Bidadari Di Atas Awan

Bidadari Di Atas Awan
HP Baru


__ADS_3

Raka terlihat sedang bermain ponsel di salah satu sofa, sofa yang ada di dalam ruangan sang papa.


Rama yang sedang mengerjakan beberapa berkas melihat ke arah putranya.


"Boy, sini," panggil Rama melihat putranya.


"Ada apa pa?" Tanya Raka berjalan mendekati papanya sambil bermain ponsel barunya.


"Ini, kau anter pada om Arya yah," ucap Rama memberikan berkas pada Raka.


"Cuma di kasih aja kan pa?" Tanya Raka menatap sang papa.


"Iya, sana cepat kasih om Arya," ucap Rama memberikan berkasnya pada putranya itu.


Raka mengambil berkas itu dari sang papa, lalu Raka pergi keluar dari ruangan papanya.


Terlalu fokus bermain game, membuat Raka berjalan pelan menuju ruangan Arya. Bahkan Raka berhenti saat permainannya sedang asik.


"Hay, sedang apa di sini?" Tanya seorang karyawan.


"Lagi main hp," ucap Raka lalu kembali berjalan ke ruangan Arya lagi.


Berkas yang ada pada bocah kecil itu ketinggalan di lantai. Saat memasuki ruangan Arya, Raka baru ingat kalau berkas nya ketinggalan.


"Aduh berkasnya ketinggalan lagi, terpaksa deh aku harus balik lagi," ucap Raka.


Raka berlari mengambil berkas itu, lalu kembali masuk kedalam ruangan Arya lagi.


Clekk...


Tampa bersuara Raka berjalan mendekati meja kerja Arya, Raka menaruh berkasnya di atas meja dan mendorongnya mendekati Arya.


Arya di kaget kan dengan map yang sudah berada di depannya.


Dan Arya melihat ke arah tangan mungil yang berada di ujung meja.


"Raka, kamu sedang apa?" Tanya Arya heran melihat bocah kecil itu.


"Aku di suruh papa om, buat nganter berkas ini sama om Arya," ucap Raka melihat Arya.


"Tumben papa kamu gak manggil om," ucap Arya.


"Aku juga gak tau om, kenapa papa nyuruh aku," ucap Raka duduk di kursi yang ada di depan Arya.


"Kamu gak balik ke ruangan papa lagi?" Tanya Arya melihat Raka yang sedang fokus dengan ponselnya.


"Bentar lagi om, aku mau main game dulu, lagi seru nih," ucap Raka tersenyum melihat Arya sekilas, lalu kembali fokus dengan layar ponselnya lagi.


"Memangnya kamu lagi main apa sih?" Tanya Arya.


"Onet om, Onet," ucap Raka Tampa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.


"Kirain lagi main apa," ucap Arya membuka berkas yang tadi di bawa oleh Raka.


Telpon kantor yang ada di dekat Arya berbunyi, Arya sudah menduga siapa si penelpon itu.


"Hallo bos, ada apa?" Tanya Arya.


"Anak gue mana, kenapa gak balik-balik?" Tanya Rama dari seberang sana.


"Nih lagi duduk, lagi main Onet, Onet," ucap Arya melihat Raka.

__ADS_1


"Om itu papa yah?" Tanya Raka melihat ke arah Arya.


"Iya," ucap Arya.


"Bilangin papa om, bentar lagi aku kembali ke ruangannya," ucap Raka kembali fokus dengan Onet nya.


"Kalau balik sekarang memangnya kenapa?" Tanya Arya.


"Kalau Raka balik sekarang, papa pasti bakalan nyuruh Raka lagi. Raka kan lagi main," ucap Raka.


"Tuh dengar bos, anak Luh lagi pengen main nih," ucap Arya.


Rama lalu memutuskan sambungan telponnya, Arya mendengar nada yang sudah terputus dari sebrang sana.


"Aneh banget sih nih bapak sama anak," ucap Arya sambil menggeleng kepala.


"Mau ke mana?" Tanya Arya, melihat Raka turun dari kursi.


"Mau baring di sofa om," ucap Raka.


Arya hanya menggeleng kepala lagi dan kembali bekerja, sedangkan Raka sudah berbaring di sofa sambil bermain ponsel.


"Om," panggil Raka.


"Ada apa?" Tanya Arya tapi masih fokus dengan berkas yang ia kerjakan.


"Om aku minta nomornya Tante Intan dong, aku mau nelpon Tante Intan mau nanyain mama Lisa," ucap Raka melihat Arya.


"Om gak punya nomor orang galak kaya dia," ucap Arya bergidik ngeri mengingat Intan.


"Hati-hati loh om, nanti suka," ucap Raka terkikik geli.


"Yah udah kalau gak percaya, mau taruhan gak om sama Raka?" Tanya Raka masih tersenyum melihat Arya.


"Taruhan apa?" Tanya Arya.


"Taruhan kalau om suka sama Tante Intan, itu berarti om kala dan om harus kasih aku hadiah," ucap Raka menantang Arya.


"Boleh, tapi kalau Raka yang kala," ucap Arya melihat Raka.


"Yah om minta hadiah sama papa," ucap Raka membuat Arya mengernyit kening heran.


"Kok papa sih, kenapa bukan Raka?" Tanya Arya.


"Yah kan om tau, kalau Raka gak punya uang. Hp aja minta di beliin sama papa," ucap Raka melihat Arya.


"Kalian lagi ngomongin apa sih?" Tanya Rama yang baru saja masuk ke ruang Arya.


"Kamu, di suruh nganter berkas gak balik-balik," ucap Rama menjewer telinga sang putra.


"Ampun pa," ucap Raka.


"Pa punya nomor hp Tante Intan kan, aku minta dong aku mau nelpon mau nanyain mama Lisa," ucap Raka memeluk papanya.


"Boleh, tapi kamu harus makan dulu yah, udah jam sebelah itu boy," ucap Rama mengusap kepala Raka.


"Oke tapi nanti nelpon Tante Intan yah pa," ucap Raka mengangguk patuh.


"Oke, ayo," ajak Rama.


"Om aku pergi dulu yah," ucap Raka pada Arya yang sedang bekerja.

__ADS_1


"Taruhan kita gimana?" Tanya Arya.


"Nanti kapan-kapan kita omongin lagi yah om, aku mau makan dulu," ucap Raka.


"Ada-ada tuh bocah," ucap Arya.


"Ayo turun," ucap Rama.


"Papa udah mesan aku makanan, kok cepat sih?" Tanya Raka melihat menu makannya yang ada di atas meja.


"Iya, kamu kan makan dikit tadi, ayo makan mau papa suapi gak?" Tanya Rama.


"Gak pa, aku makan sendiri saja, papa mau kerja?" Tanya Raka melihat Rama.


"Iya, kamu yakin mau makan sendiri?" Tanya Rama.


"Iya pa, papa kerja aja," ucap Raka mulai menyendok makannya.


"Yah sudah, nanti panggil papa yah kalau butuh sesuatu," ucap Rama mengusap kepala putranya.


"Iya pa," ucap Raka.


Rama kembali duduk di kursi kerjanya, membiarkan Raka yang sedang makan sendiri.


Tokk...


Tokk...


"Masuk," ucap Rama.


Clekk...


Seorang wanita berdiri didepan pintu, Rama dan Raka melihat ke arah pintu.


Sorot kemarahan terlihat begitu jelas dari kedua mata Rama, kala melihat wanita itu.


"Mau apa kau datang ke sini?" Tanya Rama berdiri mendekati wanita itu.


"Stop Ram, aku gak mau berdebat sama kamu, aku cuma mau ketemu Raka saja," ucap wanita itu yang tak lain adalah Paula.


"Sudah berapa kalau aku katakan, stop gangguin anak ku," ucap Rama menatap Paula dengan tajam.


"Apa anak kamu, kamu lupa siapa yang lahirin aku Ram, aku," ucap Paula yang sudah mulai emosi.


Raka melihat kedua orang tuanya yang sedang berdebat, lalu Raka mengangkat piringnya dan mengambil ponselnya. Raka kelaur dari ruangan sang papa dengan diam-diam, dan pergi ke ruangan Arya.


"Dasar orang dewasa, berdebat tak tau apa ada anak kecil," ucap Raka mendorong pintu ruang kerja Arya.


Arya melihat bayangan kecil yang baru saja masuk.


"Kamu ngapain di sini?" Tanya Arya melihat Raka sedang membawa makanannya.


"Aku mau makan di sini om, di ruangan papa lagi berdebat sama cewek," ucap Raka santai.


"Berdebat sama cewek, cewek siapa?" Tanya Arya.


"Gak usah kepo deh om, udah ah aku mau makan dulu," ucap Raka kembali menyuapkan makanannya kedalam mulut.


Arya masih penasaran dengan apa yang di katakan oleh Raka, Arya pun pergi ke ruangan sang bos.


Next...

__ADS_1


__ADS_2