Beban Keluarga

Beban Keluarga
next...3


__ADS_3

"Mas, aku mau minta tolong mau pinjam dana untuk persiapan melahirkan istriku." Kata suamiku


"Baiklah tunggu sebentar". Kata mas angga sembari masuk kedalam mengambil uangnya


Setelah sedikit berbincang bincang suamiku langsung kembali kerumah, aku sangat terharu karena diwaktu mendadak ini masih bisa mencari pinjaman uang.


"Alhamdulillah ya bang, kita dapat pinjaman ini." Kataku ke suami

__ADS_1


"Iya sayang, aku simpen dulu ya buat persiapan operasi kamu". Jawab suamiku


"Iya bang". Jawabku lagi


Setelah tenang dengan uang pinjaman itu, kami menjalani hari hari seperti biasa, dengan pekerjaan yang seperti biasanya mendesain orderan dan lain lain.


"Aduuh bu sakit sekali rasanya, mulas sekali perut ini". Rengek.ku ke bu bidan

__ADS_1


Kebetulan ayahku di temani sama bibiku , bibi rima namanya, bibi ini juga yang menemaniku saat melahirkan anak pertama, beliau sudah seperti sosok ibu dalam hidupku karena berperan besar dalam pertumbuhan semasa remaja hingga sudah menikah, semenjak ibuku pergi keluar negeri.


, begitu memasuki ruang persalinan , bu bidan sedang melakukan pemeriksaan pembukaan, ternyata masih pembukaan 2, karena sudah di informasikan kalau aku harus di operasi jadi di tempat bidan tidak ada tindakan, dan langsung di antar ke rumah sakit rujukan dokter kandungan. Sesampainya dirumah sakit aku langsung di bawa menggunakan kurai roda ke ruangan pemeriksaan , tidak ada kendala pendaftaran karena aku termasuk pasien rujukan dokter rumah sakit ini. Karena dengan kondisi marak virus beraktivitas diluar sangat sulit bahkan tidak di perbolehkan jika itu tidak terlalu penting. Namun sedihnya aku tidak di perbolehkan di dampingi keluarga karena sudah protokol kesehatan di larang banyak yang masuk, jadi aku hanya di antar oleh perawat rumah sakit tersebut. Pemeriksaan berlangsung sedikit lama karena ada beberapa pasien juga yang perlu penanganan dan juga tindakan yang di perlukan juga ada beberapa. Aku merengek kesakitan seorang diri di dalam ruangan karena memang hanya aku sendiri di ruangan tersebut dan ditemani bidan dari daerahku. Menunggu dan menahan hanya itu yang bisa di lakukan. Setelah melakukan beberapa test dan tindakan ada satu informasi yang membuat hati ini sedikit sedih. Yaitu aku di vonis positiv covid yaitu aku terkena paparan virus yang sedang marak maraknya di dunia.


" Ya Allah cobaan apalagi ini" batinku


Karena aku terpapar virus, aku harus di rujuk ke rumah sakit pusat, karena rumah sakit awal tidak bisa menangani pasien yang terpapar, aku di bawa keluar lagi untuk dibawa ke rumah sakit pusat, sedikit terkejut pihak keluargaku karena aku di bawa keluar lagi, namun setelah di beri pemahaman sedikit oleh pihak perawat akhirnya mereka mengerti.

__ADS_1


Perut ini sudah tidak tahan menahan sakit yang luar biasa, sampai di rumah sakit tujuan aku masih harus menunggu beberapa jam lagi sampai dokter yang menangani datang, sekitar 2 jam lamanya menunggu dengan kesakitan , sempat juga berontak di tempat tidur karena tidak tahan dan begitu lama dari tengah malam hingga pagi ini. Sampai akhirnya karena menunggu terlalu lama aku lelah dengan sendirinya dan tertidur, bahkan aku tidak sadar saat operasi caesar sedang berlangsung, sampai akhirnya aku terbangun pada siang harinya namun tempatnya begitu sepi, aku kebingungan karena di ruangan sendirian tidak ada orang. sampai menangis ini kali pertama aku melakukan operasi kaki terasa kaku seperti lumpuh tidak bisa bergerak sama sekali.


__ADS_2