Beneran Cinta

Beneran Cinta
08


__ADS_3

Kristal masih melongo kaget saat melihat penampilan cupu Hanbin, dengan menelan ludah Kristal melirik kearah Jiwon yang masih menggandeng tangan Hanbin.


"Won!" panggil Kristal, pelan.


"Apa?" sahut Jiwon.


"Boleh ngomong berdua?" pinta Kristal  tersendat.


"Ngomong apa sih?"


Ditariknya Jiwon cepat oleh Kristal yang langsung menjauh dari mereka.


"Lo yakin itu anak baru nanti?" tanya Kristal menyeringis. 


"Iya!"


"Jadi si cupu__" pekik Kristal tertahan saat Kai memanggil mereka karena waktu pemutaran film sudah tiba.


"Kalian berdua ayo, bentar lagi nih"


Kristal mengendus pasrah saat Jiwon melangkah pergi, dengan lunglai ia pun mengikuti langkahnya.


"Yuk Bin?" ajak Jiwon dengan memegang telapak tangannya selalu terasa dingin oleh Jiwon, sesaat ia menoleh dan menatap dari samping.


"Gue kok jadi inget cowok itu yah, kalo gue pegang tangan Binbin?" gumam Jiwon.


"Won, gue semakin cinta sama lo kalo gini caranya!" seru Hanbin dalam hati saat tau Jiwon memperhatikannya.


Mereka nonton dengan perasaan tegang, film horor yang dipilih Kai dan Kristal, karena memang mereka sangat suka. Sementara Jiwon begitu ketakutan melihat setiap adegan hantu muncul.


"Aaahh" teriak Jiwon seraya memeluk tubuh Hanbin yang duduk disampingnya.


Deg.. Deg.. Deg..


Jantung Jiwon berdetak cepat saat sadar telah memeluk Hanbin tanpa sengaja.


"Jantung gue kenapa berdetak kencang? Apa ini tanda gue suka sama Binbin? Tapi gue gak mau tersakiti oleh cowok untuk saat ini, ah paling ini sensasi biasa saat cewek meluk cowok" sergah Jiwon yang bergumam dalam hatinya.


"Jiwon meluk gue? Oooh andai aja lo tau Won kalo gue bahagia dipeluk sama lo" gumam Hanbin dengan senyum mengembang.


"Maaf Bin, gak sengaja" lirih Jiwon yang segera melepaskan diri.


"Gak apa-apa Won"


Disisi lain, Kristal yang tak lepas pandangan dari Jiwon, terus memantau dan ia mengeryit geli dengan tingkah Jiwon seperti orang bodoh dihadapan Hanbin.


"Ini udah gak bener, gak bisa dibiarin kalo gini" gerutu Kristal.


"Hei, kok ngelamun?" Kai menyadarkan Kristal.


"Gak suka sama filmnya?"


"Liat tuh Jiwon sama Binbin" sungut Kristal pada mereka.

__ADS_1


"Emang kenapa sama mereka?" tanya Kai heran.


"Apa Jiwon udah bener-bener kena kutukan Seojoon?" Kristal meringis takut.


"Mungkin cuma kebetulan aja Tal" kata Kai menenangkan, karena tampak di wajah Kristal ada rasa takut terhadap sahabatnya itu.


"Udah jangan urusin mereka lagi, liat layarnya bukan mereka berdua" pinta Kai yang mana Kristal memayun karena sang kekasih tak mendukung rasa gelisahnya.


"Kenapa sih, Jiwon harus beneran kena kutukan dari si kampret Ojun?" gerutu Kristal geram.


******* 


Rosa melihat Hanbin baru saja keluar dari kamarnya.


"Pagi Bin?" sapa Rosa dengan tersenyum manis padanya.


"Pagi tante" jawabnya, "Mau ke kantor yah tan?" tanya Hanbin dengan mendekat.


"Iya nih Bin, tante duluan yah?" pamitnya dengan melangkah, sesaat ia menoleh kembali, 


"Oh yah, nanti papahnya Jiwon dateng, jadi kamu jangan canggung, karena om juga tau kamu tinggal disini" jelas Rosa.


"Baik tante!" seru Hanbin.


"Pagi?" ucap Jiwon yang juga baru keluar kamar dan dengan mendekati mereka.


"Pagi sayang, Won papahmu pulang hari ini!" ucap Rosa.


"Kalo kamu mau papah pulang minggu depan, mamah suruh jangan pulang hari ini aja kalo gitu" canda Rosa dengan diiringi tawa Hanbin.


"Hahaha.."


"Ihh mamah" rengek Jiwon manja.


"Hahahaaaaa.." tawa Hanbin makin nyaring membuat Jiwon memperhatikan wajahnya, sungguh berkesan manis terlihat oleh Jiwon.


Disudut bibir Jiwon terukir senyum karena melihatnya bahagia.


"Mamah pergi duluan yah!" pamit Rosa dengan berlalu pergi.


"Hati-hati tante"


"Kita juga pergi sekarang yuk?" ajak Jiwon dengan menariknya pergi.


"Loh kita kan belum sarapan Won" kata Hanbin menahan langkahnya.


"Di kantin aja yah?!" pinta Jiwon, memelas. 


"Iya udah deh!" Hanbin mengalah.


Mereka pun menuju mobil dan melaju pelan. Hanbin terlihat begitu murung membuat Jiwon menoleh heran padanya.


"Kamu kenapa?" tegur Jiwon.

__ADS_1


"Kamu sayang banget sama papah kamu?" tanya Hanbin.


"Iya dong Bin, semua anak pasti sayang orang tuanya. Emang kamu gak sayang sama papah kamu?" selidik Jiwon heran, karena melihat muka Hanbin memucat.


"Kata mamah, papah pergi untuk selamanya. Jadi Binbin gak tau rasanya kasih sayang seorang papah lagi." jelas Hanbin dengan sedikit berlinang air mata.


"Kasian kamu Bin, padahal punya orang tua lengkap itu menyenangkan, kamu yang sabar ya?" pinta Jiwon ikut perihatin, Hanbin hanya dapat mengangguk pasrah.


"Kalo kamu mau, anggep aja orang tua Woni itu orang tua kamu juga, gimana?" Jiwon menyarankan.


"Sungguh Won?" tanya Hanbin antusias.


"Sumpah"


"Jiwon.. Fix lo jadi jodoh gue.." gumam Hanbin dengan menatap senyum manis Jiwon.


Sampainya di kampus Jiwon dan Hanbin turun dari mobil dan melangkah meninggalkan parkiran.


Semua mata mengarah kearah Jiwon dan Hanbin. Canda tawa keduanya begitu nyaring hingga membuat yang lain terbengong pada Jiwon.


Pusat perhatian tak diperdulikan Jiwon, ia terus mencoba menggoda Hanbin agar tak murung lagi.


"Lo liat tu Jiwon, gak banget sama si cupu?" pekik seseorang dengan mengejek.


"Lo mau makan apa Bin?" tanya Jiwon.


"Apa aja deh.." kata Hanbin yang memalingkan muka dari orang-orang yang menatapnya heran karena didekat Jiwon.


"Mbak nasi goreng dua yah"


Jiwon kembali dan duduk berhadapan dengan Hanbin, bola mata Jiwon mengarah pada Hanbin, ia menangkap senyum manisnya.


"Percaya atau nggak, gue ngerasa suka dideket lo saat ini. Gue seneng banget kenal sama lo, apa mungkin sumpah Ojun jadi kenyataan? Tapi gue yakin kalo ini bukan kutukan." gumam Jiwon yang masih menatap Hanbin dengan menopang dagu ke tangan, sementara Hanbin menunduk malu ketika terus ditatap oleh Jiwon. 


"Hay Won, Bin?" sapa Kristal, mendekati keduanya.


"Hay Tal" sapa Jiwon, sementara Hanbin hanya tersenyum pada Kristal.


"Udah lama?" tanya Kristal dengan melirik ketus pada Hanbin.


"Nggak kok baru kita disini"


"Mau pesen?"


"Udah, gih sana lo pesen juga" saran Jiwon.


"Won, temen kamu masih belum suka liat aku sama kamu?" Hanbin bermuka sedih.


"Biarin aja, Ital sebenernya baik kok. Cuma emang dia gak mudah gaul sama orang baru"


"Apa karena tampang aku yang gini?"


"Nggaklah, percaya sama aku kalo dia akan jadi sahabat kamu juga" Jiwon menenangkan.

__ADS_1


__ADS_2