
Raut wajah bocah kecil yang berada di gendongan sang papa terlihat begitu senang, sore ini Rama menepati janjinya untuk mengajak putranya jalan-jalan.
"Boy kau ingin bermain?" Tanya Rama.
"Iya pa, aku akan bermain motor pa," ucap Raka dengan gembira.
"Baiklah, kita balapan yah," ucap Rama.
"Oke pa," ucap Raka mengacungkan jempol.
Rama membawa putranya masuk ke dalam wahana permainan di salah satu mall, banyak anak-anak yang juga sedang bermain di sana.
"Mau bermain yang mana nak?" Tanya Rama melihat wajah putranya yang sedang serius melihat banyaknya permainan.
"Itu aja pa, aku mau balapan," ucap Raka menunjuk permainan motor.
"Oke, kita main yah," ucap Rama.
Setelah menukar koin cukup banyak, Rama mendudukkan putranya di atas motor mainan, dan keduanya mulai bermain. Senyum bahagia terlihat jelas di wajah Raka, apa lagi saat ia dan sang ayah menang dalam permainan itu.
Tak jauh dari tempat mereka bermain, seorang wanita cantik sedang mengamati mereka, ada kerinduan terpancar di wajah wanita itu.
"Mama sangat merindukan mu nak," ucap wanita itu pelan sambil tersenyum kecut.
Putranya yang ia tinggalkan begitu kecil, sekarang sudah tumbuh besar dan aktif. Wanita itu melihat senyum Raka yang begitu bahagia saat bermain bersama papa nya.
Ingin rasanya ia memeluk putranya itu, tapi mengingat perkataan mantan suaminya tempo hari di telpon membuatnya kesal.
Wanita itu adalah Paula mama nya Raka, dan mantan istri Rama.
Paula melihat Rama yang pergi menukar koin lagi, dengan cepat Paula mendekati Raka yang duduk sendiri di dekat wahana permainan.
"Hay, kamu kok sendiri sih?" Tanya Paula berjongkok di depan Raka.
Raka menatap Paula dengan tajam, bocah kecil itu memang selalu begitu kalau bersama orang yang tak ia kenal, Paula tersenyum kecut melihat putranya yang seolah enggan bercerita dengannya.
"Kamu sama siapa?" Tanya Paula mencoba banyak cara, agar putranya mau bercerita dengannya.
Tapi bukannya menjawab, Raka malah berteriak dan membuat Rama yang sedang menukar koin berbalik melihat ke arah putranya yang baru saja berteriak.
__ADS_1
Dengan cepat Rama mendekati putranya, saat melihat wanita yang sangat ia kenalin itu.
"Apa yang kau lakukan di sini ha?" Tanya Rama dengan tatapan tajam menatap wanita yang ada di depan itu.
"Aku hanya ingin bertemu dengan putraku Ram, apa itu salah?" Tanya Paula.
"Apa kau bilang, hanya ingin bertemu, setelah kau meninggalkannya begitu saja sekarang kau ingin bertemu," ucap Rama dengan tegas menatap mantan istrinya dengan tajam.
"Aku ini ibunya Ram, aku berhak atas Raka," ucap Paula.
Rama tersenyum sinis melihat mantan istri itu, lalu mengajak putranya pergi dari sana, Rama tidak mau putranya menyaksikan pertengkaran dirinya dan mantan istri.
"Rama, dengarkan aku Ram, Rama," panggil Paula tapi tak di dengar oleh Rama.
"Pa, Tante tadi siapa?" Tanya Raka melihat papanya.
"Itu ibunya nya Raka," ucap Rama menatap wajah putranya.
"Mama, tapi mama aku kan mama Lisa pa," ucap Raka.
"Apa kau begitu menyukai mama Lisa?" Tanya Rama.
"Kau memang paling bisa yah," ucap Rama mencubit pipi putranya.
"Sekarang kita ke mana lagi?" Tanya Rama.
"Makan aja pa, aku laper," ucap Raka dengan lucu.
"Oke, kita makan sekarang," ucap Rama mengajak putranya masuk ke dalam salah satu restoran yang ada di mall itu.
Rama mendudukkan putranya di salah satu sofa, lalu Rama duduk di dekat bocah kecil itu.
Rama memanggil pelayan dan memesan menu makanan, Raka terlihat begitu lucu duduk di dekat papanya sambil melihat pelayan itu.
****
Gerombolan pramugari sedang berjalan keluar dari terminal kedatangan, sambil menarik koper masing-masing. Lisa yang sedang mengobrol bersama temannya terlihat begitu serius.
"Kata kapten Jai kita besok pagi kembali ke Jakarta lagi guys," ucap salah satu pramugari.
__ADS_1
"Yeh, kita punya waktu banyak untuk tidur dong malam ini," ucap pramugari yang satunya.
"Iya gue juga ngantuk benget," ucap Lisa.
Pusing masih melanda Lisa, mungkin karena terlalu banyak minum kemarin malam.
Tiba di hotel, Lisa masuk ke dalam kamar bersama salah satu temannya, Lisa membuka kain garden dan melihat pemandangan dari atas sana.
"Lis, gue mandi duluan yah," ucap teman Lisa.
"Iya," ucap Lisa.
Lisa mengambil koper dan membukanya, Lisa mengeluarkan baju tidur yang selalu ia bawa saat sedang bekerja. Besok Lisa akan kembali terbang ke Jakarta.
Lisa melihat pesan yang masuk dari Intan, setelah membalas pesan Lisa meletakan ponselnya di atas ranjang.
****
Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, Rama mengendong putra masuk ke dalam rumah, mama Nadia yang sedang menonton TV di ruang tengah melihat putranya datang sambil mengendong sang cucu.
"Ram, Raka ketiduran yah?" Tanya mama Nadia melihat putranya.
"Iya ma, kecapean main," ucap Rama.
"Sini biar sama mama aja," ucap mama Nadia berdiri dan mengambil alih cucunya.
"Rama ke dapur dulu yah ma," ucap Rama.
"Iya," ucap mama Nadia.
Mama Nadia melihat wajah damai cucunya yang sedang terlelap itu, mama Nadia lalu membawa Raka ke kamarnya dan menidurkan di sana.
Rama kelaur dari dapur sambil membawa kopi buatannya sendiri, Rama melihat sang papa sedang asik menonton.
"Pa, mama sudah membawa Raka ke kamar?" Tanya Rama.
"Iya nak, gak tua ke kamar nya atau ke kamar papa sama mama," ucap papa Sigit.
Rama mendudukkan bokongnya di salah satu sofa yang ada di sana, sambil menikmati kopi buatannya itu.
__ADS_1
Next...