
Kristal terus memaksa Jiwon memberitahukan identitas mahasiswa baru itu, namun Jiwon tak menghiraukannya hingga Kristal terus mendesak.
"Ayo dong Woni, kasih tau gue cakep gak tu cowok?" bujuk Kristal.
"Mana gue tau tampang dia, kenal juga nggak Tal. Lagian lo ngapain tanya dia ganteng apa nggak? Cowok lo si Kai mau dikemanain?" sindir Jiwon.
"Yah bukan buat gue, tapi buat lo yang lagi jomblo ini, hahaha.." sindir Kristal dengan tertawa.
"Sialan lo" sungut Jiwon.
Kelas pun dimulai.
Jiwon belajar dengan serius, walau pun ia baru putus tapi sikapnya biasa saja. Kata orang putus cinta hidup hampa, sampai ada yang nekat bunuh diri.
"Kalo gue sih bukan orang bodoh yang rela mati cuma karena putus cinta. Nggak ada cinta bukan berati dunia hampa, ya gak sih?"
Mata pelajaran selesai. Kristal mengajak Jiwon ke kantin, dan disetujui olehnya.
"Loh itukan Jiwon, kok dia ada disini? Apa dia juga kuliah disini? Mendingan gue sapa dia kali yah, tapi apa dia inget siapa gue?" ucap seorang pria saat melihat sosok Jiwon yang berjalan bersama temennya.
"Lo mau pesen apa Won?" tanya Kristal.
"Gak.. Gue cuma mau minum aja!" kata Jiwon yang terus memperhatikan jam di tangannya.
"Kenapa lo liatin jam terus?" tanya Kristal heran.
"Nyokap katanya mau kesini!"
"Mau ngapain?"
__ADS_1
"Ketemu temen lama nyokap, ibu anak baru nanti!"
Saat Jiwon Ingin menyedot minumannya, tangan tiba-tiba dipegang erat.
"Woni, gue cari lo kemana-mana taunya lo disini" ringis Seojoon yang tiba-tiba datang.
"Itu kan cowok yang Jiwon bilang mantannya, jadi mereka sama-sama kuliah disini" gumam orang itu dari kejauhan yang terus memperhatikan mereka.
Dengan menarik napas geram, Jiwon menatap Seojoon setengah hati.
"Jun please jangan ganggu gue lagi" pinta Jiwon, berusaha santai.
"Won, gue kan udah minta maaf sama lo, masa sih lo gak mau maafin gue?" protes Seojoon.
"Gue maafin lo kok, tapi bukan berarti gue jadi milik elo lagi, paham?" cetus Jiwon yang mulai terpancing.
"Won, apa lo bener-bener gak ingin kita balik?" tanya Seojoon.
"Tapi Woni____" Seojoon terhenti karena Jiwon segera menutup mulutnya.
"Elo udah nyakitin gue dengan lo selingkuh dibelakang gue, apa gue harus tetep disamping lo?" tanya Jiwon geram.
"Harusnya lo ngerti dong Won, gue selingkuh karena lo gak bisa bahagiain gue" Seojoon mengungkapkan.
"Bahagiain dengan gue tidur sama lo gitu? Sorry, gue bukan wanita bejat." tegas Jiwon, lantang.
"Lo kok bilang gitu?" protes Seojoon.
"Terus apa lagi yang lo mau dari gue, hah? Cuma itu yang lo mau, setelah lo dapet lo tinggalin gitu aja, kan?"
__ADS_1
Suara Jiwon makin lantang, semua mata kini menatap kearah mereka.
"Elo.. lo udah buat malu gue.." Seojoon geram.
Jiwon tercengang saat Seojoon ingin mendaratkan tangan ke wajahnya. Namun seketika tertahan.
"Tega banget sih tuh cowok, gak punya hati banget sama cewek" gerutu pria itu.
"Nih buat lo Jun" kata Jiwon dengan mendaratkan sebuah tamparan.
Plak..
"Berani-beraninya lo gampar gue" ringis Seojoon Dengan wajah beramarah.
"Gue udah capek sama lo, gue udah bebasin lo buat cari cewek yang lo mau, tapi lo selalu ngejar gue. Sekarang lo bisa dapetin cewek yang bisa lo mainin Jun sesuka hati lo, jadi buat apa lo ngejar gue lagi? Karena percuma, gue gak akan mempan elo mainin." tegas Jiwon, untuk kesekian kalinya.
"Denger yah Won, gue sumpahin lo gak akan pernah dapet cowok yang ganteng dan sempurna kayak gue, tapi lo bakal dapet yang jelek juga cupu abis." sumpah Seojoon dengan sinis.
"Nyumpahain gue boleh aja, asalkan cowok jelek dan cupu itu gak minta macem-macem kayak lo, gue terima dengan senang hati" kata Jiwon tak takut pada sumpah serapahnya.
Seojoon geram, ia meninggalkan Jiwon dengan penuh amarah.
"Won lo gak takut sumpahnya jadi kenyataan?" tanya Kristal, ketakutan.
"Ital, kenapa gue mesti takut?" sahut Jiwon santai.
"Emang lo mau punya cowok culun?" ringis Kristal.
"Mau aja, yang penting dia setia sama gue dan gak pernah selingkuhin gue" sahut Jiwon meninggalkan Kristal yang hanya bengong.
__ADS_1
"Jadi Jiwon rela punya cowok cupu asalkan dia setia? Oke, gue bakal buktiin ucapan itu." gumam pria tadi.
"Jiwon, tunggu!" teriak Kristal yang mengejar langkahnya.