
Keesokan harinya aku dan bang gala melakukan persiapan berjualan, dari meja, kursi, kompor, dan blender, karena aku menambahkan menu minuman agar terlihat lengkap saja. Alhamdulillah alhamdulillah, selalu aku mengucap syukur atas kelancaran yang di berikan, semoga ini jalan dan jawaban atas doa doa kami. Dan semoga kelak bisa membantu perekonomian keluarga kami yang sedang tidak baik baik saja ini.
Setelah siap semua peralatan yang di butuhkan akupun segera mengeluarkan bahan bahan dan menu menu yang akan di jual, untung saja sebelum ada pemikiran untuk berdagang kami mencoba bersosialisasi dengan para warga di sini agar mempermudah kami berjualan nantinya karena sudah banyak yang kenal dan tau dengan kami.
" Bismillahirahmanirrahim ya bang, kita mulai jualan ini, semoga lancar". Kataku kepada bang gala
" Iya sayang, semoga lancar ya?" Jawab bang gala
__ADS_1
" aamiin bang, semoga ya bang?" jawabku
Menunggu pembeli datang sambil menemani anak anak bermain, sudah ada beberapa yang beli namun hanya tetangga sekitar yang sudah kenal sekedar mencicipi karena ini termasuk soft opening, hehehe bisa dikatakanlah begitu karena hanya usaha kecil kecilan yang baru mulai akan merintis, alhamdulillah hari pertama tidak begitu mengecewakan yaa meskipun tidak begitu ramai , karena belum banyak yang tau.
" Alhamdulillah ya bang meskipun tidak begitu ramai" kataku kepada bang gala
" Iya bang, jangan lupa untik selalu berdoa agar usaha ini lancar bang". Kataku mengingatkan bang gala
__ADS_1
" Iya itu sudah pasti dong". Jawab bang gala
Jualan kami buka dari pagi jam 09.00 hingga malam pukul 19.00 tidak terlalu malam untuk tutup karena kami juga memerlukan waktu untuk menyiapkan bahan baru untuk jualan besoknya lagi. Uang hasil jualan aku catat dengan cermat karena masih ada tanggungan dikampung halaman yang belum selesai sebelum pindah ke kota ini yaitu tanggungan hutang jual beras zakat, aku kumpulkan uang laba jualan untuk membayarnya, bahkan hingga mengkesampingkan kebutuhan anak anak dan kebutuhan sendiri agar cepat lunas.
Dari hasil berjualan selama kurang lebih 4bulan tanggungan sudah hampir lunas, namun aku lupa jika kebutuhan anak anak selama ini juga hasil pinjam, bahkan aku salah meminjam uang kepada beberapa pinjaman online dan paylater yang suku bunga sangat besar, entah apa yang ada dalam pikiran sehingga berani meminjam uang kepada beberapa aplikasi tersebut tanpa memikirkan bunga bunga yang tertera karena kebutuhan yang termasuk kebutuhan pokok sehingga lupa memikirkan resiko tersebut, setelah 4 bulan tanggungan lunas, maka sekarang hasil dari berjualan di sisihkan untik membayar tanggungan pinjaman online ini, bahkan ada yang di bantu oleh teman teman dan saudara. Terbesit dipikiran ini kenapa jadi seperti karma orang tua yang terlilut hutang, bahkan gali lubang tutup lubang.
Alhamdulillah jualan semakin lancar dan ramai, bahkan hampir setiap hari membuat adonan baru, syukur selalu di panjatkan tiada henti, meskipun ada tanggungan yang belum terselesaikan,perkembangan anak anak juga baik. Sekilas hilang beban hutang hutang dengan melihat perkembangan anak anak, dan tidak terasa 6 bulan sudah menempati kota ini dan juga semakin akrab dengan tetangga tetangga ini, semakin luas hubungan pertemanan dan menambah saudara.
__ADS_1