
Hanbin melangkah menuju Marni yang asik menikmati teh hangat di tangannya. Dengan melirik sedikit pada sang ibu, Hanbin mulai berbincang.
"Mah?" panggilnya.
"Hem.." sahut Marni, santai.
"Hanbin gak mau tinggal di apartemen"
"Terus kamu mau tinggal dimana sayang? Kos-kosan? Gak baik ah, bahaya. Mamah gak mau kamu berkumpul sama anak-anak gak bener." tolak Marni.
"Mah, Hanbin mau tinggal di rumah Jiwon, boleh ya mah?" bujuk Hanbin membuat sang ibu menoleh heran.
"Jiwon? Kamu kenal dia?"
"Dia itu cantik, dan baik lagi"
"Kamu kan gak nemuin mamah waktu itu, kok bisa tau dia?" selidik Marni yang masih heran.
"Sebelum mamah kenal Jiwon, Hanbin udah kenal dia duluan di mall" jelas Hanbin.
"Mamah bingung yang kamu maksud Jiwon siapa?"
"Ya anak temen mamah itu lah" aku Hanbin dengan mencuil biskuit milik sang ibu.
"Kemarin Hanbin niat nemuin mamah, cuma karena liat ada Jiwon disana gak jadi temuin mamah"
"Kenapa? Kalo kamu temuin mamah, kan biar kalian lebih tambah saling kenal"
"Hanbin gak mau nemuin Jiwon dengan keadaan seperti ini"
"Mamah tambah gak ngerti sama maksud kamu"
"Mah ceritanya panjang nanti Hanbin ceritain" kata Hanbin yang ingin beranjak pergi, namun sang ibu menarik tangannya hingga Hanbin kembali duduk diatas sofa.
"Apa lagi mah?"
"Mamah mau denger cerita kamu sekarang juga"
__ADS_1
"Jiwon itu punya mantan cowok yang gak bener, dia sering selingkuh, dan saat Jiwon putusin tapi dia malah gak terima dan masih ngejar-ngejar,"
"Apa hubungannya kamu nemuin Jiwon dengan keadaan kamu sekarang?"
Kesal, "Mamah dengerin Hanbin dulu, jangan main potong aja nanti jadi gak nyambung ceritanya"
"Iya mamah dengerin"
"Jadi kemarin Hanbin gak sengaja liat Jiwon sama mantan cowoknya berantem dan cowok itu nyumpahin Jiwon, kalo dia gak akan dapet cowok yang sempurna melainkan cupu. Karena itu Hanbin ingin nguji cinta Jiwon, apa dia tulus mencintai orang karena cintanya atau tampangnya." jelas Hanbin panjang lebar.
"Jadi, kamu mau berubah culun gitu?"
"Iya mah, karena Jiwon bilang biar pun cupu asalkan dia setia gak masalah. Hanbin pengen tau dia pada pendiriannya atau cuma omong kosong aja"
"Kamu yakin sama keputusanmu buat ngejar Jiwon dengan cara itu?"
"Yakin mah!"
"Ya udah kalo gitu mamah telpon tante Rosa agar misi kamu itu semakin lancar"
"Ros.. Aku butuh bantuan kamu, boleh?"
"Silahkan Mar!"
"Kamu tau kan aku gak punya sodara di Jakarta, yang aku punya cuma kamu. Apa boleh anakku tinggal sama kamu? Dia gak mau tinggal sendirian di apartemen, gimana?"
"Kita kan seperti sodara, tentu boleh dong biar Jiwon ada temen juga disini"
"Makasih yah Ros, besok aku ke rumah kamu"
"Tante Rosa setuju mah?"
Marni mengangguk pelan yang mana Hanbin pun senang karena satu rencananya telah tercapai.
"Hah,, mudah-mudahan aja semua seperti Hanbin harapkan ya mah?" Hanbin seraya menyandar di bahu marni.
******
__ADS_1
Hanbin dan Marni berdiri didepan pintu rumah keluarga Jiwon. Bel rumah pun ditekan oleh Hanbin.
Ting.. Tong..
"Gimana mah, sempurna gak?" tanya Hanbin masih tak percaya dengan penampilan barunya.
"Sempurna sayang, sampe mamah pun gak kenalin sosok anak tampan mamah. Tapi inget cuma sementarakan? Mamah gak mau kamu bohongin Jiwon selamanya" Marni mengingatkan.
"Iya mah, Hanbin janji!"
Krekk..
Pintu terbuka saat dibuka oleh Rosa yang langsung menyapa keduanya, "Selamat datang di rumah kami!"" sapa Rosa dengan memeluknya erat.
"Rosa, kenalin ini Binbin anakku" ucap Marni memperkenalkan.
"Binbin tante!" ucap Hanbin.
"Ayo masuk!" pinta Rosa, ramah.
"Maklumlah, Binbin kan keadaannya seperti ini, mungkin Jiwon gak mau satu rumah bareng Binbin" ucap Marni ragu, yang mulai melancarkan rencana anaknya.
"Mar! Kita terima Binbin apa adanya kok" Rosa menangkan.
"Tante Mar, Jiwon gak seperti yang dipikir tante kok" timpal Jiwon yang melangkah kearah mereka.
"Wah, Jiwon emang bener-bener cantik!" gumam Hanbin dalam hati.
"Jiwon!" sapa Marni dengan memeluknya.
"Kenalin, ini Binbin anak tante!" ucap Marni.
"Halo, Jiwon!" ucap Jiwon dengan mengulurkan tangan pada Hanbin.
"Binbin!" seru Hanbin dengan meraih tangan Jiwon, dan pandangan terkesima melihat wajah cantik gadis dihadapannya.
"Dingin, kayak tangan cowok waktu itu?" gumam Jiwon saat merasakan genggaman tangannya.
__ADS_1