Beban Keluarga

Beban Keluarga
perjalanan kerumah bibi 2


__ADS_3

"Kak, kami pesan 3 kwintal yaa..". Kataku


"Baik kak, saya proses dlu pembuatan nota". Jawab penjual tersebut


" Mau di antar atau di bawa sendiri kak? " Tanya lagi penjual tersebut dan kami memutuskan untuk membawa sendiri, namun karena satu kali perjalanan hanya bisa membawa 1 kwintal, kami bolak balik hingga 3x.


Alhamdulillah proses pembelian beras sudah semua, tinggal proses pengepakan beras kedalam kemasan zakat fitrah.


Setiap detail proses pengepakan tidak lupa dilakukan dokumentasi untuk sistem marketing agar menarik. Sekarang semua proses pengepakan sudah slesai, tinggal menunggu pembeli saja, namun tidak semua beras kami paking, karena kami menjual dalam kemasan 3kg, dan 5kg. Pelanggan lama juga kami hubungi kalau beras zakat seperti tahun kemarin sudah ready lagi.


Hari ini masuk minggu pertama bulan puasa, namu pembeli masih tahap pembeli umum saja, untuk pelanggan borongan belum ada jawaban. Menunggu dan menunggu hingga masuk minggu kedua bupan puasa belum ada juga jawaban, disini kami mulai risau, biasanya dalam minghu kedua ini stok beras sudah tinggal sedikit, namun ini masih belum setengahnya bahkan belun seperempat stok yang habis, sedikit khawatir namun pikiran tetap positiv, karena masih ada waktu 2 minggu lagi untuk menghabiskan stok beras habis, sembari mengerjakan orderan2 kecil kecil seperti cetak tugas, skripsi dan banner. Tidak terasa sudah memasuki minggu ke 3 namunĀ  belum ada balasan sama sekali dari pelanggan. Khawatir akan beras ini tidak akan habis hingga akhir bulan puasa, akhirnya kami jual murah beras ini kepada adik.ku, kami berbeda kota namun adikku juga sama jika bulan puasa seperti sekarang dia pasti juga menjual beras kemasan zakat.


Tidak berpikir lama aku langsung menelpon adik.ku


"Dek, gimana penjualan berasnya? Tanyaku basa basi kepada adikku


"Alhamdulillah ramai kak". Jawab adikku

__ADS_1


"Ada apa kak tumben telpon?" Tanya adikku lagi


" Kakak mau minta tolong boleh gak ya?" Tanyaku


" Tolong apa kak? Tanya adikku lagi


" Entah sedang kenaoa beras kaka lagi sepi, ini sepertinya tidak akan habis hingga akhir bulan puasa karena memang masih banyak, mau nggak ya kamu beli beras kakak ini, kakak kasih dengan harga beli dari tengkulak tidak apa apa, kaka cuma perlu balik modal, karena harus dikembalikan". Kataku


" Kualitas berasnya bagaimana kak? Kebetulan aku juga kekurangan stok beras sekarang". Jawab adikku


"Oke deh kak, aku ambil semua beras kakak, apa bisa dikirim sekarang? Tanya adikku


"Tentu saja bisa, tunggu ya aku bilang dulu ke masmu".jawabku


"Oke kak, aku tunggu yaa?". Jawabnya


" Bang, katanya dila mau ambil semua beras kita karena sedang kekurangan stok dan dia minta di antar sekarang".

__ADS_1


Aku langsung mengatakan ini kepada suamiku


"Baiklah sayang, kita siap siap mengantar berasnya yaa". Jawab suamiku


"Iya bang". Jawabku


Jarak antara rumahku dan adikku menempuh waktu sekitar 30-60 menit, dan ada beberapa kwintal yang harus di kirim kesana, aku harus memutar otak agar mengantar beras bisa sekali jalan. Dan akhirnya aku menemukan ide untuk meminta bantuan ayahku dengan mobilnya,


"ayah aku mau minta tolong pinjam mobil untuk kerumah adik karena akan mengantar beras, apa bisa yah?" Tanyaku dalam telpon dengan ayahku


"Butuh kapan nak?" Tanya ayahku


"Sekarang yah". Jawabku lagi


" Oke sebentar ayah siap siap dulu yaa". Jawabnya


" Oke ayah, aku tunggu". Jawabku antusias

__ADS_1


__ADS_2