Beban Keluarga

Beban Keluarga
renunganku 2


__ADS_3

Aku begitu merenungi nasibku yang sekarang yang mana hal ini benar benar diluar ekspetasi kedua orang tuaku. Namun aku menghancurkan semua harapan harapan mereka, karena keegoisanku terbuai dengan dunia sosial, dan mengharuskan aku menikah muda meskipun aku belum siap. Bukan karena aku hamil duluan namun dunia sosial yang mempengaruhi kontak sosial dan melanggar peraturan dalam keluargaku, tidak boleh berpacaran sebelum sukses, ya aku tau ini salahku maka dari itu aku menjalani setiap prosesku dengan ikhlas, namun yang menjadi penyesalan terbesar dalam hidupku adalah kenapa di saat aku sudah mengikuti jalan takdirku seperti ini, kenapa aku masih membebani kedua orang tuaku.


Aku menangis dalam gelap, karena telah menghancurlan semua harapan harapan mereka, namun mereka tetap memahami dan bahkan turut serta membantuku dan keluargaku dikala kesusahan, aku tidak bisa berbuat apa apa, selain penyesalan dan penyesalan, aku hanya bisa berdoa agar kelak bisa membahagiakan mereka.


"Sayang?" Tiba tiba suamiku mengagetkanku saat tengah melamun


"Hah, iya bang? Jawabku setengah kaget


"Kamu kenapa? Tanya suamiku bang gala

__ADS_1


"Tidak apa apa bang, hanya memikirkan rencana kita kedepan". Jawabku ragu


"Kamu tenang, untuk urusan pindah rumah nanti semua ayah yang akan mengurusnya". Kata bang gala


Itu berarti tidak ada usaha apapun dari bang gala suamiku, namun aku tetap tenang, selama semua bisa berjalan lancar. Aku harus tetap tenang agar tidak mempengaruhi pertumbuhan anak anakku


"Iya bang". Jawabku tanda setuju


Kami berkemas, satu persatu di angkut menuju truk yang sudah di sewa, perjalanan menuju kota tujuan kami menempuh jarak 3-4jam lamanya. Setelah semua siap, kami sudah bersiap untuk berangkat yang sebelumnya truk yang mengangkut barang barang kami, sudah berangkat terlebih dahulu malam harinya, dan kami berangkat esok paginya menggunakan kendaraan lain, karena tidak memungkinkan jika ikut dengan truk dengan kondisi membawa 3 balita sekaligus. Dan kami akan menggunakan transportasi lain yang sudah di sediakan oleh ayah mertuaku

__ADS_1


4jam kami lalui diperjalanan dengan keheningan, karena dalam pikiran ini ingin cepat sampai tujuan karena kelelahan mengurusi mengemas barang barang.


"Akhirnya sampai juga". Kataku setelah sampai di tempat tinggal baru kami


Semua barang sudah di tata oleh kedua mertuaku agar saat kami sampai bisa istirahat terlebih dahulu, belum ada rencana untuk kedepannya bagi kami setelah tiba di kota ini, namun aku tidak bisa tinggal diam, selain kebutuhan pribadi ,anak anakku juga mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi seperti susu dan popok.


Setelah dirasa cukup menghilangkan capek dari perjalanan tadi, kami perlahan menata semua peralatan seperti baju dan barang barang lain.


" Bang tolong geser lemari itu di sebelah sini saja, trus bawa kardus yang berisi baju anak anak". Kataku meminta tolong kepada suamiku

__ADS_1


" Iya sayang". Jawab bang gala


Kami menata barang barang bersama sama sementara anak anak masih tidur di kamar mertuaku karena kamar sendiri masih di tata. Setelah selesai menata baju dan barang barang lain, aku segera membantu membersihkan seluruh rumah agar nyaman melakukan aktivitas setelah ini. Tidak lama setelah beristirahat semua anak anak mulai bangun, akhirnya aku mau menyiapkan anak anak terlebih dahulu, memandikan dan segala sesuatunya. Hingga tidak terasa hari berganti malam, aku masih memikirkan bagaimana rencana kami kedepannya.


__ADS_2