
" alhamdulillah bang, disaat sedang bingung ada saja jalannya yaa". Kataku kepada suamiku saat sedang di perjalanan
"Iya alhamdulillah sayang, ini namanya rejeki anak, karena tadi kita sedang bingung dengan kebutuhan anak anak". Jawab suamiku
Sesampai di rumah bibi, kami banyak berbincang bincang disana banyak saudara, dari pihak ayahku, ada kakek, ada nenek, ada bibi dan paman serta banyak keponakan keponakan yang lain juga, ramai sekali.
Setelah sedikit berbincang dengan mereka aku menghampiri bibiku.
"Bi, mana uangnya? Tanyaku
"Sstt".bibiku memberi kode untuk bicara pelan pelan, yaa aku tau maksutnya, pamanku memang pelit orangnya apalagi untuk hal hal yang tidak menguntungkan dirinya.
"Oh oke bi, aku paham". Aku berbisik ke bibikus, setelah pamanku lengah dan tidak memperhatikan kami, bibiku langsung menyodorkan uang tersebut, dan aku secara cepat juga memasukkan uang tersebut kedalam tas, dan tidak ada pembicaraan lain setelah itu karena bibiku menyuruh untuk diam saja dan langsung pulang, akhirnya aku langsung pulang setelahnya.
Namun aku dan suamiku tidak langsung pulang, tapi ke tempat tengkulak beras atau bisa disebut selep beras,
"Pak beras yang bagus berapa 1ton.nya". Tanyaku ke salah satu pegawai disana
" 3.800 jt neng jawabnya".
__ADS_1
" Waduh sedang mahal ya pak, Perasaan tahun kemarin tidak segitu".
" Ya itukan 1 Tahun yang lalu neng, apalagi sekarang sedang susah karena marak virus, berimbas kepada pedagang seperti kami karena sepi pembeli". Jawabnya
" Oke baiklah pak , tapi saya coba 1kwintal dulu boleh ya pak?". Tanyaku
"Boleh kok neng" . Jawabnya
4 karung beras di angkut ke atas motor kami, kemudian kami bergegas pulang kerumah. Tidak sampai diaitu sjaa aku masih mencari beras yang harganya dibawah harga beras tadi, namun kualitas tetap bagus, karena tidak mungkin aku menual beras zakat dengan harga mahal dan harga di atas pasar. Aku mencari online di aplikasi facebook, biasanya di sana berbagai penjual apapun ada.
" Nah ketemu juga". Aku berbicara sendiri karena berhasil dapat penjual beras yang murah namun kualitas bagus, apalagi tempat itu tidak jauh dari rumah kami.
" Oke ayo sayang, apa sekarang? Tanya suamiku
"Mmm tunggu sore aja ya bang, mau mandi dulu sekalian siapin anak2 mandi juga". Jawabku karena jam menunjukkan hampir sore dan waktunya anak anak mandi.
"Okelah". Jawabnya
Aku mandi setelah itu memandikan ketiga anakku, rasanya begitu bahagia melihat mereka apabila tidak ingat kalau sedang keadaan susah aku tidak perlu bekerja keras seperti ini dan seharusnya aku hanya menemani mereka saja , apalagi anakku yang pertama dengan usia yang seharusnya aku harus banyak waktu dengannya.
__ADS_1
Setelah beberes dan menyiapkan anak anak ,aku bersiap menuju ketempat penjual beras tadi yang aku temukan di facebook.
"Ayo bang kita berangkat". Ajak.ku ke suami
"Sudah siap ? Anak anak bagamana?". Tanya suamiku
"Anak anak aku titipkan sebentar ke neneknya bang", jawabku
"Oke kalau begitu kita berangkat sekarang,
Selang beberapa menit, kami sampai ke tempat tujuan karena memang tidak jauh dari rumah.
"Kak, apa.boleh lihat contoh berasnya yang belum di packing?" Tanyaku kepada sang penjual
"Ini kak", lalu penjual tersebut menyodorkan segenggam contoh beras, setelah itu aku kasih juga ke suami untuk dilihat juga.
"Bagaimana bang?" Tanyaku
"Sepertinya lumayan bagus". Kata suamiku tanda setuju
__ADS_1