
Mobil berhenti di parkiran apartemen, Lisa yang duduk di depan melihat ke arah belakang.
"Raka, mama turun yah," ucap Lisa tersenyum melihat Raka.
"Iya ma, pa apa kita gak mampir ke apartemen mama Lisa?" Tanya Raka melihat papanya.
Lisa dan Rama saling pandang, lalu kembali melihat ke arah Raka.
"Udah malam boy, nanti saja yah," ucap Rama.
"Iya sayang, ini udah malam Raka kan harus istirahat," ucap Lisa.
"Iya ma nanti kapan-kapan yah ma," ucap Raka.
"Oke," ucap Lisa tersenyum.
Lisa turun dari dalam mobil.
"Daa ma, aku sama papa pulang yah," ucap Raka melambaikan tangan nya dari jendela mobil.
"Iya, hati-hati yah," ucap Lisa melambaikan tangannya juga.
Lisa melihat mobil yang menghilang dari pandangannya, Lisa lalu berbalik hendak masuk ke dalam lift. Tiba-tiba langkah Lisa terhenti, dan ia baru ingat sesuatu.
Lisa berbalik, tapi mobil Rama sudah tak terlihat lagi.
"Nanti gue pake baju apa, kalau koper gue ada di mobil itu," ucap Lisa melangkah masuk ke dalam lift.
Ting...
Lisa kelaur dari lift dan berjalan menuju unit apartemen sahabatnya.
Clekk...
"Lissa," panggil Intan dan langsung memeluk Lisa.
"Kok pulangnya telat, habis dari mana?" Tanya Intan.
"Habis makan, Raka tadi ngajak makan," ucap Lisa duduk di salah satu sofa.
"Koper loh mana?" Tanya Intan tidak melihat koper Lisa.
"Ketinggalan di mobil itu," ucap Lisa.
"Di mobil Rama?" Tanya Intan.
"Iya," ucap Lisa.
"Lah terus nanti loh pakai baju gimana?" Tanya Intan.
"Eh sama loh ada nomornya Raka kan?" Tanya Lisa bangun dari sandaran sofa.
"Iya ada kok, liat aja di hp," ucap Intan.
Lisa mengambil hp milik Intan, dan mencari kontak Raka. Setelah menemukan nya, Lisa menyalin ke ponselnya dan menelpon Raka.
"Kok gak di angkat yah," ucap Lisa.
Lisa kembali menelpon Raka lagi.
"Hallo, ini siapa?" Tanya seorang pria dari seberang sana.
"Anter koper gue ke apartemen, koper gue ketinggalan di mobil loh," ucap Lisa.
"Besok aja, ini udah malam," ucap Rama.
"Eh gak bisa gitu dong, nanti gue pakai baju gimana," ucap Lisa.
"Pakai kenebo aja," ucap Rama dan langsung mematikan teleponnya.
__ADS_1
"Idih, singong banget nih duda," ucap Lisa melihat layar ponselnya yang sudah mati.
"Kenapa?" Tanya Intan yang baru saja kelaur dari kamar.
"Gak apa-apa, loh mau ke mana?" Tanya Lisa melihat penampilan sahabatnya yang sudah rapi.
"Mau ngedet sama cowok," ucap Intan tersenyum geli.
"Loh serius, sama siapa?" Tanya Lisa.
"Ada deh, udah gue mau pergi dulu by," ucap Intan.
"Yah, masa gue di tinggal sendiri sih, tega banget loh," ucap Lisa melihat kepergian Intan, sedangkan Intan hanya tersenyum.
Lisa masuk ke dalam kamarnya, lima belas menit kemudian, Lisa kelaur dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya.
"Masa iya sih, gue harus tidur pake handuk," ucap Lisa duduk di ranjang.
Ting nong...
Lisa mendengar suara bel berbunyi.
"Siapa sih malam-malam gini," ucap Lisa kelaur dari kamar dengan handuk.
Clekk...
Lisa kembali menutup pintu melihat Rama berdiri di sana dengan koper miliknya.
"Eh buka pintunya, loh gak mau ambil nih koper loh?" Tanya Rama dari balik pintu.
"Taruh situ aja," ucap Lisa.
"Kalau loh gak ambil, gue bawa lagi nih," ucap Rama tersenyum kecil.
Clekk...
"Minggir," ucap Rama.
"Loh mau ngapain?" Tanya Lisa tajam.
Bukannya menjawab, Rama malahan masuk dan mendorong pintu dan menutup nya, Lisa yang masih mengunakan handuk melihat ke arah Rama.
"Loh mau ngapain?" Tanya Lisa yang sudah menempel di daun pintu.
"Menurut loh, gue mau ngapain?" Tanya Rama dengan wajah yang semakin dekat dengan Lisa.
"Loh jangan macam-macam yah, gue bisa teriak nih," ucap Lisa memegang handuknya dengan kuat.
Rama tersenyum sinis, lalu melihat tangan Lisa yang sedang memegang handuk.
"Nih, ganti baju dan ikut gue," ucap Rama memberikan koper milik Lisa.
Dengan cepat Lisa mengambil koper itu, lalu berjalan masuk ke dalam kamar. Rama tersenyum melihat wajah ketakutan Lisa.
Rama lalu duduk di sofa ruang tengah, sambil menunggu Lisa, Rama bertukar Chet dengan Arya.
Clekk...
Lisa keluar dari kamar dan langsung menghampiri Rama.
"Kita mau ke mana sih?" Tanya Lisa.
"Ikut aja, gak usah banyak tanya," ucap Rama melewati Lisa.
"Ish, dasar duda," ucap Lisa mengikuti Rama dari belakang.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil, Lisa masih penasaran kemana Rama akan membawanya.
Saat ini jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, mobil yang di kendarai oleh Rama melaju cepat di jalan raya.
__ADS_1
Lisa melihat Rama, lalu melihat ke luar mobil.
"Ayo turun," ajak Rama.
"Mau ngapain sih ke restoran, kan tadi udah makan," ucap Lisa ikut turun dari dalam mobil.
"Selamat malam pak Rama," sapa salah satu pria.
"Malam, sudah sampai tahap mana?" Tanya Rama.
"Sudah hampir selesai pak, pak Rama bisa langsung liat sendiri, silahkan," ucap pria itu mempersilahkan Rama masuk.
"Oh, iya terimakasih," ucap Rama lalu masuk ke dalam restoran itu.
Lisa melihat seisi restoran itu, penuh dengan dekor kartun anak-anak. Rama lalu berbalik melihat Lisa.
"Besok adalah hari ulang tahunnya Raka," ucap Rama.
"Jadi bakalan di rayain di sini?" Tanya Lisa.
"Iya, gue minta sama loh, tolong luangkan waktu loh besok untuk nemenin Raka di hari ulang tahun nya, di setiap ulang tahun nya, Raka hanya bisa merayakan bersamaku dan orang-orang terdekat kami," ucap Rama menatap Lisa.
"Oh, iya kebetulan besok gue free kok," ucap Lisa.
"Makasih," ucap Rama.
"Sih duda tau bilang makasih juga," ucap Lisa dalam hati.
Rama dan Lisa menunggu sampai dekorasi selesai, begitu unik dan enak di pandang.
"Raka pasti senang banget," ucap Rama tersenyum mengingat putranya.
Rama melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan, sekarang sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam.
Rama melihat Lisa juga sudah beberapa kali menguap, Rama tau kalau Lisa sudah mengantuk.
"Ayo gue anter loh pulang," ucap Rama.
"Iya," ucap Lisa.
Rama dan Lisa masuk ke dalam mobil, mobil pun pergi dari parkiran restoran itu.
Hening, tidak ada obrolan di antara mereka. Karena Lisa sudah ketiduran di dalam mobil.
Rama tersenyum mendengar suara dengkuran Lisa. Hari ini Lisa capek banget, pulang kerja tidak langsung istirahat, tapi di ajak pergi oleh Rama.
Sampai di apartemen, Rama tidak membangunkan Lisa, Rama memilih untuk mengendong Lisa. Dan untung saja tidur Lisa pules, sampai ia tidak sadar kalau sedang di gendong oleh Rama.
Celkk...
"Eh, Lisa kenapa?" Tanya Intan melihat Lisa ada di gendongan Rama.
"Tidur, kecapean mungkin, di mana kamarnya?" Tanya Rama.
"Itu di sana, ayo gue anter," ucap Intan melihat Rama.
Rama masuk mengikuti intan, intan membuka kan pintu kamar Lisa, Rama membawa Lisa masuk dan membaringkannya dengan pelan di atas ranjang.
Intan melihat Rama yang sedang menyelimuti tubuh Lisa, lalu Rama berbalik dan keluar dari kamar Lisa.
"Gue pamit dulu," ucap Rama.
"Iya, makasih udah gendong Lisa tadi," ucap Intan.
"Iya," ucap Rama lalu keluar dari apartemen itu.
Intan lalu masuk ke dalam kamar Lisa, dan melihat Lisa yang sudah tertidur pules.
Next....
__ADS_1