
.
.
.
.
.
"kamu mau kemana.."Fira sambil menahan tangan Rian yang akan pergi.
"buka urusan lo"Rain denga datar dan menepis tangan Fira yang memegangnya.
"lo ga mau masuk tuh bebeb lo udah masuk!" Teriak Rian ke kedua sahabatnya.
"apa si ayang ninggalin gue"Rizal sambil celingak celinguk Mencarai Nadia.
"iya makanya ayo"Rian sambil menarik tangan Rizal dan David untuk mengejar Diana dkk.
"Kita harus buat mereka putus"Fira sambil senyum sinis dan melihat ke Fina dan Reni.
"setuju gue ga rela orng lain dekatin Rizal"Fina. dengan menggepalkan tangannya.
"iya gue juga ga rela kalo david sama yang lain selain gue"Reni dengan mengepalkan tangannya.
"makanya kita harus buat rencana matang matang untuk pisahin mereka."Fira dengan senyum sinis.
.
.
.
.
.
Pulang kampus.
Diana dkk menuju gerbang kampus.
"kalo gitu gue pulang duluan ya, yu Riz"Nadia menarik tangan rizal sambil berjalan menuju mobilnya.
"iya nesya juga duluan"Nesya sambil menarik tangan david.
"iya sono"Diana sambil melampaikan tangannya.
"Rian gue juga duluan"Teriak david.
"iya monggo"Rian dengan senyum.
Di tempat itu tinggal Rian dan Diana.
Diana berjalan menuju mobilnya tapi tangannya ada yang menaha nya.
__ADS_1
Diana menoleh itu adalah rian.
"gue mau ngomong sama lo"Rian sambil menatap Diana.
"lain kali aja gue sibuk"Diana dengan sinis.
"plise gue mau ngomong dulu sebentar sama lo"Rian dengan memohon.
"yaudah mau ngomong apa"Diana dengan ketus.
"knapa lo ga angkat telpon dari gue dan kenapa lo blok nomor gue"Rian dengan menatap Diana.
Diana hanya diam.
"jawab diana kenapa"Rian sambil terus menatap diana.
Diana tunduk.
"Gue gue.. mau hubungan kita sampe di sini aja"Diana sambil berjak pergi.
"tapi alasannya apa lo putusin gue"Rian dengan teriak.
"gue mau sendiri dulu gue ga mau berhubungan dengan laki laki"Diana tanpa menoleh Rian dan langsung masuk ke dalam mobilnya dengan air mata ga tertahan turun memenuhi pipinya yang mulus.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Diana memutuskan untuk pulang ke rumah nadia, Diana memencet nomor Nadia.
"halo Nad gue sekarang ke rumah lo ya "Diana sambil pokus menyetir.
"iya gue tunggu"Nadia di telpon.
Diana langsung mematikan telponnya dan langsung menjalankan mobilnya menuju rumah Nadia.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Di rumah nadia.
tok tok tok ..
"iya bentar"teriak nadia di dalam rumah.
"iya Di masuk"Nadia dengan menarik tanagn Diana.menuju kamar Nadia.
"lo kenap ko dari tadi lo diem aja ga ngomong biasanya lo nyerocos"Nadia sambil melirik ke diana.
"engga ko , gue cuma cape ngomong mulu, mungkin gue insaf."Diana dengan Tertawa.
"amin semoga lo insaf kalo lo insaf gue bersukur telinga gue ga budeg lagi"Nadia dengan tertawa.
"tapi insyaf nya sementara "Diana dengan terkekeh.
'emng ada insyaf sementara , etdah temen gue ga ada yang bener sarap semuanya' batin Nadia.
.
.
.
.
.
Rian menjalankan mobilnya menuju ke klub Dia ingin menenangkan pikirnannya yang memikirkan diana, Padahal waktu terakhir rian ke klub waktu smp dan sekarang dia ke klub lagi.
Rian masuk ke dalam klub dan langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa.
Para cewe penggoda menghampiri rian.
untuk menyentuhnya tapi rian menolaknya dan langsung meneju ruangan Vip untuk dia sendiri.
Rian meminum banyak alhol sampe sampe kesadarannya hilang. Rian meracau memanggil manggil nama nama diana.
"Diana gue ga mau putus sama lo, gue ingin kita balilan"Rian dalam keadaan mabuknya.
Rian sambil berjalan sempoyongan untuk keluar dari Klub.
Tapi samar samar rian melihat 2 orng menghampiri Rian tapi pandangannya kabut dan dia langsung pingsan.
.
.
.
.
__ADS_1
.