Berawal Dari Benci

Berawal Dari Benci
Boneka Doraemon.


__ADS_3

.


.


.


.


Pagi hari di rumah besar kusuma.


"mah, pah aku anterin isal ke bandara dulu ya"Diana sambil duduk di sebelah wildan.


"iyah kalian hati hati di jalannya jangan ngebut ngebut"Wilda sambil melirik Isal.


"Maaf yah kita ga bisa anterin kamu ke bandara soalnya om ada miting hari ini"Wira sambil merangkul wilda.


"iya om ga papa, kalo gitu kita berangkata dulu ya om,tante"Isal sambil mencium tangan wilda dan wira.


"Iya aku berangkat dulu ya"Diana sambil mencium tangan wilda dan wira.


"Asalamualaikum"Diana dan isal barengann.


"waalaikumsalam"Wilda dan wira.


Diana dan isal masuk ke dalam mobil,isal mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


.


.


.


Di bandara.


"lo hati hati di jalan!!"Diana sambil teriak.


Isal menanggapinya dengan senyuman dan langsung berjalan menuju pesawat yang akan terbang ke hongkong.


Diana langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju pulang ke rumah.


Tapi di perjalanan diana melihat boneka yang doraemon dengan ukuran besar, Diana ingat kalo kania suka boneka doraemon dan membelinya terlebih dahulu.


"mba ini berapa harganya?"diana menanyaknya ke pegawai di toko boneka.


"itu 1 juta "pegawai toko.

__ADS_1


"oh saya beli ini , tolong bungkusin"Diana sambil memberikan boneka itu ke pegawai toko dan memngeluarkan uang 1 juta.


"trima kasih, slamat siang" Pegawai perempuan dengan senyum yang ramah.


Diana menanggapi dengan senyuman dan langsung keluar dari toko dan lngsung menuju mobilnya.


.


.


.


.


----------


Mobil diana masuk ke dalam gerbang.


"Asalamualaikum,aku pulang"Diana sambil masuk ke dalam rumah.


"waalaikumsalam"Kania yang sedang duduk di sofa.


"de,papah sama mamah ke mana?"Diana sambil duduk di sebelah Kania.


"ada keperluan katanya"kania sambil melirik kantong plastik besar yang di sebelah diana.


"jeng jeng jeng"Diana sambil mengeluarkan boneka besar yang ada di kantong plastik.


"wah, ka ini besar banget"Kania sambil menutup mulutnya yang ngagap.


"ini buat kamu dari kaka"Diana sambil memberikan boneka Doraemon besar ke Kania.


"ahh... makasihhh...."Kania sambil meluk kakanya dan mencium bibinya beberapa kali ga kehitung.


'adeh basah ni pipi gue di cium trus'batin Diana.


"iyah sama sama"Diana sambil mengacak ngacak rambut kania.


"eh de bentar lagi kan kamu lulus smp kamu mau ke SMA mana?"Diana sambil melirik Kania yang sedang asik memeluk boneka Doraemon.


"em aku ke SMA tempat kaka aja"Kania sambil pokus memeluk boneka Doraemon besar.


"oh..."Diana dengan lurus.


"klo kaka mau terusin ke mna"Kania sambil ngelirik kakanya.

__ADS_1


"em kaka mau kuliah di universitas xxx, bareng sama nesya dan Nadia"Diana sambil pokus menonton tv.


"ohh,gih kaka mandi dulu bau acem tau."Kania sambil memegang hidungnya.


"iyah ini mau mandi kamu ngajak ngobrol mulu tadi"Diana sambil beranjak dari duduknya dan naik ke atas .


.


.


.


.


Malam hari.


Keluarga diana sedang makan malam di meja makan dengan hening tanpa suara. selesai makan mereka duduk di ruang tamu.


"Di kamu belum lupa kan sama perjodohan yang pas itu papa bilang"Wira yng sedang duduk bersebelahan dengan wilda.


"iya pah belum"Diana dengan muka malesnya.


"bagus minggu depan kita bertemu dengan mereka"Wira dengan santainya.


Diana yang sedang makan cemilan tersedak karena kaget.


"uhuk uhuk..."Diana sambil menggambil minum.


"Apa pah minggu depan.ia deh"Diana dengan pasrah.


Sejak kejadian Lina memeluk Rian diana jadi pasrah dengan perjodohan,karena menurutnya pilihan papahnya pasti orang baik baik.


.


.


.


.


Di rumah besar wijaya.


"Rian kita minggu depan bertemu dengan calon besan sama calon tunangan kamu"Tirta dengan menyantap makan malam.


"iyah."Rian menjawabnya dengan nada dinginya.

__ADS_1


Pa tirta tau mengapa rian menjadi orng yang dingin dan sering tertutup karena semenjak kepergian ibunya rian sangat terpukul dan selalu mengurung diri di kamar.


__ADS_2