
Jiwon masih merasakan dinginnya tangan Binbin, hingga 2 menit berlalu Jiwon tak kunjung melepaskan tangannya.
"Woni! Lepasin dong tangan Binbin, kasian itu kamu pegang terus" celetuk Rosa menegurnya.
"Eh, sorry! " Jiwon langsung melepas dengan wajah malu-malu.
Hanbin menoleh kearah sang ibu dengan senyum mengembang.
"Sini aku antar ke kamar" ajak Jiwon, dimana Hanbin pun mengikutinya dari belakang.
"Makasih ya Rosa, karena kamu dan Jiwon terima Binbin jadi aku tenang sekarang kalo pun jauh darinya" tutur Marni, lega.
"Sama-sama Mar, oh yah kamu jadi pulang atau mau nginep dulu disini?"
"Aku mesti pulang karena gak enak udah ninggalin banyak kerjaan"
Jiwon membuka pintu kamar yang akan ditempati Hanbin, "Bin ini kamar kamu, disamping itu kamar aku, jadi kalo kamu perlu bantuan bilang aja sama aku, oke?" jelas Jiwon.
"Makasih ya kamu udah baik dan mau terima aku!"
"Sama-sama Bin, aku seneng kok kalo kamu disini, jadi aku gak akan ngerasa kesepian kalo mamah papah ku gak di rumah" kata Jiwon, "Kita juga bakal satu kampus loh!" lanjutnya yang semakin mencoba akrab dengan teman barunya.
"Iya, mamah juga bilang gitu ke Binbin" Hanbin berusaha bersikap polos.
"Jadi nanti kita bakal sama-sama terus!" seru Jiwon dengan senyum mengembang.
"Jiwon, hati lo emang baik dan gue gak salah jatuh cinta sama lo" gumam Hanbin dalam hati.
"Hehehe.. Kamu yakin? Apa kamu gak akan malu kalo jalan bareng aku?" goda Hanbin.
"Kenapa mesti malu? Kita sama-sama manusia biasa, aku tulus temenan sama kamu Bin" tegas Jiwon seraya menatap mata Hanbin yang dibalut kacamata besarnya.
"Jiwon.. Hanbin.. Turun dulu sayang!" panggil Rosa.
"Turun yuk?"
Ajakan Jiwon ditanggapi anggukan kepala Hanbin yang mengikuti langkahnya dari belakang.
"Binbin, mamah pulang dulu yah? Kamu harus bersikap baik disini, jangan repotin Jiwon sama tante Rosa ya?" pamit Marni, seraya berpesan.
"Iya mah, hati-hati dijalan yah?" sahut Hanbin, hingga membuat kaget Marni yang masih belum terbiasa mendengar perubahan suara sang anak.
Marni memeluknya, "Inget, mamah gak mau kamu terus-terusan seperti ini" bisik nya.
__ADS_1
"Iya mamah sayang!" janji Hanbin.
"Jiwon jagain Binbin yah buat tante?!" pinta Marni saat melepaskan pelukan dari Hanbin.
"Pasti tante, Jiwon janji." sahutnya.
Marni pun pergi meninggalkan rumah keluarga sahabatnya.
"Bin! Kamu istirahat kalo capek, anggep rumah ini rumah kamu sendiri dan tante ibu kamu sendiri, oke?" ucap Rosa dengan membelai kepala Hanbin lembut.
"Makasih tante Rosa!" seru Hanbin dengan melangkah meninggalkan keduanya, sesaat ia menoleh kebelakang dan menangkap Jiwon sedang memperhatikan dirinya, Hanbin membalas senyuman Jiwon yang tersenyum untuknya.
*****
Hanbin melewati kamar Jiwon, ia mendekat dan merasakan aroma parfumnya yang khas. Dengan menghela aroma wanginya, Hanbin melangkah meninggalkan kamar Jiwon.
"Malem Bin?" sapa Rosa dengan membereskan makanan keatas meja.
"Malem juga tante!" sahutnya dengan mendekat.
"Gimana, nyaman tinggal disini?" tanya Rosa dengan menyediakan kusri untuknya.
"Sangat nyaman kok tante!"
Jiwon melihat mereka, dan perlahan mendekat.
Dalam hati Hanbin, "Wah, Jiwon cantik kalo gak pake makeup, terlihat alami!" pujinya yang terpesona.
"Bin? Kok diem, ayo makan!" tegur Rosa.
"Iya tante" ucap Hanbin dengan menunduk malu.
Setelah selesai makan malam, Jiwon mengajak Hanbin untuk pergi nonton dengannya.
"Bin, kamu ikut yah? Woni mau nonton bareng Ital, sahabat terbaik Woni." ajak Jiwon.
"Enggak usah deh, nanti malah Binbin bikin malu didepan sahabat Jiwon" tolak Hanbin.
"Kalo kamu temen Woni , kamu harus ikut, dan Woni gak malu kalo jalan bareng kamu kok" tegas Jiwon yang terus memaksa.
"Iya deh, Binbin ikut!" Hanbin mengalah.
"Nah, gitu dong" sahut Jiwon girang, "Ayo pergi sekarang!" seru Jiwon dengan langsung menarik tangannya.
__ADS_1
"Loh, temen Jiwon kan belum dateng?" Hanbin menghentikan langkah.
"Dia udah duluan bareng cowoknya!"
"Tapi Binbin nanti gak dicuekinkan?" tanya Hanbin.
"Gak dong Bin, kan ada Woni"
"Emang Woni gak sama pasangan juga?"
Hanbin terus banyak bertanya agar dapat semakin akrab dengan Jiwon, yang memang dapat bergaul dengan mudah pada siapa pun.
"Woni jones, jomblo ngenes hehe.." aku Jiwon.
"Jiwon bohong pasti nih?" goda Hanbin.
"Eh.. Gak percaya, nanti Woni buktiin sama kamu"
Sesampainya ditujuan.
Jiwon dan Hanbin turun dari mobil lalu menuju kedalam.
Tit... Tit... Tit...
"Iya Tal?"
"Lo dimana, gue sama Kai udah nunggu lama tau." cetus Kristal, kesal.
"Gue udah didalem kok" Jiwon menenangkan.
"Ya udah cepetan, gak pake lama titik." bentak Kristal dengan menutup sambungan.
"Dasar, gak sabaran"
"Yuk, mereka udah ngamuk karena lama nunggu!"
Tak butuh waktu lama, Jiwon dan Hanbin telah berada dihadapan mereka.
"Hay Tal, hay Kai?" sapa Jiwon, sementara Hanbin dibelakangnya.
"Sini Bin!"
Jiwon menarik tangan Hanbin, hingga terlihat jelas oleh Kristal dan Kai.
__ADS_1
"Kenalin ini Binbin, temen baru di kampus kita nanti"
"What the___Gak mungkin" gerutu Kristal dalam hati yang kaget dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.