
"Lis loh sendiri aja yah, gue tunggu di mobil," ucap Intan melihat sahabatnya itu. Saat ini mereka sedang berada di depan supermarket.
"Iya-iya, loh tuh selalu aja nyuruh gue," ucap Lisa dengan kesal turun dari dalam mobil.
Intan terkekeh geli melihat wajah kesal sahabatnya itu, Intan kembali bermain ponsel lagi sambil menunggu Lisa kembali.
Tokk...
Tokkk...
Intan melihat seseorang yang sedang berdiri di luar jendela mobil dan melihat ke belakang, Intan pun menuruni kaca mobil dan melihat punggung kekar itu.
"Maaf ada apa yah?" Tanya Intan.
"Bisa gak sih kalau parkir tuh agak sana sedi..." Ucapan pria itu terhenti melihat si pemilik mobil.
Begitu pun dengan Intan, menatap tak percaya pada pria itu.
"Loh tuh kalau parkir agak sana dong," ucap pria itu yang tak lain adalah Arya.
"Kirain mau ngomong apa, kenapa gak loh aja sih yang parkir di sono," ucap Intan ketus.
"Gimana gue bisa masuk, jalan aja udah loh bikin tempat parkir gini," ucap Arya kesal.
"Nyebelin banget sih jadi orang," ucap Intan melotot kesal.
"Kecilin tuh mata, di masukin lalet baru tau rasa loh," ucap Arya sambil tersenyum sinis.
"Biarin, suka-suka gue dong," ucap Intan ketus kembali menutup kaca mobilnya.
"Benar-benar yah tuh cewek, aneh," ucap Arya kembali masuk ke dalam mobil sambil tersenyum kecil.
Intan melirik mobil Arya dari dalam mobilnya.
"Nyebelin banget sih, ganggu aja," ucap Intan dalam hati dan kembali bermain ponsel lagi.
Di dalam supermarket, Lisa sedang mendorong troli dan mencari cemilan yang mereka butuhkan.
"Pa, aku mau yang itu dong," ucap seorang bocah kecil yang tak lain adalah Raka.
"Tapi ini pedes boy, kau tidak mampu makan ramen ini," ucap Rama mengingatkan sang putra.
"Yang ini saja yah, ini tidak terlalu pedas kok," ucap Rama memegang ramen yang pedasnya sedang.
"Iya yang itu saja," ucap Raka.
Lisa bisa mendengar percakapan di rak sebelah, karena saat ini Lisa sedang berada di rak cemilan.
"Kita ke sana lagi yuk," ucap Rama.
Sambil mendorong troli, Rama melihat cemilan yang ada di rak sebelah.
"Pa awas," teriak Raka.
Tass...
Troli milik Rama dan troli milik Lisa bertabrakan, Raka menutup mulutnya mengunakan tangan. Melihat papa nya dan Lisa bergantian.
"Mama Lisa," ucap Raka dengan raut wajah senang.
__ADS_1
"Hay," sapa Lisa.
"Loh tuh kalau dorong troli liat-liat dong," ucap Rama kesal.
"Loh tuh yang gak liat-liat," ucap Lisa menatap tajam Rama.
Raka melihat kedua orang dewasa di depan mereka yang sedang berdebat, Raka hanya menggeleng kepala melihat itu.
"Jelas-jelas loh yang duluan nabrak kita," ucap Rama.
"Sembarangan aja loh," ucap Lisa.
"Stop, orang dewasa gak tau malu banget sih berdebat di depan umum," ucap Raka sambil menggeleng kepala melihat sang papa dan mama Lisa bergantian.
Lisa dan Rama saling pandang, lalu kembali melihat bocah kecil yang ada di depan mereka, Raka bersedekap dada melirik sang papa.
"Dengar tuh apa kata anak, bapak tapi kalah sama anak sendiri," ucap Lisa melihat Rama kesal.
"Pa aku mau kripik yang itu," ucap Raka menunjuk kripik yang ada di belakang sang papa.
Rama mengambil kripik itu, tapi lebih dulu Lisa mengambil sebungkus softex dan meletakan di troli milik Rama, lalu Lisa kembali mendorong troli nya lagi.
"Sayang mama Lisa ke sana dulu yah," ucap Lisa mengusap pipi Raka.
"Iya ma, tapi anti kita ngobrol yah," ucap Raka.
"Oke," ucap Lisa sambil tersenyum.
"Rasain loh, emang enak gue kerjain," ucap Lisa sambil tersenyum penuh arti.
"Udah banyak boy, apa kau mau cemilan yang lain?" Tanya Rama.
"Iya ayo," ucap Rama mendorong troli nya ke arah kasir.
Lisa terlihat mengantri di kasir sebelah, sambil mengejek ke arah Rama, Lisa tersenyum sinis. Raka pergi mendekati Lisa di kasir sebelah.
"Ma," panggil Raka.
"Hay," sapa Lisa.
Rama melihat ke arah sang putra dan Lisa sedang berada di kasir sebelah.
"Silahkan mas," ucap penjaga kasir.
Rama terus melihat ke arah Raka dan Lisa, penjaga kasir yang sedang mengecek semua belanjaan Rama pun melihat satu pak pembalut dewasa.
"Mas, sama pembalut juga?" Tanya penjaga kasir memanggil Rama.
Rama melihat ke arah kasir dan ada satu pembalut di sana, seingat Rama dia tidak mengambil pembalut tadi, Rama lalu melihat ke arah Lisa yang tersenyum menang.
"Gak itu bukan punya saya, saya gak punya istri siapa yang mau pakai gitun," ucap Rama kesal.
"Jadi ini gak yah mas?" Tanya penjaga kasir.
"Iya," ucap Rama.
"Awas saja kau," ucap Rama dalam hati.
"Raka ayo nak," panggil Rama.
__ADS_1
"Pa aku amu sama mama Lisa dulu yah, gak papa kan pa?" Tanya Raka.
Rama tidak tega membuat kebahagiaan di wajah putranya itu hilang, Rama pun mengiyakan permintaan Raka.
"Yes, aku main sama mama Lisa," ucap Raka dengan senang.
"Raka mau gak main ke apartemen mama Lisa?" Tanya Lisa.
"Mau ma, ayo," ucap Raka langsung menarik tangan Lisa.
"Raka, hey kamu mau ke mana, main di sekitaran sini aja yah, kita harus pulang," ucap Rama.
"Gak pa, aku mau main sama mama Lisa," ucap Raka.
"Ayo ma," ajak Raka kelaur dari dalam supermarket itu.
"Itu mobil mama Lisa, ayo," ajak Lisa dan Raka hanya mengangguk antusias saja.
Rama mendekati mobil dan meminta Arya untuk mengikuti mobil Lisa.
"Lis ini anak siapa?" Tanya Intan melihat ke arah Lisa.
"Hay Tante nama aku Raka, ini mama Lisa," ucap Raka.
"Hah, mama," ucap Intan melihat Lisa kaget.
"Lis, loh punya anak diam-diam yah?" Tanya Intan tak percaya.
"Bukan, udah jalan aja mobilnya," ucap Lisa.
"Raka, papa kamu ikut tuh di belakang," ucap Lisa.
"Iya ma, papa lagi sama om Arya," ucap Raka sambil tersenyum.
"Ma, nanti mama main yah ke rumah Raka, nanti mama Lisa kunkenalkan sama Oma dan opa," ucap Raka.
"Oke sip, tapi kalau mama gak kerja yah," ucap Lisa.
"Iya ma," ucap Raka.
Intan hanya menggeleng kepala melihat Lisa dan Raka mengobrol begitu serius, Intan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Ngapain sih tuh mobil di belakang ngikutin kita," ucap Intan kesal.
"Itu mobil om Arya Tante, asisten nya papa aku," ucap Raka.
"Apa," ucap Intan tak percaya.
"Jadi cowok rese itu adalah asisten papa nya Raka," ucap Intan dalam hati.
"Iya Tante, memangnya Tante kenal sama om Arya yah?" Tanya Raka melihat Intan.
"Gak, dia tuh cowok resek dan nyebelin tau gak, malas Tante sama dia," ucap Intan.
"Hati-hati loh tan, nanti cinta lagi," ucap Raka sambil terkikik geli.
"Kamu nih, kecil-kecil udah tau cinta aja," ucap Intan.
Mobil terus melaju, sampai tiba di parkiran apartemen Intan.
__ADS_1
Next...