
Jiwon masih merintih sakit sehinga sedikit memberikan pijatan ke kakinya.
"Lo gak apa-apa, kan?" tanya seseorang yang mengulurkan tangan pada Jiwon.
"Gak apa-apa kok" jawab Jiwon.
Dia melihat senyuman pria itu, tampak indah. Perlahan Jiwon meraih tangannya, terasa dingin tangan itu oleh Jiwon.
"Yakin kaki lo gak baik-baik aja?" tanya pria itu, memastikan.
"Cuma kekilir biasa kok, hehe.." Jiwon berusaha meyakinkan.
"Makasih atas pertolongannya!" ucap Jiwon dengan menatap bola matanya, ia pun mengangguk pelan.
"Cantik juga nih cewek! Tapi gak nyangka diabaikan gitu aja sama cowoknya" gumam pria itu yang tau pertengkaran diantara Jiwon dan Seojoon.
"Ehem.. Kok diem sih?" tegur Jiwon saat melihatnya melamun.
"Eh, maaf.. Oh yah bukannya gue mau ikut campur nih, tadi itu cowok lo yah?" tanya pria itu.
"Tapi itu beberapa jam yang lalu, sekarang gue sama dia udah putus. Biasa dia selingkuh gitu deh dibelakang gue." cerocos Jiwon dengan mulai mengakrabkan diri.
"Masa sih cewek secantik lo diselingkuhin?" pria itu tak percaya.
"Ah lo bisa aja bikin gue terbang. Oh yah gue Jiwon!"
Mencoba memperkenalkan diri dan pria itu marih tangan Jiwon.
"Gue Ha__" kalimatnya terputus saat Seojoon memanggil nama Jiwon, ketika menemukannya kembali.
"Jiwon.."
"Sorry yah gue harus pergi sekarang" pamit Jiwon meninggalkannya dengan tertatih.
Pria itu hanya dapat menatap kepergian Jiwon yang terus berlari menuju parkiran. Saat didalam mobil ia baru dapat bernapas lega, lalu melajukan dengan cepet.
Tetapi saat ditengah perjalanan pulang, Jiwon teringat akan sosok pria tampan dan baik hati yang baru beberapa menit dikenalnya.
__ADS_1
"Kira-kira nama dia siapa yah? Ah.. Gara-gara si pengacau Ojun, gue jadi gak tau namanya" Jiwon menggerutu, kesal.
Tit.. Tit.. Tit...
Handphone berdering, saat melihat layar tertera nama Seojoon sehingga membuat Jiwon muak.
"Nih cowok nyebelin banget deh, mesti gimana sih gue buat lepas dari kejaran dia?" lelah Jiwon.
"Gue udah bilang berapa kali sama lo, jangan ganggu gue lagi. Gue muak sama tingkah lo tau" pekik Jiwon ketika mengangkat panggilannya dan langsung mematikan kembali tanpa mengizinkan Seojoon berbicara sepatah kata pun.
*****
Sesaat Jiwon terdiam dihadapan cermin, rasanya ia malas untuk pergi ke kampus karena dirinya yakin Seojoon akan mengganggunya. Dengan menarik napas, Jiwon keluar kamarnya.
"Pagi mah!" sapa Jiwon, lemas.
"Sayang kamu mau bareng mamah?" tawar Rosa.
"Loh kita kan beda arah, emang mamah gak ke kantor?" heran Jiwon, mengerutkan wajah.
"Mamah mau pergi ke kampus kamu, soalnya temen mamah minta ketemuan disana!"
"Anaknya temen mamah kuliah di kampus yang sama dengan kamu, dia gak ada waktu buat ketemuan diluar karena harus balik cepet" terang Rosa yang menyodorkan roti padanya.
"Oh.."
"Kamu kok lemes banget?"
"Jiwon lagi sebel mah, Ojun pasti ganggu lagi di kampus" keluh Jiwon.
"Itu karena anak mamah kan emang cantik jadi wajar kalo cowok ngejar kamu"
"Jiwon pergi dulu yah mah?"
"Hati-hati yah?"
Jiwon melangkah pergi dengan setengah hati, ia melaju mobilnya perlahan. Sesampainya di kampus, Jiwon langsung jadi sorotan para mahasiswa, dengan santai Jiwon terus melangkah tanpa memperdulikan godaan mereka.
__ADS_1
"Jiwon!" teriak seseorang memanggil, Jiwon menoleh.
"Elo dicari Ojun tuh" katanya saat mendekat.
"Dia dimana?" tanya Jiwon.
"Di kantin bareng Minyoung!"
"Nanti kalo dia tanya gue lagi, lo bilang gue gak masuk oke?" pinta Jiwon dengan berlalu pergi.
"Itu orang gak kapok-kapok cari gue, menyebalkan tau" gerutu Jiwon.
"Pagi Tal!" sapa Jiwon sesampainya didalam kelas.
"Won, yang gue denger bener gak sih kalo lo udah putus sama Ojun?" tanya Kristal heran.
"Maaf Ital sayang, gue lupa buat bilang sama lo"
"Kenapa Woni? Lo nuntut dia lagi?"
"Panjang cerita nya, intinya dia beneran selingkuh dibelakang gue selama ini." ungkap Jiwon.
"Padahal kalian cocok banget loh" ringis Kristal, kecewa.
"Udah, jangan bahas dia males gue Tal"
"Oh yah, katanya nanti ada anak baru loh di kampus!" kata Kristal senang.
Biasalah Kristal kalo soal anak baru, apa lagi yang cakep, dia gak bakal ketinggalan berita.
"Iya gue tau, nyokap gue yang bilang" tutur Jiwon.
Bingung, "Kok, nyokap lo tau?" tanya Kristal, polos.
"Kan anaknya temen nyokap gue!" ungkap Jiwon seraya mencubit pipi Kristal, gemas.
"Waah.. Berati lo udah kenal dong, ganteng gak, cakep banget pasti?" celetuk Kristal dengan menopang dagu menatap Jiwon penuh harap.
__ADS_1
"Nih makan tuh cakep, hahaha.." goda Jiwon seraya menempelkan buku ke wajahnya dengan tertawa, lalu pergi dari hadapan Kristal.
"Sialan lo Won" gerutu Kristal, kesal.