
"Rese banget sih tuh cowok," ucap intan masih dengan kekesalan yang tersisa.
"Sabar," ucap Lisa.
"Gimana gue bisa sabar Lis, tuh cowok rese banget," ucap Intan.
"Hehehe tapi kalian lucu sih berdebat terus," ucap Lisa.
"Eh Lis tuh duda tadi emang gak punya istri yah?" Tanya Intan.
"Gak punya, kan udah duda," ucap Lisa.
"Tapi cocok sih sama loh, apa lagi dia orangnya ganteng kok," ucap Intan.
"Gak, gue gak suka duda," ucap Lisa.
"Ati-ati loh ngomong gitu, nanti kalau loh suka beneran sama dia baru tau rasa loh, apa lagi anaknya udah manggil loh mama," ucap Intan.
"Gue cuma kasian sama anak nya aja," ucap Lisa.
"Loh ingat gak anak yang gue ceritain di pesawat tempo hari," ucap Lisa melihat Intan.
"Kenapa?" Tanya Intan.
"Yah anak itu Raka," ucap Lisa.
"Kasian banget yah, masih kecil tapi udah nerima kenyataan pahit gitu," ucap intan.
"Udah kita jadi gak nih pergi?" Tanya Lisa.
"Serah loh deh," ucap Lisa.
Intan akan mengajak Lisa pergi ke rumah bibinya Intan, tapi karena bertemu Raka tadi di supermarket jadi gak bisa lanjut ke rumah bibinya Intan.
****
Rama melihat putranya sedang berada di pangkuan nya, Raka tertidur pules pulang dari apartemen Intan dan Lisa.
"Ram, Raka dekat banget yah sama tuh cewek," ucap Arya yang sedang mengemudi mobil.
"Iya, semenjak pertemuan mereka di pesawat tempo hari, membuat mereka semakin dekat," ucap Rama.
"Keliatan nya juga Lisa orangnya baik," ucap Arya.
"Orangnya memang baik, tapi kadang-kadang bikin gue kesal," ucap Rama dalam hati.
Raka menggeliat dari tidurnya, dan membuka kedua matanya.
"Pa, kita udah pulang yah?" Tanya Raka melihat keluar sana.
"Iya boy, kan tadi Raka sendiri yang pamit sama mama Lisa," ucap Rama.
"Pa, aku kengen deh sama mama Lisa terus," ucap Raka.
Rama melihat Arya melalui kaca spion depan, Raka lalu menyandarkan kepalnya di dada bidang sang papa.
__ADS_1
"Maafkan papa nak, karena keegoisan papa sama Mama kamu, sampai membuat kamu harus merasakan hidup tampa orang tua lengkap," ucap Rama dalam hati.
Mobil tiba di rumah, Rama membawa putranya kelar dari dalam mobil dan membawa Raka masuk ke dalam.
"Ya, kau tunggu di ruang kerja ku yah," ucap Rama.
"Oke," ucap Arya.
Rama membawa putranya masuk kedalam kamar, lalu Rama kembali turun dan masuk ke dalam ruangan kerjanya.
Arya sudah menunggu di sana, sambil bermain ponsel.
****
Di lain tempat, seorang wanita sedang memandangi foto bocah kecil, ia sangat ingin memeluk putra kandungnya itu.
"Aku harus cari cara untuk bisa mengambil Raka dari Rama," ucap wanita itu yang tidak lain adalah Paula.
"Sayang, apa yang kau pikirkan heemmm?" Tanya seorang pria memeluk Paula dari belakang.
"Sayang, aku benar-benar ingin merebut Raka dari Rama," ucap Paula.
"Tapi kan Raka tidak menyukai kamu sayang, kalau pun kamu ingin mengambilnya dari Rama, akan membuat Raka semakin benci kamu," ucap pria itu.
"Terus aku harus bagaimana?" Ucap Paula menatap pria yang ada di depannya itu.
"Ambil hati Raka baik-baik, deketin dia dengan pelan," ucap pria itu.
"Deketin gimana sih, aku dekat aja Rama gak mau izinin aku," ucap Paula.
"Kamu harus sabar, kamu pasti bisa," ucap pria itu.
Pria itu menggeleng kepalanya sambil melihat istrinya itu, Paula memang susah di atur, maunya dia selalu negatif.
****
Lisa sedang merapikan sanggul yang ada di kepalanya. Sejam lagi Lisa ada jadwal penerbangan ke Bali, di sana Lisa akan bertemu keluarga nya nanti.
"Lis," panggil Intan.
"Ada apa Tan," ucap Lisa menyemprotkan pengeras rambut.
"Kapan loh balik, kalau Raka ke sini lagi gimana?" Tanya Intan.
"Yah kalau Raka datang bilangin kalau gue lagi kerja, nanti dia udah ngerti kok," ucap Lisa.
"Ish malas banget gue ketemu sama cowok rese itu," ucap Intan.
Lisa tersenyum melihat sahabatnya itu, lalu Lisa mengambil kopernya yang udah siap itu.
"Ayo, anterin gue ke bandara, gak lama lagi pesawat gue berangkat," ucap Lisa melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Iya, bentar gue ambil jaket dulu," ucap Intan.
Intan mengantarkan sahabatnya ke bandara, mereka sudah seperti keluarga kalau berada di apartemen.
__ADS_1
****
Keesokan harinya, Rama harus membawa putranya ke kantor juga, karena Raka begitu rewel gak mau di tinggal bersama Omanya.
"Ayo boy, jangan nakal yah," ucap Rama.
"Aku gak akan nakal, kalau gak ada yang gangguin papa," ucap Raka ikut masuk ke dalam lift.
Rama hanya menghela nafas pelan melihat Arya, sedangkan Arya hanya terkekeh geli melihat wajah sang bos.
Tingg...
Rama mengandeng tangan mungil putranya keluar dari dalam lift, di ikuti oleh Arya dari belakang.
"Ya, bawakan berkas yang kemarin yah," ucap Rama.
"Siap bos," ucap Arya pergi ke ruangannya.
"Ayo boy, kita ke ruangan papa," ucap Rama mengajak putranya.
Clekk...
Rama duduk di kursi kerjanya, sedangkan Raka berjalan ke arah sofa dan duduk di sana.
Raka melihat apa yang akan ia lakukan di sana, sedangkan ia tidak membawa mainan.
"Membosankan," ucap bocah kecil itu sambil bersedekap dada melihat sang papa.
"Ada apa boy?" Tanya Rama.
"Aku bosan di sini pa, aku mau ke apartemen mama Lisa aja," ucap Raka.
"Nanti yah kita ke sana, sekarang papa lagi banyak kerjaan nak," ucap Rama dengan suara lembut.
Raka turun dari atas sofa dan berjalan kelaur dari ruangan sang ayah, bocah kecil itu celingak celinguk seperti sedang mencari sesuatu.
"Lebih baik aku ke ruangan om Arya aja," ucap Raka berjalan menuju pintu ruangan Arya.
Clekk...
Raka masuk dan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan Arya, Arya yang belum menyadari keberadaan bocah kecil itu pun serius memeriksa berkasnya.
"Om Arya," panggil Raka.
"Raka, kok bisa ada di sini sih?" Tanya Arya.
"Aku bosan di ruangan kerja papa, om Arya mau gak anterin aku ke apartemen mama Lisa?" Tanya bocah kecil itu.
"Aduh gimana yah, om lagi kerja sekarang, nanti papa kamu marah lagi om pergi," ucap Arya beralasan.
"Om alasan aja, bilang aja kalau om gak mau kan anterin Raka, om sama papa sama aja, sama-sama tukang kibul," ucap Raka menatap Arya tajam.
Arya menghela nafas pelan, berdebat dengan putra bosnya memang tak ada gunanya, Arya memilih melanjutkan kerjaannya lagi.
Raka turun dari atas sofa lalu kembali keluar dari ruangan kerja Arya, entah pergi ke mana lagi bocah kecil itu.
__ADS_1
"Gak di ruangan papa, gak di ruangan om Arya sama aja," ucap Raka berjalan menuju lift sambil mengerucut kesal.
Next....