang anak dan orang tua jika mau berpisah meskipun jarak tidak jauh juga pasti sedih juga, ada rasa lega juga karena suamiku juga seperti bahagia untuk tinggal bersama orang tuanya, di tahun ke tiga pernikahan kami, kami sudah tinggal bersama orang tua suamiku, usaha yang kami bangun masih berjalan namu agak sepi karena mendadak terjadi kegemparan dunia karena adanya virus yang di namani virus CORONA, usaha kami sedikit sepi bahkan beberapa kali untuk kebutuhan kami di bantu sama orang tua masing masing. Kehamilan memasuki bulan ke 4 alhamdulillah berjalan baik, keadaan dirumah mertua juga baik baik saja tidak ada kendala, namun ada yang aneh dengan perut ini dan orang orang sekitar juga merasakan karena ukuran perut lebih besar dari waktu kehamilan anak pertama padahal usia kandungan masih 4 bulan. Aku tepis perkataan mereka dari hasil pemeriksaan bidan dikatakan kandunganku sehat sehat saja tidak ada masalah. Hingga 2 bulan berlalu perut terasa berat karena akan memasuki trimester 3 aku dan suami berencana ingin melakukan pemeriksaan USG karena sangat ingin tau jenis kelamin anak kami nanti, dokter yang aku datangi masih sama dengan dokter yang menangani anak pertama kami,


__ADS_2