Berawal Dari Benci

Berawal Dari Benci
Berawal dari benci jadi Kawin.


__ADS_3

.


.


.


.


.


---------


Diana dan Rian masih adu omong dan sementara para orantua menetapkan tanggal pernikahan.


"kita ga usah tunangan langsung nikah ajah toh anak kita udah dewasa"Usul wira ke Tirta.


"Ya langsung nikah, tapi pernikahannya kita rahasiakan dulu dari publik, kalo seandainya kita umbar pasti bakal banyak kementar negatif dan mereka akan jadi inceran para pembisnis yang curang ingin menghancurkan kita melelui mereka,dan nanti kalo saatnya kita publikkasikan"Tirta menjelaskn ke wira dan wilda.


"Saya setuju usul mu bro"Wira sambil senyum ke Tirta.


"Pernikahannya kapan?"Tirta menanyakan ke wira dan wilda.


"Minggu depan aja gimana?"Usul Wilda ke Wira dan Wilda.


"Lebih cepat lebih baik"Tirta dengan senyum.


"jadi sepakat ya minggu depan"Wira menengahi mereka.


Tirta dan Wilda menanggapi dengan anggukan.


"Stt... kalian jangan berantem kalian akan nikah minggu depan."Wira dengan tegas.


Yang tadinya merek adu omongan langsung membulatkan matanya hingga sempurna karena kaget.


"APAA!!!"Kaget mereka berdua.


"Ga ada penolakan kita udah diskusiin udah dill"Wilda menyambung ucapan Wira.


'alamak Gue nikah ama cowo tengik, Nggaaa.....'Batin Diana.


'agh....gue nikah sama cewe itu bisa ancur idup gue'batin Rian.


.


.


.


.


.


Nadia Sedang melamun di kamarnya.


"Aggh.. gue harus telpon Diana dan Nesya kesini gue butuh orng curhatt".


Nadia menggambil hp nya dan memencet nomor Diana.


"halo di,bisa kerumah gue ga gue mau curhat nih"Nadia sambil duduk di atas tempat tidur.


"Iya gue juga sekalian mau curhat sama lo"Diana di telpon.


"iya gue tunggu bye"Nadia langsung mematikan telponnya.

__ADS_1


Nadia langsung menelpon Nesya untuk ke rumahnya.Nesya dan Diana sedang otw ke rumah Nadia.


.


.


.


.


"Bro gue sama David mau main ke rumah lo sekarang"Rizal di dalam telpon.


"Serahlo"Rian langsung mematikan hp nya


.


.


.


.


.


Diana dkk sedang duduk di kasur Nadia.


"Siapa yang mau curhat pertama"Diana dengan sendu.


"Biar gue aja"Nadia dengan sendu.


"Gue takut Rizal di ambil Fina soalnya dia berani bentak gue semnjak ada Fina dan gue di acuhin di dalam mobil"Nadia dengan sendu.


"Nesya juha takut kehilangan David, David juga semenjak ada reni sikap David ke nesya jadi berubah"Nesya dengan sendu.


"iya, eh kalo lo mau curhat apa keliatannya lo banyak beban"Nadia smabil menyelidiki wajah Diana.


"Jadi ginii......"Diana menggantung omongannya.


Sementara Nesya dan Nadia penasaran dengan diana.


"cie nungguin ya...ha..ha.."Dian dengan senyum.


"cepet Onta kita udah penasran"Nadia dengan kesal.


"iya deh, jadi ginii...,sini deh agak deketan"Diana sambil mndekati mereka berdua.


"gue mau dijodohin sama orangtua gue dan gue nikah minggu depan."Diana dengan suara pelnnya.


"apa lo mau nikah"Nadia dengan kaget.


"huum, tapi pernikahan gue di rahasiakan dulu"Diana dengan sendu.


"Wow ismejing"Nadia dengan senyum.


"Siapa calonnya Di"Nesya sambil menanyakan ke Diana.


"emm..,sama Rian"Diana mengecilkan suara Rian.


"Omo omo lo kualat kan gue juga pernah bilang kalo benci ama orng jangan berlebihan kan jadi nikah ha..ha..ha.."Nadia dengan ketawa.


"Berawalnya dari benci jadi kawin ha..ha..ha.."Nesya sma ketawa karena geli.


"lo ya temen gada ahlak.,gue mau pulang ah ga ada untungnya gue curhat ama lo pada"Diana sambil cembrut.

__ADS_1


"huh ambekan!."Nadia dengan terik


.


.


.


.


.


Rizal dan David Sudah sampe di rumah Rian.


"Malam om,Rian dmna ko ga keluar keluar"Rizal smabil mencium tangan Tirta di ikuti oleh David.


"Malam,kaya nya dia lagi setres"Tirta dengan senyum senyum.


"maksudnya om?"David dengan keheranan.


"Gih masuk ke dlam kamrnya aja nanti juga kalian tau"Tita sambil senyum.


Rizal dan David semakin bingung.Merek mengetuk pintu kamar Rian.


"Rian ini gue Rizal"Rizal sambil mengetuk pintu.


"Masuk aja."Teriak Rian di dalam kamar.


Rian masuk di ikuti oleh David .mereka duduk di sofa kamar Rian.


"lo mau curhat apa"Rian sambil berjalan menghampiri mereka berdua.


"gue lagi ada masalah sama Nadia sampe sampe telpon gue ga di jwab"Rizal dengan sendu.


"gue juga sama"David dengan sendu.


"eh kata bokap lo lo lagi setres ya lo setres apa"David sambil memegang dahi Rian.


"ngga ko,"Rian smabil menepis tangan David.


"Trus knpa bokap lo pas kita dateng senyum senyum sendiri"Rizal dengan menyelidikinya


"Sebenarnya.... gue di jodohin ama bokap gue."Rian dengan sendu.


"Apaa sama siapa, orng kaya kan,cantik apa engga,trus nikahnya kapan."Rizal nyerocos kaya emak emak konpleks


"buset dah tanya tuh satu satu, gue di jodohin sama...Diana , kekayaanya ga kehitung , lo bisa lihat kan wajhnya gimna ,gue nikah minggu depan.itu yang bikin gue setres."Rian dengan sendu.


"Wow.... demi apa lo bakalan nikah sama Diana yang jadk musuh bubuyutan lo"Rizal kaget dengan jawaban Rian.


"Demi lo botak jadi tuyul."Rian dengan ketus.


"Gue bisa banyangin Rizal jadi botak trus jadi tuyul pke clna dalem doang trus ktemuan sama Nadia bwa ha..ha..ha.."David sabil tertawa terbahak bhak.


"Pret...."Rian tidak bisa menhan tawanya dan langsung pecah oleh tawaan mereka bertiga.


.


.


.


.

__ADS_1


---------


__ADS_2