
" iya ma, InsyaAllah". Jawab sinta
Ya Allah begitu cepat rasanya waktu ini, ternyata putriku sudah dewasa, dan aku masih belum bisa pulang menemuinya, aku sedih sendiri merasakan nasib ini. Karena awal tujuanku keluar negeri adalah membantu suami untuk menutupi hutang hutangnya yang amat besar. Namun berita mengenai pernikahan ini membuatku sangat terkejut karena sinta baru saja lulus sekolah, dan bahkan dia menginginkan untuk lanjut belajar ke perguruan tinggi, namun hanya karena keegoisan keluarga suami yang mempunyai prinsip ketat seperti tidak boleh berteman ataupun membawa teman lawan jenis akhirnya sinta menyetujui untuk bertunangan dengan teman lelakinya yang sering dia ceritakan itu. Semoga saja tidak mempengarungu pendidikan dan cita cita sinta yang sudah di rencanakan.
Sudah berjalan 1bulan mengenai berita pertunangan anakku sinta, acaranya berjalan lancar meskipun aku tidak bisa menemaninya,sekarangpun sinta sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bekerja di bidang adversting atau percetakan dan studio foto. Dan untungnya sinta di letakkan di salah satu cabang toko yang berada di kota yang sama dengan tempat tinggal disana, sinta memilih bekerja sambil mengumpulkan uang untuk biaya pendaftaran kuliahnya, sudah kularang sebelumnya karena itu merupaka tanggung jawab kami sebagai orang tuanya namun sinta menolak, karena daripada menganggur menunggu proses pendaftaran dan juga aku sedang mengumpulkan juga uang buat pendaftaran sinta agar tidak terlali berat, karena pendaftaran perguruan tinggi pasti membutuhkan tidak sedikit biaya yang di butuhkan.
"Hallo assalamualaikum nak," aku sengaja menelpon sinta karena rindu saja dengan keluarga karena kurangnya waktu santai menjadi sangat jarang ada waktu untuk menghubungi keluarga di indonesia.
" Waalaikumsalam ma," jawab sinta
__ADS_1
" Bagaimana kabarmu, adik adikmu dan nenek?". Tanyaku sengaja tidak menanyakan kabar ayahnya karena akupun juga sering menghubunginya jdi tak perlu menanyakan juga karena sudah tau
"Alhamdulillah baik semua ma, nenek sedang tidur ,adik sedang bermain ma, jawab sinta disana
" Bagaimana dengan pendaftaran kuliahmu sayang?" Tanyaku
" Ini sedang berjalan ma, masih tahap pertama jadi belum ada apa apa ma, karena perdaftaran masih berjalan dan belum tutup, nanti tahap kedua akan di laksanakan saat tahap pertama ini tutup ma". Jawab sinta
" Iya ma, aamiin". Sinta mengamini doaku
__ADS_1
" Jaga kesehatan ya, karena virus yang sedang marak di dunia ini belum hilang sayang, dan semakin berbahaya" aku mengingatkan sinta agar berhati hati karena semakin lama virus ini semakikn mematikan
" Iya ma, aku InsyaAllah bisa jaga kesehatan serta adik dan nenek juga, mama tidak perlu khawatir". Jawab sinta degan tersenyum agar aku tidak terlalu khawatir
" Sudah dulu ya nak, mama mau kembali bekerja,assalamualaiku." . Aku berpamitan kepada sinta untuk mengakhirin telpon video ini
" Iya ma,waalaikumsalam". Jawab sinta
Lega rasanya setelah menghubungi keluarga di indonesia karena sudah begitu lama tidak bisa pulang semenjak munculnya virus ini, dan di negaraku tempat bekerja juga tidak kalah marak juga, sudah ber puluh puluh nyawa terenggut akan virus ini. Hingga berbulan2 tidak ada peningkatan untuk menghilangkan wabah ini, malah semakin parah.
__ADS_1
Aku juga mendengar bahwa putriku sudah memasuki tahap kedua yaitu test tulis, aku tidak henti2nya mendoakan kebaikan untuk putriku semoga dia sukses kelak tidak seperti aku sekarang harus jauh dari keluarga.