
Hari hari di lalui dengan biasa biasa saja dengan kebingungan mencari pemasukan yang tidak kunjung mendapatkan ide, dan di tengah tengah sedang kebungungan, kami mendpaat kabar bahwa kami sekeluarga beserta keluarga suami diharuskan untuk pindah rumah ke luar kota.
" Bang, keluar kota bahkan kita membutuhkan biaya bang, bagaimana ini bang?" aku bertanya kepada suamiku
Aku menanyakan pendapat kepada suamiku, namun tidak ada jawaban karena suamiku juga tidak mendapat ide apapun.
Untuk sementara kemarin, ibu dan ayah mertuaku yang duluan berangkat karena memerlukan persiapan dan mencari tempat tinggal juga tentunya. Sementara kami masih di rumah ini sembari mengemasi barang barang yang akan di angkut ke kota tersebut.
Mau tidak mau aku harus bertindak lebih karena suami sudah tidak bisa membantu dikarenakan memang satu satunya sumber pemasukan kami sedang tidak baik baik saja dan juga benar benar sedang membutuhkan.
"Ma, aku dan suami diharuskan untuk ikut keluar kota, karena mertuaku ada masalah yang mengharuskan rumah ini untuk dijual". Aku segera menelpon mamaku yang berkeadaan masih di luar negeri itu. Yaa meskipun sudah lama ditinggal mama keluar negeri, hubungan komunikasi kami masih dekat karena zaman sudh canggih bisa menyapa melalui video call.
__ADS_1
" Apa tidak ada jalan lain nak?" Tanya mamaku
" Tidak ada ma, anak anak masih kecil, tidak mungkin aku bisa menjaganya sendirian dsini, meskipun ada ayah dan bibi namun jarak rumah mereka lumayan jauh ma, tidak mungkin kami bolak balik kesana kemari untuk meminta bantuan". Jawabku kepada mamaku
" Kalau tidak ada jalan lain, ya ikut saja nak, siapa tau usaha di sana lebih lancar". Jawab mamaku menyemangati
"Tapi sebenarnya aku ingun minta tolong kepada mama". Tanyaku lagi
Mamaku sudah hafal dengan sifat.ku yang setiap aku menghubunginya pasti urusan uang, mamaku memahami kondisi keluargaku dan senantiasa membantu kala kami kesusahan, rasa tidak enak menyelimuti karena selalu menyusahkan dan juga berimbas kepada nama baik suamiku yang notaben.nya dia tidak bisa bekerja keluar rumah karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan.
" Tapi sekarang mama sedang tidak ada uang nak, kemarin mama kirim uang ke adik.mu untuk biaya sekolah, ini kalau kamu kami hanya ada 500ribu, bagaimana?" Tanya mamaku
__ADS_1
"Tidak apa apa ma, malah aku berpikir tidak akan ada uangnya karena sudah sering minta ke mama sebelum sebelumnya, maaf ya ma selalu merepotkan mama". Jawabku sedikit meng.iba karena tidak enak hati
"Tidak apa apa nak, ini juga buat cucu cucu nenek". Kata beliau
Semenjak anakku yang pertama dan kedua lahir mama tidak bisa pulang ke indonesia karena kendala virus yg sedang marak ini.
"Trimakasih ya ma, akan aku pergunakan uang ini sebaik mungkin". Jawabku lagi
Aku tidak langsung memberitahu suamiku mengenai uang ini , aku ingin tahu saja bagaimana usahanya mendapatkan uang selama proses pindah rumah ini.
Aku terus saja merenung, merenungi masalah yang datang tiba tiba, dan juga merenungi semua kesalahan yang aku lakukan terhadap kedua orang tuaku. Aku menganggap mereka orang tua hebat, selalu bisa membahagiakan anak anak mereka, apapun mereka lakukan demi membahagiakan aku, dan adik adikku.
__ADS_1
Bahkan aku tersadar akan hal ini setelah ibuku pergi meninggalkan kami karena suatu hal yang mengharuskan kami berpisah jauh, dan terlampau lama.