
Seorang pria tampan berkacamata hitam, terlihat sedang mengendong seorang bocah kecil yang baru berusia tiga tahun.
Dengan di ikuti oleh sang asisten dari belakang, ketiganya masuk ke dalam pesawat dan duduk di kursi class bisnis.
"Boy, apa kau mau duduk sendiri?" tanya pria berkacamata hitam itu sambil melihat wajah putranya yang saat ini di gendongannya.
Bocah kecil itu pun hanya menggeleng kepalanya saja. Pertanda kalau bocah kecil itu tidak mau duduk di kursi sendirian.
Pria tampan itu pun memangku sang putra tampa melepas kacamata hitam miliknya, sang asisten yang duduk di kursi sebelah melihat sang bos yang terlihat kesusahan.
"Bos, apa den Raka biar sama saya saja bos," ucap sang asisten melihat sang bos.
"Tidak usah Ya, Raka sepertinya sedang rewel," ucap pria berkacamata hitam itu, dan sang asisten hanya mengangguk saja.
Di atas pangkuan sang papa, bocah kecil itu sedang menyandarkan kepalanya di dada bidang sang papa, dan pria berkacamata hitam itu hanya mengelus kepala sang putra dengan sayang.
Di samping kursi sebelah terlihat seorang wanita dengan pakaian **** duduk dengan gaya anggun nya, wanita itu melihat ke samping dan menatap pria tampan yang berkacamata hitam itu.
Senyum terbit di bibir wanita itu, melihat bocah kecil yang berada di pangkuan pria tampan itu, apa lagi wanita itu melihat tidak ada wanita duduk di dekat pria tampan itu.
Bocah kecil bernama Raka itu mengangkat kepalanya dan melihat ke arah samping, wanita berpakaian **** itu pun langsung tersenyum dan melambai tangannya ke arah Raka.
"Aaakkkk..." teriak Raka dengan keras, karena melihat wanita itu.
Sampai sang papa dan sang asisten kaget, begitu pun dengan penumpang yang lain melihat ke arah bocah kecil itu.
"Ada apa boy, kenapa kau teriak?" tanya pria tampan itu melepas kacamata hitam miliknya dan melihat ke wajah sang putra.
Raka hanya menunjuk ke arah wanita yang duduk kursi samping mereka, pria tampan itu dan sang asisten melihat ke arah yang di tunjuk Raka.
"Hay, aku hanya menyapanya saja, tapi dia mala berteriak pada ku," ucap wanita itu tersenyum ke arah pria tampan itu.
"Aaakkkhhh..." lagi-lagi Raka berteriak karena wanita itu mengajak sang papa berbicara.
"Boy, tidak baik seperti itu yah," ucap sang papa dengan lembut masi menatap sang putra.
__ADS_1
Raka hanya menunduk dan menyandarkan kepalanya di dada sang papa lagi, tidak melihat wanita duduk di samping mereka.
Pria tampan itu melihat sang asisten, lalu melihat sang putra yang menenggelamkan wajahnya di dada bidang nya. Pria tampan itu kembali mengusap kepala sang putra dengan lembut.
Pengumuman sudah terdengar, pertanda kalau pesawat tujuan Bali-Jakarta akan segera berangkat.
Raka mengangkat kepalanya lagi mendengar pengumuman, bocah kecil itu melihat ke arah pintu kabin dan seorang pramugari cantik keluar sambil tersenyum, bocah kecil itu juga tersenyum melihat pramugari itu berjalan ke arah mereka.
Raka tidak berhenti tersenyum melihat pramugari cantik itu, pramugari cantik itu tersenyum manis melihat bocah kecil yang sedang duduk di pangkuan sang papa.
"Hallo," sapa pramugari itu berhenti di depan kuris yang di duduki oleh Raka dan sang papa, dan juga asisten sang papa.
"Hallo juga," ucap Raka sambil tersenyum menatap wajah cantik pramugari itu.
"Kamu lucu banget sih," ucap pramugari itu mencubit pipi gembul Raka dengan pelan.
"Makasih," ucap Raka masi tersenyum melihat wajah pramugari cantik itu.
Pria tampan itu dan sang asisten saling pandang, karena Raka membalas sapaan dari seorang pramugari itu. Karena tak biasanya bocah kecil itu akrap dengan orang lain, apa lagi pada orang yang baru ia kenal.
Raka melihat terus pramugari itu sedang memperagakan saat pesawat sudah berada di udara, bersama beberapa rekannya yang lain sesama pramugari.
"Hihihi," tawa Raka saat pramugari itu tersenyum ke arah Raka.
"Boy, kau sedang liat apa?" tanya sang papa melihat wajah putranya yang tak henti-hentinya tertawa.
"Cewek nya cantik sama kaya bidadari pa," ucap Raka tampa melepas pandangannya dari pramugari itu.
Pria tampan itu melihat sang asisten lagi, apa lagi baru kali ini Raka bisa tersenyum lepas seperti itu bersama orang lain yang baru ia kenal. Kalau pun tersenyum mungkin hanya bersama sang papa, dan pada nenek dan kakek nya saja.
Bocah kecil itu terus melihat pramugari cantik itu, sampai mereka selesai memperagakan dan kembali masuk ke ruangan khusus pramugari.
"Yah, bidadari nya udah masuk," ucap Raka dengan wajah sendu, karena melihat para pramugari sudah kembali masuk.
Lagi-lagi pria tampan itu dan sang asisten di buat melengos dengan sifat Raka kecil, Raka kembali menyandarkan kepalanya di dada sang papa.
__ADS_1
Pria tampan itu mengusap kepala sang putra dengan sayang, sambil melihat ke arah pintu di mana pramugari itu masuk.
Hampir setengah jam menyandar di dada sang papa, Raka mengangkat kepalanya lagi dan melihat ke arah sang papa dan sang asisten sang papa.
Keduanya sedang tertidur, Raka dengan pelan pun turun dari pangkuan sang papa. Raka berjalan ke arah pintu di mana pramugari cantik itu masuk.
Raka melihat para penumpang lain yang sedang sibuk sendiri, bocah kecil itu berjalan masuk ke dalam ruangan khusus pra pramugari.
Raka mencari keberadaan pramugari cantik itu, tapi Raka tidak menemukannya. Raka tidak berhenti, bocah kecil itu terus mencarinya, senyum pun terbit di bibir mungil bocah kecil itu, kala melihat pramugari yang ia cari-cari sedang duduk di salah satu kursi sambil membaca majalah.
Raka mendekati pramugari itu dan langsung memegang tangan pramugari itu. Pramugari itu kaget karena tiba-tiba sebuah tangan mungil yang tiba-tiba memegang tangannya.
"Hay, kok kamu ada di sini sih?" tanya pramugari itu sambil melihat kiri kanan dan hanya ada dua rekannya saja di sana.
Sedangkan bocah kecil itu hanya tersenyum manis melihat wajah pramugari cantik itu.
"Kok kamu ketawa sih?" tanya Pramugari itu menatap wajah bocah kecil itu.
"Aku sendiri," ucap Raka masi menggenggam tangan pramugari itu.
"Kedua orang tau kamu mana, nanti mereka nyariin kamu loh," ucap pramugari itu melihat Raka.
"Aku cuma sama papa sama om Arya," ucap Raka dengan wajah polosnya.
"Aduh kamu lucu banget sih, mama kamu mana?" tanya pramugari itu melihat Raka sambil tersenyum.
Bocah kecil itu terlihat menunduk sedih, membuat pramugari itu heran dan mengangkat wajah bocah kecil itu dengan pelan untuk melihat ke arah nya. Pramugari itu kaget melihat air mata mengalir dari pipi mulus bocah kecil itu.
"Loh, kok kamu nangis sih, tante salah ngomong yah?" tanya pramugari itu bingung melihat bocah itu tiba-tiba menangis.
Raka hanya menggeleng kepala saja sambil menangis, lalu memeluk lutut pramugari cantik itu dengan erat, membuat pramugari cantik itu bertambah heran dengan sifat bocah kecil lucu dan tampan itu.
"Hhyuww, aku gak punya mama hyuwaa," ucap Raka sambil menangis memeluk lutut pramugari cantik itu.
Next...
__ADS_1