Beneran Cinta

Beneran Cinta
05


__ADS_3

"Elo serius Won?" tanya Kristal masih tak percaya.


"Ital! 1 juta rius buat lo gue kasih" cetus Jiwon, menegaskan.


"Ta.. Tapi Won, cowok cupu kan gak banget, bahkan buat disandingkan sama lo gak cocok." Kristal meyakinkan.


"Udah deh, gue ini kan yang mau bukan lo?" bentak Jiwon, kesal.


"Ufh.. Serah deh.." Kristal mengendus pasrah.


Tit.. Tit.. Tit..


"Iya mah?"


"Kamu dimana?" tanya Rosa.


"Baru keluar dari kantin!" jawab Jiwon.


"Mamah ada di ruang dosen, kamu kesini sekalian mamah mau kenalin kamu ke temen mamah"


"Baik mah!"


"Kenapa?" tanya Kristal.


"Nyokap nyuruh gue ke ruang dosen, lo temenin gue yah?" pinta Jiwon.


"Mantep, sekalian liat wajah anak baru itu hehe.." ucap Kristal dengan riang, Jiwon  mendelik sinis.


"Lo itu selalu gitu, si Kai mau di kemanain?" cetus Jiwon.


"Hehehe.." Kristal hanya cengengesan.


Keduanya mendekati Rosa dan juga Marni, yang sudah menunggu kedatangan mereka.

__ADS_1


"Jiwon ini tante Marni" ucap Rosa memperkenalkan.


"Wah anak kamu cantik yah?!" pujinya dengan dibalas dengan senyum manis oleh Jiwon.


"Ya siapa dulu dong mamah nya!" bangga Rosa yang membuat mereka tertawa.


"Ini Kristal sahabat Jiwon, tante"


"Mahasiwi disini cantik-cantik yah!"


"Ah, tante bisa aja" Kristal memalu.


"Anak tante mana? Kok gak keliatan" celetuk Kristal, membuat Jiwon dengan geram menyikut tangannya.


"Apa-apaan sih lo? Kepo lo udah akut ya?" bisik Jiwon.


"Sorry, kelepasan Won" timpal Kristal.


Seorang pria melangkah kearah ruang dosen, langkahnya terhenti saat melihat Jiwon dan orang tuanya bersama.


"Loh, Jiwon bareng nyokap gue? Apa dia yang dimaksud mamah anak temennya?" gumam pria itu.


"Gue gak boleh kesana, kalo dia liat wajah gue yang sekarang, rencana gue bisa gagal"


"Biar ku telpon dulu!" Marni mulai menghubungi sang anak.


"Bin, kamu dimana? Temen mamah udah nunggu kamu!"


"Mah, Hanbin gak bisa nemuin mamah sekarang"


"Loh, kenapa? Mereka pengen kenal kamu, apa lagi tante Rosa!"


"Hanbin lagi asik liat-liat gedung mah, lain kali kan bisa mah ketemu mereka." Hanbin beralasan, dengan menutup sambungan.

__ADS_1


"Aduh maaf, anakku gak bisa dateng, dia lagi asik liat-liat kampus" ucapnya tak enak hati.


"Nggak apa kok tante, nanti juga kita kenal dia, iyakan Won?"


"Iya tante! Dan bentar lagi ada kelas, kita pergi duluan ya?" pamit Jiwon dengan menarik tangan Kristal.


"Maaf yah, anakku gak sopan" katanya bersalah.


"Santai aja, itu wajarkan lagi adaptasi sama kampus barunya" Rosa menenangkan.


*****


Beberapa kali Kristal melirik pada Jiwon yang terus berjalan serius.


"Won!"


"Hem.."


"Kira-kira tampang anak baru nanti gimana yah?" tanya Kristal, tentunya Jiwon langsung memicingkan bola matanya.


"Mukanya culun, pake kacamata besar, pokoknya cupu abis deh, biar lo gak naksir sama dia, puas?" tutur Jiwon dengan melempar senyum geli.


"Lo kok gitu sih Won?" ringis Kristal kecewa.


"Abis lo tuh selalu ngurusin anak baru itu, lo kan udah punya cowok, kok masih tanya-tanya cowok lain?"


"Yah bukan buat gue, tapi buat lo maksud gue." tegas Kristal dengan menghentikan langkah tepat dihadapan Jiwon.


"Tapi kalo pria itu culun, seperti yang lo bilang berarti kutukan Seojoon itu jadi kenyataan dong?" pekik Kristal.


"Ah elo Tal, yang bisa ngutuk itu tuhan sama ortu yang didurhakai anaknya, tau lo?" Jiwon mengingatkan.


"Oke, terserah lo deh" Kristal kembali tenang dengan menggandeng tangan Jiwon.

__ADS_1


__ADS_2