
Dengan cepat Rama merampas ponselnya dari tangan Lisa, Lisa yang kehilangan keseimbangan pun menarik tangan Rama dan keduanya terjatuh bersama.
Rama menindih tubuh Lisa, membuat keduanya saling pandang. Lisa melihat wajah Rama yang begitu dekat dengannya, begitu pun dengan Rama.
Tampa di sadari keduanya kalau handuk yang melingkar di pinggang Rama sudah terlepas, Lisa yang kaget dengan kain mengenai perut nya pun langsung melihat ke bawa sana.
Aakkk...
Teriak Lisa menutup wajahnya mengunakan kedua tangannya, sedangkan Rama dengan cepat bangun dari tubuh Lisa dan membetulkan kembali handuk nya.
Rama melihat Lisa sekilas, lalu pergi dari hadapan wanita yang masih berbaring di lantai itu, Rama begitu malu karena aset berharga nya sudah di liat oleh Lisa.
Dengan pelan Lisa membuka kedua matanya, dan sudah tidak menemukan Rama lagi di sana. Lisa bangun dari baringnya dan pergi mengambil tas juga sepatunya, Lisa kelaur dari apartemen itu sambil mengendap seperti pencuri.
"Akhirnya gue lolos juga, enak aja mau hukum gue," ucap Lisa setelah berada di dalam lift.
Ting...
Lisa kelaur dari dalam Lift, bersamaan dengan Arya yang juga baru turun dari taksi, sambil membawa tas berisi sarapan dan potongan pakaian sang bos.
"Loh itu kan wanita yang semalam di bawa sama bos," ucap Arya melihat Lisa melewati nya begitu saja.
Lisa masuk ke dalam taksi yang sudah ia pesan itu, taksi lalu kelaur dari parkiran apartemen milik Arya.
Arya kembali melanjutkan langkah nya masuk ke dalam lift.
Ting...
Arya kelaur dari dalam lift, lalu berjalan menuju unit apartemen itu.
Clekk...
Kosong, tidak ada siapa-siapa di sana, Arya berjalan menuju dapur untuk meletakan sarapan yang ia beli tadi.
Kedua mata Arya melotot kaget melihat dapurnya yang berantakan seperti kapal pecah. Arya menggeleng kepala dan kelaur dari dapur.
Clekk...
Arya masuk ke dalam kamar dan melihat bosnya sedang duduk di sisi ranjang, Rama melihat ke arah pintu yang terbuka.
"Lama banget sih loh," ucap Rama.
"Maaf bos, saya ketiduran di hotel," ucap Arya meletakan tas berisi baju untuk bosnya itu.
Rama mengambil tas itu dan melihat bajunya, Rama lalu membawa bajunya masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
****
Di lain tempat, taksi yang membawa Lisa baru saja tiba di depan apartemen Intan, Lisa membayar ongkos taksi lalu turun dan melangkah masuk ke dalam lift.
Lisa melihat jam yang sudah menunjukan pukul 9 pagi, masih ada sisa beberapa jam untuk dia bersiap-siap berangkat kerja.
Ting...
Lisa kelaur dari lift dan berjalan masuk ke dalam unit apartemen Intan. Intan yang sedang duduk di ruang tengah melihat ke arah sahabatnya yang baru saja datang.
"Dari mana aja loh, jam segini baru pulang," ucap intan.
"Gue di bawa pulang sama duda ke apartemen nya," ucap Lisa santai mengeluarkan sepatunya di dekat pintu.
"Apa, duda?" Tanya Intan melihat ke arah Lisa.
"Iya duda anak satu," ucap Lisa santai duduk di dekat Intan.
"Terus loh ngapain aja sama tuh duda di sono?" Tanya Intan kepo.
"Kepo aja loh, eh loh udah buat sarapan gak, gue laper banget nih," ucap Lisa.
"Ada di dapur, cuma nasi goreng aja," ucap Intan.
"Gue ambil sarapan dulu yah, udah laper banget nih," ucap Lisa.
"Gue di suruh masak ama dia, yah kan loh tau sendiri gue gak bisa masak," ucap Lisa kesal mengingat itu.
"Cuma itu aja, gak terjadi sesuatu gitu, kaya," ucapan intan terhenti saat wajahnya di tutup telapak tangan Lisa.
"Ngawur aja loh, yah gak lah, gila aja gue mau gituan ama duda," ucap Lisa.
"Jadi kalau bukan duda loh udah suka?" Tanya Intan sambil tersenyum geli.
"Udah gue laper, mau sarapan dulu," ucap Lisa pergi ke dapur untuk mengambil sarapan.
"Yeh, di tanyain malah pergi," ucap Intan.
"Jadi bos sih cowok gila semalam duda toh, ku kira masih perjaka," ucap Intan seorang diri.
"Tapi bagus deh Lisa gak di perkosa sama dia," ucap Intan beranjak dari sofa dan menyusul Lisa ke dapur.
****
Rama baru saja tiba di rumah bersama dengan Arya, keduanya turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Kedatangan Rama si sambut oleh putra tersyangnya.
"Papa," panggil Raka.
Rama langsung menyambut sang putra dan mengendong nya, Rama mencium putranya dengan puas. Membuat bocah kecil itu terkikik geli karena ulah papanya itu.
"Pa cukup, geli pa," ucap Raka sambil menjauhkan wajahnya dari sang papa.
"Gak bisa boy, papa sangat merindukanmu," ucap Rama kembali mencium putranya itu.
"Pa, mama Lisa mana pa?" Tanya Raka.
Membuat Rama berhenti mencium wajah putranya itu. Rama melihat Arya yang berdiri tak jauh darinya.
"Kok papa diam aja sih, " tanya Raka.
"Mama lagi kerja boy, jadi belum bisa ke sini," ucap Rama.
"Kerja di pesawat yah pa?" Tanya Raka.
"Iya boy," ucap Rama apa adanya.
Seorang wanita cantik yang berdiri di dekat mereka menatap Rama heran, membuat Rama mengerti arti dari tatapan sang mama.
Rama menurunkan Raka dari gendongan nya, lalu meminta bocah kecil itu kembali bermain lagi.
"Ram, siapa mama yang di maksud oleh Raka?" Tanya mama Nadia.
"Dia seorang pramugari ma, Raka bertemu dengannya saat kita dalam perjalanan pulang kemarin dari Bali, Raka begitu akrap dengan nya sampai Raka memanggil nya mama," ucap Rama
"Putramu itu, mama terkadang suka kasian dengannya," ucap mama Nadia menghela nafas pelan.
"Ma, wanita itu menelpon Rama kalau dia ingin bertemu dengan Raka," ucap Rama saat ini mereka sudah duduk di sofa ruang tengah.
"Paula maksud kamu?" Tanya mama Nadia.
"Iya ma," ucap Rama.
"Untuk apa dia ingin bertemu cucuku, aku tidak akan membiarkan wanita itu menyentuh cucuku sedikit pun," ucap mama Nadia dengan marah.
"Rama juga tidak akan mengijinkan Paula bertemu dengan Raka ma," ucap Rama.
"Ada-ada saja dia, setelah sekian lama baru mau bertemu dengan Raka, kenapa dia dulu memilih selingkuh dengan pria lain," ucap mama Nadia dengan emosi.
Rama berusaha untuk menenangkan mamanya, kalau sedang emosi mama Nadia memang seperti itu, suka marah-marah.
__ADS_1
Rama lalu pergi menemui putranya yang sedang bermain bersama Arya, sore nanti Rama akan mengajak Raka pergi jalan-jalan. Rama selalu meluangkan waktu bersama putranya tersayang nya itu.
Next...