
Selama maraknya virus ini aku tidak diperbolehkan pulang ke negaraku karena semua jalur terblokir karena adanya virus, padahal ini waktu kelulusan anak pertamaku sinta, dia menempuh pendidikan di sekolah kejuruan dan hari ini adalah hari kelulusannya dan aku tidak bisa menghadirinya, pasti hati sinta sangat sedih dan kecewa karena jika tidak di karenakan adanya virus ini hari ini aku sudah pulang ke tanah air , karena jadwal pulang ke tanah air hanya di dapat tiga tahun sekali, dan sayangnya hari ini bertepatan dengan jadwal kepulangan ke tanah air malah semua jalur terblokir akupun juga merasa kecewa karena tertunda untuk bertemu keluarga tercinta. Akhirnya aku hanya bisa menyaksikan kelulusan anakku melalui telepon video saja.
"Halo nak, assalamualaikum" sapaku melalui video call ini
" Waalaikumsalam ma". Jawab sinta
" Bagaimana proses wisudanya? Apakah lancar?". Tanyaku lagi
"Alhamdulillah ma, ini baru saja selesai prosesnya, ini sudah siap siap mau pulang". Jawab anakku lagi
" Alhamdulillah, selamat ya atas kelulusannya". Kataku
"Trimakasih ya mama". Jawab anakku lagi
"Iya sayang, maaf ya mama tidak bisa hadir". Ucapku setengah bersedih
__ADS_1
"Tidak apa apa kok ma, disini juga acaranya sederhana karena dilarang pemerintah". Jawab anakku
"Iya nak, mama matikan dulu ya teleponnya , mama harus kembali bekerja".
" Iya ma, assalamualaikum". Ucap anakku
"Waalaikumsalam nak". Jawabku
Tidak bisa melakulan panggilan video terlalu lama karena batasan waktu dari atasan dan harus kembali bekerja lagi, dan hanya bisa melanjutkan percakapan melalui pesan teks saja, senang rasanya karena mendpaat kabar kalau anakku akan melanjutkan ke jenjang pendidikan perguruan tinggi, cita citanya adalah menjadi guru, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anakku dari sini, hubunganku dengan anakku meskipun sudah lama tidak bertemu, sering juga dia melakukan panggilan video denganku dan dia termasuk anak yang terbuka, terbukti dengan dia jujur kepadaku kalau sedang dekat dengan teman lelaki, dan kadang juga ikut serta jika kami sedang bervideo call.
"Waalaikumsalam nak". Jawabku
"Kenalin ma ini temanku" sinta mengenalkan teman lelakinya tesebut
"Salam kenal te, saya gala". Lelaki tersebut mengenalkan dirinya
__ADS_1
"Iya nak, sinta sering menceritakan tentang kamu, trimakasih ya sudah repot repot sering membantu keluarga mama". Jawabku setengah sungkan karena bukan apa, sering sinta bercerita sering membantu keadaan dirumah karena keterbatasan suami yang sering lembur bekerja, ternyata dia akrab juga dengan keluargaku bahkan dengan ibuku.
"Iya te, tidak apa apa saya juga senang membantu, bukannya sudah kewajiban membantu teman yang sedang kesusahan". Jawab gala
"Iya kamu benar, tapi tante juga berkewajiban berterimakasih kan? Tanyaku
" Iya te sama sama". Jawab gala
" Ma, gala satu tempat kerja sama aku loh". Kata sinta
" Oh ya, bagus dong satu tempat sama teman sendiri, daripada teman baru yang harus beradaptasi dulu". jawabku
"Iya ma, ya sudah ma, aku mau bersih bersih rumah dulu ya, bang gala juga mau pulang, assalamualaikum ma". Sinta pamit mematikan telepon
" Iya nak, waalaikumsalam jaga diri ya? Kataku menasehati karena jujur sedikit khawatir jika seorang perempuan berteman dengan teman lelaki dijama sekarang ini.
__ADS_1
dirumah sinta dan adik adiknya di jaga oleh ibuku yang tidak lain adalah nenek mereka, karena aku meninggalkan mereka sejak kecil, ayahnya kerja di suatu perusahaan swasta jadi jarang baginya ada waktu untuk menemani anak anak, hingga aku meminta bantuan ibuku untuk menemani mereka.