
"Halo mama?" Aku langsung menghubungi mamaku
"Iya nak ". Jawab mamaku di telepon
" Ma, aku ingin meminta pendapat mama nih". Kataku sedikit berbasa basi
" Pendapat apa nak?". Tanya mamaku
" Gini ma, aku kan disini ditempat baru tidak ada teman, saudara atau kenalan yang menunjang usahaku yang lama ma, ini aku juga mencoba membuka usaha lama kemarin, namun tidak ada hasil, karena kurangnya relasi disini ma". Jawabku sedikit bercerita
"Iya terus bagaimana nak? Tanya mamaku
" Trus aku menemukan ide kalau ingin berdagang seperti adik di sana ma, karena menurutku tempatnya juga sangat pas ma, depan rumah ini ada tempat sekolah dasar". Jelasku kepada mama
" Iya oke, mama setuju. Lanjutkan saja jika memang itu rencananya sayang". Jawab mamaku
" Tapi sebenarnya ada sedikit kendala ma, berdagang akan membutuhkan modal untuk membeli peralatan dan bahan bahan.nya". Jelasku kepada mama
__ADS_1
" Tapi mama belum ada uang lagi nak". Jawab mamaku
" Tidak ma, aku tidak mau minta uang mama lagi kok".
Jawabku
" Terus bagaimana?". Tanya mamaku
" Aku berencana ingin menjual etalase pemperian mama waktu itu untuk modal dagang kami nantinya karena menurutku etalase itu sudah tidak terpakai semenjak kami disini, apa boleh ma?" Tanyaku kepada mama
"Trimakasih ya ma, mohon doa restunya untuk usaha baru kami". Kataku dengan senang
"Iya nak, semoha usaha.mu lancar dan berkembang". Jawab mamaku
"Aamiin ma". Aku dan suami serentak menjawab setelah mendengar doa mama.
Akhirnya lega juga mendengar pendapat dan dukungan dari mama, semoga saja kedepannya ada kabar baik mengenai usaha baru kami.
__ADS_1
" Sekarang juga kita posting etalase ini bang, supaya cepat laku". Kataku kepada bang gala karena tidak sabar agar etalase ini segera laku dan aku mulai untuk berdagang.
"Iya sayang". Jawab bang gala
Seharian kami jalani seperti biasa dengan belum ada pemasukan, dan dan kebutuhan sehari hari kami masih dibantu kedua mertua, syukur alhamdulillah karena masih ada bantuan kebutuhan kami, meskipun itu seharusnya menjadi tanggung jawab suamiku. Anak anak sudah semakin besar, anak.ku yang pertama memasuki usia 2 Tahun dan anakku yang kedua memasuki usia 3 bulan.
" Nak, kenapa etalasenya mau dijual". Tiba tiba ayah mertuaku datang bertanya, mungkin beliau melihat postingan etalase itu di media online, karena aku menjualnya secara online
" Iya yah, aku dan abang mau mencoba usaha baru karena usaha lama disini sepertinya tidak berjalan lancar, dan sedangkan usaha kami yang baru membutuhkan modal, maka dari itu kami berencana menjual etalase itu". Jawabku
" Ooh begitu, ini kebetulan sekali ada teman ayah sedang mencari etalase untuk usahanya juga, tapi sayangnya teman ayah di kota lama kita nak". Jawab ayahku lagi
" Sementara kita cari pembeli disini dulu ayah, kalau terlalu jauh malah membutuhkan biaya kirim lagi". Jawabku
" Iya nak, tapi sepertinya kamu harus segera membeti keputusan untuk itu, ditakutkan nantinya teman ayah sudah membeli dari orang lain, bukannya kamu membutuhkan uang secepatnya". Ayah mertua berpendapat untuk etalase itu diberikan kepada temannya saja
" Iya ayah, nanti aku minta pendapat kepada bang gala terlebih dahulu".
__ADS_1