
"Rese banget tu anak, pake kasih bunga segala lagi? Dikira gue bakal luluh sama bunga-bunga ini?" dumal Jiwon.
Tidak ingin terus berdiam dengan membiarkan Seojoon terus mengusik hidupnya, kini Jiwon berniat pergi menemui sang mantan kekasihnya itu.
"Mau kemana Won?" tanya Kristal menahan.
"Gue mau balikin ini ke Ojun" kesal Jiwon.
"Udahlah buang aja tanpa harus temuin dia, bisa keenakan dia kalo lo temuin dia langsung" cegah Kristal.
"Justru kalo gue buang langsung tanpa dia liat, bisa mikir gue terima sama pemberiannya ini."
"Bener juga kata lo, ayo deh gue temenin lo" kata Kristal yang melangkah ketika Jiwon telah berjalan.
"Ngapain lo diem?" tanya Kristal ketika Hanbin masih diam mematung.
"Aku juga ikut?" tanya Hanbin yang harus siap siaga berakting polos dihadapan yang lain.
"Elo temen Jiwon bukan?" pertanyaan Kristal dijawab anggukan kepala antusias Hanbin.
"Ya udah ayo ikut!" ajak Kristal seraya menarik tangan Hanbin.
Jiwon menahan salah satu mahasiswa dan menanyakan keberadaan Seojoon padanya.
"Liat Ojun gak?"
"Ngapain nanya dia, balikan lo?"
"Gak usah ikut campur deh, liat dia gak?" kesal Kristal.
__ADS_1
"Tenang Tal tenang!" ucap Hanbin.
"Kagak liat gue" jawabnya seraya pergi dari hadapan mereka.
"Bilang kek dari tadi, pake nanya hal gak penting lagi" dumal Kristal.
Hanbin tersenyum dengan sikap Kristal yang sangat sayang pada Jiwon, kini dirinya tau kenapa Kristal masih kurang suka pada dirinya.
"Kenapa kamu gak telpon dia aja Won?" saran Hanbin.
Jiwon langsung mengeluarkan handphone Seojoon dan mencari nomer Seojoon dengan nama ( My ❤ ), Hanbin yang melihat itu langsung memasang wajah sedih.
"Jiwon belum ganti nama Seojoon di Hp nya, apa karena perasaan hatinya masih cinta sama dia?" gumam Habin dalam hati.
"Dimana lo?" nada ketus.
"Kenapa?"
"Eh Won, lo main bilang cepetan kesini tapi lo lupa bilang sama dia dimana keberadaan lo" protes Kristal, "Bisa-bisa satu jam dia nyampe sini karena kelamaan nyari lo." tambahnya.
"Ital sayang, gak usah takut deh. Semenjak gue sama dia putus, dia itu punya sembilan ratus sembilan puluh sembilan mata di kampus ini buat tau keberadaan gue."
"Ckckck.. Nanggung amat neng?"
"Satu nya ya di si Minyoung itu" kesal Jiwon.
Tak lama Seojoon dan beberapa sahabatnya datang.
"Mau bilang makasih atas bunganya? Atau bilang kita balikan?"
__ADS_1
"Jangan sok pede lu kutu busuk" maki Kristal.
"Etsh.. Dulu kan lo paling dukung banget sama hubungan gue dan Jiwon? Kok lo ngamuk sih Tal?"
"Cuih.. Kalo bisa diputer waktu, gue gak akan mau dukung lo si tukang selingkuh, nyesel banget gue dukung orang kek elo." Sinis Kristal.
"Ital.. Biar gue yang ngomong sama dia" Jiwon menenangkan.
Nada lembut, " Sini?" pinta Jiwon agar Seojoon mau mendekat.
Mengira sang mantan akan menerima kembali, dengan antusias Seojoon melangkah kehadapan Jiwon.
"Gue tau lo masih cinta juga sama gue Woni sayang" Seojoon berniat memeluk, namun segera Jiwon menepis tangannya.
"Cinta?__"
"Makan nih cinta buat lo." lantang Jiwon mengucapkan seraya melempar bunga pemberian Seojoon.
Karena terbawa kesal, Jiwon dengan amarah menginjak-injak bunga itu membuat Seojoon beremosi dan mulai melayangkan tangan kearah Jiwon.
Sayangnya, tangan Seojoon berhasil ditahan oleh Hanbin. Dengan kuat Hanbin menekan pergelangan tangan Seojoon hingga kesakitan.
"Dasar cupu, gak usah sok ikut campur urusan gue"
"Aku cuma gak suka sama cowok yang suka main tangan, banci tau gak?" protes Hanbin.
"Gue peringatin sekali lagi ya Jun, stop ganggu gue karena sampe dunia ini hancur pun gue gak mau balik sama lo." tegasnya.
Jiwon menarik tangan Hanbin, "Ayo Bin kita pergi"
__ADS_1
"Mampus lu, wuek.." ejek Kristal sebelum pergi mengejar langkah Jiwon.