
Saat mata kuliah berakhir, Kristal telah lebih dulu meninggalkan kelas karena ia akan bertemu Kai sang pujaan hati.
Jiwon mendekat pada Hanbin yang masih sibuk dengan buku-bukunya.
"Bin kamu mau ke mall dulu atau langsung pulang?" tanya Jiwon yang duduk disimping Hanbin saat membetulkan kacamata besar yang melekat di wajahnya.
"Terserah, Jiwon mau kemana?"
Nada suara Hanbin yang berubah begitu sempurna hingga membuat Jiwon tak sadar dengan penyamaran dalam diri Hanbin.
"Kalo Woni pengennya ke mall, mau ikut?"
"Mmm.. Ya udah kita ke mall"
Digenggam tangannya oleh Jiwon, terasa lembut dirasakan Hanbin.
Dari kejauhan Seojoon terus menggerutu tak percaya dengan apa yang dilihatnya, kutukan yang terlontar dari mulutnya kini jadi nyata. Kutukan yang hanya terucap karena emosi pada Jiwon menghantarkan Seojoon pada kekecewaan bila itu memang jadi kenyataan.
"Apa Jiwon beneran kena kutukan gue? Ahhh.. Gue nyesel banget kalo tau bakal gini." gerutu Seojoon kesal.
Kekesalnya bertambah saat ia berpapasan dengan keduanya.
"Jiwon sama cupu itu? Gue gak bisa terima ini, gue harus cari cara dapetin dia lagi" tegas Seojoon dengan menyeringis sengit melihat keduanya.
Jiwon pun menatap tajam pada Seojoon yang sejak tadi mengarah sinis ke Hanbin dalam gandengannya. Mata Seojoon seolah ada bara api yang berkobar, tatapannya menandakan kebencian pada sosok Hanbin.
"Liat Woni, lo gak akan lama lagi bakal takluk dihadapan gue." gumam Seojoon penuh yakin.
*****
Tit... Tit... Tit...
"Hay Marni, apa kabar?" tanya Rosa setelah meraih handphone.
"Baik Ros, gimana kabar Han__"
Dirinya masih sangat takut bila Hanbin terus bertingkah cupu selamanya, hal itu terus mengganggu pikiran Marni yang tidak bisa memantau dan mengingatkan agar hal itu tak akan terus berlanjut.
__ADS_1
Tolakan Hanbin terus diterimanya karena memang misi sang anak belum sempurna. Hingga dengan lapang dada Marni menerima keinginan anaknya untuk benar-benar mencari pasangan terbaik.
"Mar.. Marni.." panggil Rosa heran karena Marni belum juga melanjutkan ucapannya.
"Iya Rosa? Maaf aku ngelamun, karena kangen sama Binbin jadi aku kurang fokus" kilah Marni.
"Maksudku Binbin gimana keadaannya?" tanya Marni sangat khawatir.
"Binbin keliatan seneng-seneng aja tinggal disini. Lagian Jiwon pun jadi gak kesepian kalo aku sama papahnya sibuk gak ada waktu temenin dia!" terang Rosa.
"Syukurlah Ros kalo gitu, aku cuma takut Jiwon gak bisa terima dengan fisik Binbin yang norak itu"
"Kamu salah, malah Jiwon terlihat akrab dengan Binbin"
Rosa membuat Marni lega. Dalam hatinya berharap semakin cepat Jiwon dekat dengan sosok Binbin, semakin cepat pula Hanbin kembali pada wujudnya yang asli.
Sampainya di mall..
Jiwon begitu merasakan hal aneh, mendadak ia terbesit mengingat pria yang ditabraknya.
"Bin.. Kamu mirip loh sama orang yang Woni tabrak di mall ini" seloroh Jiwon, membuat Hanbin melirik panik mendengarnya.
"Siapa Won?" tanya Hanbin, berpura-pura santai.
"Aku gak tau namanya, kenal aja nggak, dia itu baik karena udah nolong aku waktu jatoh dikejar Ojun" jelas Jiwon.
"Mm.. Emang kenapa sama cowok itu? Kamu suka yah?" goda Hanbin yang membuat Jiwon tersipu malu.
"Apaan sih Bin, aku kan gak kenal dia dan lagian inget cowok itu juga karena Woni liat kamu" aku Jiwon dengan memalingkan wajah malu.
"Keliatan kalo kita mirip?"
"Dikit!"
Langkah mereka terhenti ditempat yang mana Jiwon menabrak pria itu. Jiwon menghentikan langkah Hanbin yang langsung mendelik heran padanya.
"Bin, disini Woni ketemu dia!" seru Jiwon dengan antusias.
__ADS_1
"Jiwon kok malah ngomongin Hanbin mulu, bukan Binbin? Tapikan masih sama kalo mereka itu gue juga, terus harus gimana?" gumam Hanbin bingung.
"Emang Jiwon mau ketemu cowok itu lagi?" tanya Hanbin penasaran.
Jiwon menjawab dengan cepat dan penuh antusias, "Mau!"
Hingga membuat Hanbin sedikit kecewa atas jawaban itu, karena berati memang Jiwon tidak ada rasa apa pun terhadap dirinya sebagai Binbin. Kini kesimpulan Hanbin terhadap Jiwon, bukan seperti apa yang diucapkan dulu untuk menerima orang cupu sekali pun.
"Kenapa?" tanya Hanbin yang semakin menculik rasa penasaran.
"Woni cuma mau bilang makasih sama dia, dan ingin kenal dia"
"Bohong, pasti Jiwon suka sama cowok itu?" goda Hanbin.
"Binbiiin.." teriak Jiwon dengan mengejar Hanbin yang kabur darinya.
Saling kejar pun terus berlangsung hingga rasa lelah rasakan Jiwon yang menghetikan kakinya.
"Capek Bin" dengan sedikit membungkuk, karena lelah Jiwon duduk di lantai dengan diikuti Hanbin yang duduk disampingnya.
"Sama nih, huh.." kata Hanbin dengan napas terengah-engah.
"Gue seneng banget dideket lo, rasa nyaman kalo disamping lo, Bin" aku Jiwon dalam hati, dengan menatap Hanbin.
"Kenapa?" tanya Hanbin merasa heran ketika mendapat tatapan darinya.
"Eh.. Gak apa-apa kok!" Jiwon canggung, senyuman manis terukir di wajahnya kini.
"Woni, senyuman kamu indah." puji Hanbin.
"Makasih!" serunya dengan memalu.
Dalam hati Hanbin, "Andai aja gue bisa bilang perasaan gue sekarang Won, tapi ini belum waktunya karena gue masih butuh keyakinan dari lo"
"Pulang yuk?" ajak Jiwon dengan bangkit lalu mengulurkan tangan pada Hanbin yang langsung diraih olehnya.
"Gue masih bingung lo suka Binbin atau Hanbin?" dalam hati Hanbin bertanya-tanya.
__ADS_1