Beneran Cinta

Beneran Cinta
10


__ADS_3

Sosok laki-laki gagah tampan baru saja keluar dari mobil, menghela napas lega dengan rasa rindu yang dalam pada keluarga dan rumahnya, Bram perlahan melangkah menuju pintu.


Ting.. Tong..


Bergegas Minah melangkah kearah pintu, dan membuka lebar pintu itu ketika sang majikan terlihat dengan kedua matanya.


"Selamat datang kembali tuan!"


"Terimakasih Minah!"


Setelah berbasa basi menanyakan kabar pada pembantu yang telah lama bekerja di rumahnya, kini Bram menanyakan sosok istri tercintanya.


"Nyonya dimana?" 


"Belum pulang tuan!"


"Kalo Jiwon sama Binbin, belum pulang juga?" tanya Bram yang langsung merebahkan diri keatas sofa.


"Belum juga tuan!"


"Minah taruh hadiah-hadiah itu ke kamar Jiwon sama Binbin" perintah Bram.


"Baik tuan!" jawabnya dengan berlalu pergi. 


"Hahahaha..."


Suara tawa Jiwon nyaring saat masuk kedalam rumah, Bram beranjak berdiri untuk menyambut sang anak.


"Woni.. Papah pulang!"


"Papaaah.." teriak Jiwon yang langsung memeluk erat.


"Jiwon kangen banget pah" manja Jiwon.


"Papah juga kangen sama Woni" 


"Oh yah pah.. Ini Binbin, dia juga tinggal disini bareng kita, anaknya tante Marni teman mamah" jelas Jiwon.


"Papah udah tau kok sayang, soalnya mamah bilang sama papah duluan" cubit Bram pada Jiwon.


"Salam kenal om, aku Binbin!" Hanbin memperkenalkan diri.


"Gimana udah terbiasa liat sisi lain dari anak cantik om ini?" goda Bram.


"Ihh papah.." rengek Jiwon.

__ADS_1


Hanbin dan Bram pun tertawa riang dibuatnya.


"Pah hadiahnya gak lupa, kan?" Jiwon tak melihat bingkisan apa pun disana.


"Kamu ini mau kehadiran hadiah atau papah, hah?"


"Keduanya dong pah, hehehe.."


"Di kamar kamu!"


"Woni kesana dulu yah?" pamit Jiwon  dengan melangkah meninggalkan mereka.


Kini tinggal Hanbin dan Bram, dimana keduanya duduk diatas sofa dengan minuman yang baru saja disajikan Minah.


"Bin.. Gimana kamu senang gak tinggal disini?" tanya Bram.


"Seneng banget om, disini lebih hangat. Sedangkan dulu, Binbin selalu kesepian kalo mamah lagi di kantor"


"Oh yah, om juga bawa hadiah buat kamu, semoga kamu suka ya?"


"Makasih om!" seru Hanbin seraya mendorong kebelakang kacamatanya.


"Jiwon suka ganggu kamu?"


"Malah Jiwon terima keadaan Binbin yang gak sempurna ini om!"


"Pantes Jiwon baik, keluarganya pun emang baik semua" gumam Hanbin dalam hati.


****** 


Jiwon melangkahkan kaki dengan ceria. Dilihatnya papah, mamah dan Hanbin yang baru saja gabung bersama didepan meja makan.


"Pagi semua?" sapa Jiwon dengan mencium Bram.


"Pagi sayang"


"Bin, kita berangkat yuk?" ajak Jiwon.


"Kalian kan belum sarapan, makan dulu baru pergi" tegur Rosa.


"Males mah"


"Emang kamu gak mau sarapan bareng papah?"


"Lain kali aja deh pah, Woni harus buru-buru ke kampus" kata Jiwon, "Yuk Bin!" Jiwon meninggalkan mereka yang dikuti Hanbin disampingnya.

__ADS_1


Di kampus.. 


"Kantin yuk? Kamu mau makan apa Won?" tanya Hanbin.


"Woni lagi males makan Bin." tolaknya 


"Tapi kamu mesti sarapan dulu Won"


Bujukan demi bujukan Hanbin agar Jiwon mau diajak ke kantin, tetapi terus menolak.


"Bin kalo Jiwon lagi dapet, suka males makan bawaannya" Jiwon sedikit berbisik agar tak terdengar yang lain.


"Ohh.." Hanbin mengangguk paham.


"Ussst, jangan bilang siapa-siapa yah?" pinta Jiwon, mengingatkan.


"Hai Woni?" sapa Kristal antusias, sementara saat menyapa Hanbin dirinya seolah enggan, "Hai.. Bin?" yang langsung duduk dihadapan mereka.


"Hai Tal?" jawab mereka kompak.


"Gimana?" tanya Kristal.


"Gimana apanya?" Jiwon balik bertanya.


"Kalian menjalani hidup dengan indah gak?"


"Tentu dong Ital sayang, iya kan Bin?" tanya Jiwon dengan dibalas senyuman oleh Hanbin.


"Oh yah, nanti Kai ngajak gue ke mall kalian ikut yah?!" pinta Kristal.


"Boleh, iya kan Bin?" sahut Jiwon yang mana Hanbin pun mengangguk setuju.


Saat mereka sampai didalam kelas, Jiwon  terperangah melihat tumpukan mawar merah diatas meja dengan kertas dibawahnya.


"Dari siapa nih?" Jiwon heran.


"Baca Woni, kali aja dari penggemar baru lo!" seru Kristal. Perlahan Jiwon membuka kertas itu dan mulai membacanya,


"Woni.. Gue bener-bener kehilangan lo, gue mohon lo mau balik lagi dan gue janji nggak akan ngulangin kesalahan gue lagi. Please Woni, gue gak bisa liat lo sama yang lain apa lagi si cupu itu disamping lo."


Kristal yang mendengar langsung kesal, "Kalo dia emang beneran cinta, kenapa dia selingkuhin lo?"


"Semua ini tuh omong kosong dia aja, kalo pun gue balik lagi sama dia, Ojun akan mengulangi kesalahannya. Karena bagi gue, sekali dia selingkuh tetep akan berselingkuh." tegas Jiwon.


"Mungkin aja dia mau berubah untuk kamu Woni!" timpal Hanbin.

__ADS_1


"Bin.. Dia itu cuma janji palsu, kalo pun berubah dia akan terus jalan sama cewek lain karena merasa belum puas diri." tandasnya.


__ADS_2