
Antrian begitu panjang karena pasien yang akan USG juga banyak, dokter juga tidak kunjung datang karena ada tindakan operasi mendadak tapi itu sudah biasa di kalangan dokter kandungan, jadi kami menunggu dengan sabar begitu juga pasien pasien yang lain, hingga akhirnya dokter datang dan giliran aku yang masuk, karena kondisi tengah ramai dengan virus pendamping dilarang masuk, aku masuk sendiri ke dalam dan suami menunggu diluar ruangan, begitu bertemu dokter ternyata dokter masih ingat dengan ku karena jarak melahirkan anak pertama dan kehamilan yang sekarang tidak jauh, sempat juga dokter bercanda karena jarak kehamilan yang terlalu dekat namun tetap tidak bisa dipungkiri kalau sudah rezeki ya disyukuri bukan malah di olok olok karena terlalu sering hamil dan juga kasian anak pertama masih kecil, itu semua tidak perlu di katakan untuk kewarasan ibu hamil itu sendiri, pemeriksaan sedang berjalan namun di tengah2 pemeriksaan dokter yang menangani tampak terkejut karena ada dua denyut jantung yang terdeteksi, kepala dan jenis kelamin yang muncul juga ada dua.. setelah di cek beberapa saat ternyata aku sedang hamil anak kembar, setelah mendengar kabar tersebut entah rasanya seperti mau pingsan mendengarnya, " selamat ibu sedang mengandung bayi kembar ". Kata dokter itu. " Kembar dok ". Jawabku sedikit terkejur, aku terdiam karena yang ada dipikiran ini sedang sibuk bagaimana mengatakan kepada suami kalau bayi yang aku kandung sekarang bayi kembar, dengan keadaan ekonomi yang bisa dibilang sedang drop bahkan tidak ada tabungan sepeserpun untuk persiapan melahirkan, setelah itu aku keluar ruangan dengan ekspresi wajah biasa saja agar tampak tenang, " aku akan katakan dirumah saja " omongku dalam hati. Setelah sampai rumah baru aku katakan kepada suami " bang?? Panggilku kepada suami saat ada dikamar, "iya sayang, ada apa? Jawab suamiku.. "tadi hasil pemeriksaan USG... " Kata kataku terhenti , rasanya tidak sanggup mengatakan karena sudah pasti suamiku akan merasa tertekan , bukan tertekan dengan kedatangan bayi namun tertekan karena kondisi ekonomi yang sedang drop sekarang. " Iya kenapa sayang? Tanya suamiku lagi.
" kata dokter bayinya kembar ".
__ADS_1
Suami diam seribu bahasa entah apa yang di pikirkan, yang pasti dia sedang tertekan sekarang, ingin rasanya menangis, tapi mengingat aku sedang hamil dan juga sedang menyusui aku harus tetap waras dan sehat tidak boleh stress, aku menjalani kehamilan ini tampak biasa saja, aku pasrahkan semua kepada Allah SWT karena rezeki mereka tentunya sudah diatur oleh-Nya. Hingga menjelang trimester 3 terakhir kami belum mengatakan apa apa kepada keluargaku maupun keluarga suami, pemeriksaan rutin bidan terakhir dilakukan namun ada indikasi kalau aku tidak bisa melahirkan secara normal dan harus di operasi caesar, masalah datang bertubi tubu di kehamilan kedua ini, bukan masalah kesehatan namun masalah finansial,
" ya Allah untuk melahirkan normal saja aku belum ada dana, apalagi untuk nelahirkan operasi caesar". Batinku
__ADS_1
" Bang, gimana untuk persiapan operasi ini, kita kan blum ada tabungan untuk persalinan ?". Dengan mimik wajah sedih aku mengatakannya
"Tenang sayang, jangan khawatir, kita InsyaAllah bisa". Kata suamiku menguatkan.
__ADS_1
Akhirnya solusi yang kita dapat adalah mencoba meminjam ke saudara yang bernama mas angga, dan keesokan harinya suamiku langsung pergi kerumah mas angga.