Beneran Cinta

Beneran Cinta
01


__ADS_3

Jiwon sedang dilanda kesal, perasannya sangat ingin marah. Kini dirinya tiba di rumah Kristal, sang sahabat. Jiwon langsung menjatuhkan tubuhnya keatas kasur yang membuat Kristal heran, lalu mendekatinya. 


"Lagi BT yah?" tanya Kristal.


"Tal, gue gak bisa toleransi sikap Ojun lagi." kata Jiwon bersejarah.


"Hmm.. Soal dia lagi" ringis Kristal, pelan.


"Dia udah berubah Tal. Dia jadi makin cuek sama gue dan itu sangat sangat menyebalkan tau Tal" cerocos Jiwon ketika mengeluh dihadapan sahabat terbaiknya itu.


"Seminggu ini kan emang dia gitu sikapnya sama lo Won" Kristal mengingatkan.


"Tapi Tal, dia gak care kayak dulu lagi. Dan gue yakin kalo dia selingkuh dibelakang gue." duga Jiwon.


"Elo yakin dari mana soal selingkuh itu?"


"Gue yakin Tal"


"Ada buktinya?"


"Nggak ada!"


"Yak.. Kalo gak ada bukti gimana bisa lo menduga dia selingkuh?" akhirnya Kristal yang kini kesal oleh sikap Jiwon.


"Terus gue harus gimana?"


"Kalo lo yakin dia ada main serong, kenapa gak tanya dia langsung? Dari pada gak jelas gini" saran Kristal.


"Gue udah tanya dia tapi Ojun bilang gak ada. Dia gak ngaku Tal, dia gak jujur sama gue." emosi Jiwon kembali memuncak ketika mengingat hal itu.

__ADS_1


"Jiwon sayang! Elo harus percaya sama dia. Gue yakin dia masih care dan sayang sama lo, percaya deh sama gue." tutur Kristal menenangkannya.


*** 


Entah kenapa Jiwon kini selalu berpikir negatif pada Seojoon, kekasihnya. Jiwon merasa, bukan hanya sikapnya yang berubah, tapi waktunya pun kini selalu berkurang untuknya.


Di kantin kampus Jiwon sedang  menunggu Seojoon, bersama Kristal. Dan akhirnya sang kekasih hati pun datang juga.


"Lama nunggu yah?" tanya Seojoon.


Ketus, "Nggak kok, cuma setahun doang" jawab Jiwon.


"Sorry deh sayang! Tadi gue abis ngobrol sama yang lain bahas sesuatu yang penting" kata Seojoon, beralasan.


"Udahlah Woni, lo jangan kayak anak kecil gitu" tegur Kristal.


"Iya deh" Jiwon mengalah dan meredakan kemarahannya.


Pesan masuk ke handphone Seojoon. Dimana begitu serius membaca yang membuat Jiwon heran dan menoleh kearah Kristal karena penasaran, sementara Kristal hanya menggeleng pelan.


"Sayang.. Maaf yah gue harus ketemu seseorang, lain kali kita makan bareng" pamitnya.


Berang, "Lo liat? Betapa pentingnya temen dia itu dibanding gue" ucap Jiwon.


"Ya elah Won, lo kok jadi cemburu buta gini sih?" heran Kristal.


"Elo gimana sih Tal, gue cemburu itu wajar dong karena Ojun pacar gue" protes Jiwon, "Pokoknya gue harus ikutin dia sekarang. Gue yakin dia pasti ketemu selingkuhannya itu."


Jiwon berlalu pergi meninggalkan Kristal. Dia bergegas mengikuti arah Seojoon yang masih dapat Jiwon kejar langkahnya.

__ADS_1


Seojoon berdiri tepat dihadapan seorang cewek yang mana Jiwon menghentikan langkah dan mengumpat diri dibalik tembok. Jiwon ingin tau siapa cewek yang bersama kekasihnya, karena memang tertutup oleh tubuh Seojoon.


"Sialan tuh cewek, gak tau Ojun punya gue apa?"


Jiwon berusaha mendengarkan baik-baik apa yang sedang dibahas oleh keduanya.


"Jun emang lo udah putus sama Jiwon?" tanya cewek itu.


Jiwon tercengang dengan pertanyaan itu, yang ia kagetkan lagi dirinya sangat mengenal betul suara cewek itu.


"Minyoung?" pekik Jiwon tertahan dalam tenggorokan.


Seojoon menenangkan, "Belum sih, tapi gue bakal putusin dia secepatnya kok." tegasnya seraya membelai tangan Minyoung. 


"Apa?" Jiwon kaget bukan kepalang atas ucapan Seojoon.


"Pacaran sama dia gak asik kayak pacaran sama lo" aku Seojoon, mengagungkannya.


Jiwon sudah tak tahan untuk bersembunyi, semakin tercekik rasanya terus mendengar obrolan keduanya. Dia ingin segera keluar dan mencekik leher keduanya.


"Makasih ya sayang!" Minyoung tersipu dan memeluknya erat.


"Dasar laki-laki bajingan. Selama ini ternyata gue diboongin dia? Ternyata dia selingkuh dibelakang gue" dumal Jiwon geram.


Setelah puas menyaksikan mereka, Jiwon  Melangkah mendekat dengan amarah siap dikeluarkan.


"Asik ya? Pelukan disini?" tanya Jiwon menyadarkan mereka. 


"Jiwon?" Seojoon gelagapan.

__ADS_1


"Kenapa, kaget? Mulai detik ini kita putus." ucap Jiwon lantang.


__ADS_2