
Jam sudah menunjukan jam 10 kurang 10 menit. Jiwon pun bersiap-siap untuk pulang ke rumah.
"Itaaaal.." teriak Jiwon, karena Kristal sedang berada didalam toilet jadi dia sedikit berteriak memanggil namanya.
"Bentar Woni, gue bentar lagi keluar kok" Kristal pun ikut berteriak.
Semenit kemudian Kristal keluar dengan tangan memegang perut yang sudah lega.
"Gue pulang ya Tal?"
"Elo yakin gak mau nginep?" tanya Kristal yang mendekat.
"Engga Ital, mungkin lain kali ya!" kata Jiwon dengan memeluk tubuh sekal Kristal dan berlalu pergi.
******
Rosa mendekati minah, saat baru saja tiba.
"Binbin sama Jiwon kemana?" tanya Rosa.
"Non Jiwon ke rumah temennya, kalo den Binbin di kamarnya."
"Tumben jam segini udah tidur?"
"Mungkin capek nyonya, soalnya tadi sore mereka gak langsung pulang" ungkap Minah.
Saat sedang diperbincangkan, akhirnya Jiwon datang dan menghampiri keduanya.
"Malem mah?!" sapa Jiwon.
"Udah sana mandi, bau asem" pinta Rosa dengan mendorong Jiwon saat akan menciumnya.
"Segini wanginya, bau asem dari mana?" gerutu Jiwon manja.
Didalam kamar Hanbin, ia tampak kebingungan. Sejak tadi mondar mandir bak setrikan. Perasaan begitu menggebu dan terus memintanya untuk menyatakan cinta pada Jiwon.
"Kira-kira Jiwon nginep apa gak ya? Kalo nggak, gue mau ajak dia makan atau ketaman. Gue harus cepat bilang soal perasaan ini gak mau terus sembunyiin perasaan ini semua dari dia," gumamnya.
"Kalo pun Jiwon gak suka Binbin mungkin dia lebin terima Hanbin, mau Binbin atau Hanbin itu gak masalah karena masih sama-sama gue," lanjutnya.
"Yah.. Gue harus bilang sekarang juga." tegas Hanbin, diraihnya handphone untuk menghubungi Jiwon.
"Kok gak diangkat, apa dia udah tidur? Gagal dong rencana gue buat nembak dia?" gerutunya, kesal.
Sementara itu,
"Haah.. Seger banget!" seru Jiwon saat baru saja keluar dari kamar mandi.
"Oh yah Binbin udah tidur belum ya? Gue mau ke kamarnya, dia kan janji mau temenin gue main."
"Handphone gue mana lagi? Tadi gue denger bunyi, dari siapa?" terus mencari.
__ADS_1
Setelah ditemukan, "Hanbin?"
"Dia telpon, kenapa?" tanya Jiwon heran.
"Tut.. Tut.. Tut.."
"Hey Bin, lo telpon? Kenapa?" tanya Jiwon.
"Gue mau ketemu lo di taman sekarang, boleh?" ajaknya.
"Taman? Gimana yah___" Jiwon bingung.
"Kalo lo gak bisa gak apa-apa kok Won!" Hanbin sedikit kecewa.
"Bukan gitu Bin, tapi gue ajak temen boleh ya?" tanya Jiwon.
"Boleh, oke gue tunggu lo di taman!" tutup Hanbin dengan perasaan senang.
"Kamu mau kemana?" tanya Rosa ketika baru saja akan mengetuk pintu, tetapi Jiwon telah membuka pintu.
"Taman bentaran bareng Hanbin!" Jiwon menjawab, "Dia temen Woni, jadi mamah tenang aja. Binbin gak keliatan, dia kemana?" herannya.
"Dia udah tidur."
"Yaah, Jiwon kan mau ajak dia sekalian" ringisnya, kecewa.
"Kamu jangan ganggu dia, kasian. Kalo kamu mau pergi, pergi sendiri." saran Rosa.
"Apa?"
"Kalo Woni diculik karena sendirian ke taman gimana?"
"Astaga ini anak, kamu udah dewasa bisa jaga diri dan lagian ini masih waktunya banyak orang disana, jadi kamu aman"
"Mamah, yah?" rajuknya.
"Woni.." bentak Rosa.
"Iya deh Jiwon gak ajak Binbin pergi" pasrahnya.
Langkah kaki Jiwon terhenti didepan kamar Binbin, ia ingin membuka pintu kamar itu namun terhenti ketika sang ibu yang dibelakang mendehem keras.
"Ehem.."
"Iya iya!" berjalan kembali menuruni anak tangga.
"Apa iya Binbin udah tiduran? Kan dia janji mau main bareng. Hah, gue pergi sendirian deh." gerutunya dengan langkah kaki lunglai.
****
Taman ternyata tampak sunyi. Dan disana sudah ada Hanbin yang duduk menunggu Jiwon. Karena tak lama setelah menghubungi Jiwon, Hanbin bergegas pergi ke taman dekat rumah dimana keduanya akan bertemu.
__ADS_1
"Oh sial, kalo Jiwon bawa Kristal gimana? Apa gue urungin niat buat nembak dia? Tapi gue gak bisa nahan perasaan ini lebih dalam lagi." ringis Hanbin dengan meneguk minuman kalengnya.
"Hai Hanbin!" sapa Jiwon saat mendekat.
"Hai, lo bilang mau bawa temen?" tanya Hanbin yang ada kelegaan saat Jiwon datang seorang diri.
"Binbin gak bisa ikut"
Ucapan Jiwon sontak membuat Hanbin tersendak ketika meneguk minumannya.
"Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.."
"Kenapa Bin, lo baik-baik aja?" tanya Jiwon yang menepuk-nepuk pundak Hanbin.
"Jadi Binbin yang lo mau bawa?"
"Iya! Niatnya gue mau kenalin sama lo."
Dalam hati Hanbin, "Apa Jiwon tau kalo Binbin gak di rumah?"
"Emang kenapa dia gak ikut?"
"Kata mamah dia tidur jadi gue gak boleh ganggu dia deh" jelas Jiwon membuat Hanbin tenang.
Dalam hati Hanbin sangat bersyukur karena ternyata Jiwon tidak menyadari sosok Binbin yang tidak ada didalam kamar.
"Oh yah, kenapa lo minta gue dateng? Kita kan baru aja ketemu di mall" tanya Jiwon menuju pada inti kedatangannya.
"Gue punya 1 masalah Woni" Hanbin mulai gugup untuk berbicara.
"Apa gue bisa bantu mecahin masalah loe?" Jiwon menawarkan diri.
"Ya kalo lo mau bantu gue!" Hanbin menatap mata Jiwon.
"Pasti gue bantu, apa masalah loe?" tanya Jiwon yang belum mengerti tatapan cinta Hanbin.
"Woni__" Hanbin memanggil lembut dan memegang jemarinya.
Jiwon heran dan menatap mata Hanbin tajam, lalu tiba-tiba saja debaran jantung berdekup kencang terasa olehnya.
"Gue cinta sama lo, Woni!" ungkap Hanbin dengan tegas.
Jiwon tersentak kaget, rasa senang muncul dalam hatinya ketika ucapan cinta itu tiba-tiba terucap dari bibir Hanbin.
"Apa lo mau jadi cewek gue?" tanya Hanbin dengan penuh harap.
Jiwon mendadak diam dan tak menjawab. di hatinya telah tersangkut 2 cinta sama sangat kuat.
Jiwon benar-benar bingung harus pilih siapa. Lubuk hatinya terus menggebu ingin mengatakan "Iya" namun disisi lain juga dirinya mencintai sosok Binbin.
Sorotan mata Hanbin yang begitu tulus dan penuh cinta, membuat hatinya berontak menginginkan itu.
__ADS_1
Dengan menghela napas dalam, Jiwon menunduk pelan dan berucap, "Gue___"