Bidadari Di Atas Awan

Bidadari Di Atas Awan
Kejutan


__ADS_3

Raka melihat penampilannya di depan cermin, bocah kecil itu lalu berbalik dan melihat sang papa.


"Pa," panggil Raka.


"Ada apa boy?" Tanya Rama yang sedang mengancing kemeja berwarna navy.


"Kok aku make baju gini sih, memangnya kita mau ke mana pa?" Tanya Raka menghampiri papanya.


"Papa mau ajak Raka ke suatu tempat," ucap Rama.


"Kesuatu tempat? Ke mana pa?" Tanya Raka penasaran.


"Ada deh, kejutan dong," ucap Rama mencubit pipi putranya.


"Sudah siap, ayo kita pergi sekarang," ajak Rama.


"Tunggu pa, ada yang kelupaan," ucap Raka.


"Apa?" Tanya Rama.


"Hp aku pa, hp aku ketinggalan di kamar," ucap Raka.


"Ouww, yah sudah sana ambil dulu, papa tunggu di sini yah," ucap Rama menunduk.


"Oke pa," ucap Raka pergi ke kamarnya untuk mengambil ponselnya.


Rama hanya menggeleng kepala, melihat tingkah aktif putranya itu.


"Ayo pa kita pergi," ucap Raka.


Rama dan Raka turun ke lantai bawa, kedua orang tua Rama juga sudah siap.


"Opa sama Oma juga mau ikut kita pa?" Tanya Raka mendongak melihat papanya.


"Iya boy," ucap Rama.


"Hay cucu Oma, udah ganteng aja," ucap mama Nadia mencium pipi cucunya.


"Iya dong Oma, Oma juga cantik," ucap Raka.


"Eemmhh, makasih sayang," ucap mama Nadia tersenyum melihat suaminya.


"Ma, pa, kalian pergi sama pak sopir kan, soalnya aku sama Raka mau jemput seseorang dulu," ucap Rama.


"Iya nak," ucap papa Sigit.


"Ayo boy kita pergi duluan, dada sama opa dan Oma," ucap Rama.


"Daaa Oma, opa, Raka sama papa pergi duluan yah," ucap Raka sambil melambaikan tangannya.


"Iya sayang," ucap mama Nadia.


Rama mendudukkan putranya di kursi belakang, sedangkan di kursi depan nanti akan di duduki oleh Lisa.


"Pa, kok Raka duduk di belakang sih, kan biasnya Raka duduk di depan sama papa?" Tanya Raka.


"Kan nanti di depan ada mama Lisa boy," ucap Rama.


"Jadi kita mau jemput mama Lisa juga pa?" Tanya Raka dengan mata berbinar.


"Iya boy," ucap Rama tersenyum melihat putranya.

__ADS_1


"Yeh, aku ketemu mama Lisa lagi," ucap Raka kembali duduk.


Rama lalu menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah.


****


Di apartemen, Lisa juga sudah siap, hanya tinggal menunggu Rama dan Raka.


"Udah cantik kok," ucap Intan yang baru saja masuk.


"Loh ngagetin gue aja," ucap Lisa.


"Sorry-sorry," ucap Intan tersenyum dan duduk di sisi ranjang Lisa.


"Ntan loh yakin gak mau ikut?" Tanya Lisa.


"Gak Lis, gue males ketemu sama tuh cowok rese," ucap Intan.


"Si Arya, tapi orangnya ganteng juga sih," ucap Lisa.


"Ih, ganteng dari mana sih, orang rese gitu," ucap Intan.


"Ati-ati loh nanti cinta," ucap Lisa.


"Gak Lis, gak bakalan," ucap Intan.


Lisa hanya terkekeh melihat wajah kesal sahabatnya itu, ponsel Lisa lalu berdering.


"Hallo," ucap Lisa mengangkat telpon.


"Kita udah mau sampai, loh tunggu di bawa aja," ucap seseorang dari seberang sana, yah itu adalah Rama.


"Oh, oke," ucap Lisa.


"Ntan, gue pergi dulu yah," ucap Lisa.


"Iya hati-hati," ucap Intan.


"Sip," ucap Lisa mengangkat jempol.


Lisa lalu kelaur dari apartemen, dan berjalan menuju lift.


Di parkiran apartemen, mobil Rama baru saja tiba.


"Mama Lisa mana yah, kok belum ada," ucap Raka.


"Kita tunggu saja boy," ucap Rama.


Rama melihat Lisa yang baru saja kelaur dari dalam lift, Lisa mengenakan dress berwarna hitam selutut, membuat kaki jenjang Lisa terlihat begitu indah di liat.


Dengan rambut yang terurai, membuat Lisa terlihat begitu cantik.


"Pa itu mama Lisa, buka jendela nya dong pa," ucap Raka tapi tak di gubris oleh Rama.


"Pa, papa," panggil Raka tapi Rama tetap tidak mendengar nya.


"Papa, lagi liatin mama Lisa yah?" Tanya Raka tepat di dekat telinga papanya.


"Boy, kau mengagetkan papa," ucap Rama berbalik melihat putranya.


"Hihihi, habis papa aku panggil-panggil gak mau dengar sih," ucap Raka terkikik geli.

__ADS_1


"Hay," sapa Lisa.


"Hay ma," sapa Raka juga.


Lisa memakai sabuk pengaman, Rama lalu kembali menjalankan mobilnya.


"Mama Lisa cantik banget, pantes aja papa liatin mama Lisa lama," ucap Raka.


"Kau ngomong apa sih boy," ucap Rama.


"Aku ngomong benar kan pa, orang tadi papa liatin mama Lisa," ucap Raka.


Rama hanya menggeleng kepala, dan kembali fokus menyetir. Lisa yang duduk di kursi samping Rama pun memilih bermain ponsel, karena ia juga salah tingkah.


Raka berdiri dan mendekat ke tengah-tengah Rama dan Lisa, sambil tersenyum geli, Raka melihat wajah canggung kedua orang dewasa itu.


"Orang dewasa lucu yah," ucap Raka.


"Lucu apanya sih," ucap Rama.


"Ma, mama tau gak kita mau ke mana?" Tanya Rama.


Lisa melirik Rama, lalu melihat ke arah belakang.


"Mama juga gak tau sayang," ucap Lisa.


Tiba di depan restoran, Rama mengambil sapu tangan dan turun dari dalam mobil.


"Itu apa pa?" Tanya Raka.


"Ini sapu tangan, mata Raka harus di tutup yah," ucap Rama.


"Kok di tutup sih, nanti Raka gak bisa liat dong," ucap Raka.


"Gak papa, nanti papa yang gendong," ucap Rama.


Raka melihat Lisa yang hanya mengangguk saja, Raka lalu mengiyakan apa kata papanya.


"Kita mau ke mana sih, kenapa juga harus pake cara nutup mata," ucap Raka.


"Udah ikut aja oke," bisik Lisa dengan pelan.


"Ayo, papa gendong," ucap Rama.


Raka lalu memeluk leher papanya, lalu kelaur dari dalam mobil.


Suasana di dalam restoran itu sudah ramai, dan penuhi dengan anak-anak kecil.


Yang paling menyita perhatian adalah, kedua bocah kembar dan juga kawan-kawan, mereka duduk di salah satu meja.


"Ais aya ya tu de anat yan au ulan aun(guys kayak nya itu deh anak yang mau ulang tahun)" ucap seorang bocah kecil yang tidak lain adalah Galih.


"Ia, tu iat de ata ya aja i utup ditu(iya, tuh liat matanya saja si tutup gitu)" ucap Galah.


Si kembar dan kawan-kawan mendapat undangan ulang tahun dari Rama, karena Rama dan Gilang adalah rekan kerja.


Rama mendudukkan Raka di kursi depan kue ulang tahun nya, masih dengan mata tertutup oleh sapu tangan.


"Papa buka yah," ucap Rama dan Raka hanya mengangguk.


"Satu, dua, tiga," ucap Rama membuka penutup mata Raka.

__ADS_1


"Kejutan," ucap semua yang ada di dalam restoran itu.


Next...


__ADS_2