Bidadari Di Atas Awan

Bidadari Di Atas Awan
Membawa Pulang


__ADS_3

Kedua wanita cantik sedang duduk sambil menikmati minuman yang kadar alkoholnya rendah, kedua wanita cantik itu adalah Lisa dan Intan.


Suara musik terdengar begitu memecahkan telinga siapa saja yang berada di dalam sana, Lisa sedang meneguk minumannya lagi.


"Masih belum terlalu malam, santai saja," ucap Intan sambil tersenyum melihat sahabatnya itu.


"Loh yang ngajak ke sini, kenapa loh minumnya cuma dikit banget?" Tanya Lisa melihat Intan.


Intan hanya tersenyum, lalu menuangkan wing lagi ke dalam gelasnya.


Di tempat yang sama, Rama dan Arya juga baru saja tiba. Kedua pria tampan itu kelaur dari dalam mobil, lalu mereka masuk ke dalam klub itu.


Rama dan Arya mencari tempat kosong di dalam sana, Arya menunjuk salah satu sofa kosong di sudut ruangan.


Rama dan Arya pun duduk di sofa itu, Arya memanggil seorang pelayan dan memesan alkohol yang biasa mereka minum saat berada Adi klub malam.


Rama duduk sambil memainkan ponselnya, kalau sedang berada di luar jam kerja Rama dan Arya seperti bukan atasan dan bawahan.


"Lisa," panggil seorang pria.


Rama yang sedang bermain ponsel pun melihat ke arah suara yang di panggil, Rama melihat dua wanita sedang duduk tak jauh dari mereka. Dan seorang pria datang menghampiri kedua wanita itu, pandangan Rama terus melihat ke arah meja di samping mereka.


"Kok kalian gak ngajak-ngajak sih kalau mau ke sini," ucap seorang pria yang baru saja datang, dan langsung duduk di dekat Lisa.


"Ngapain ngajak loh, loh kan sibuk sama wanita-wanita loh," ucap Intan melihat pria yang duduk di dekat Lisa.


"Lis, kapan loh balik," tanya pria itu.


"Tadi," ucap Lisa sambil meneguk minuman nya.


Dari tempat duduknya, Rama meminum minuman yang baru saja di tuangkan oleh Arya, pandangan Rama tidak lepas dari Lisa yang sudah mulai mabuk.


Kalau sedang bekerja rambut Lisa di konde dengan rapi, berbeda sekarang rambutnya sedang terurai indah. Membuat kecantikan Lisa bertambah.


"Mama Lisa," Rama tersenyum kecil mengingat panggilan putranya untuk pramugari cantik itu.


"Ram, loh gak papa kan?" Tanya Arya heran.


"A gak kok, gue gak papa," ucap Rama meneguk minumannya lagi.


Lisa terus meneguk minumannya, sampai ia sudah sangat mabuk. Membuat intan yang sedang duduk di depan Lisa hanya menggeleng kepala.

__ADS_1


"Lis, jangan banyak minum, loh besok ada penerbangan," tegur Intan.


"Gak papa malam ini gue pengen senang-senang Ntan," ucap Lisa terus meminum minuman.


"Udah cukup, loh udah mabuk banget sekarang, ayo kita pulang," ajak Intan.


"Loh apa-apaan sih Ntan, gue Masi pengen di sini," ucap Lisa meracau tidak jelas karena sudah mabuk berat.


"Gak kita pulang sekarang Lis, loh tunggu di sini gue bayar semua pesan kita dulu," ucap Intan pergi membayar semua minum yang mereka pesan.


Lisa berdiri sambil memegang kepalanya yang terasa berat, Lisa berjalan k sarangan ruangan sambil memegang kepalanya.


Karena terlalu mabuk dan banyak minum, Lisa pun terjatuh dan untung saja lengan kekar dengan cepat menangkap tubuh Lisa yang akan terjatuh ke lantai.


Lisa saat ini berada dalam pelukan pemilik lengan kekar itu yang tidak lain adalah Rama, Rama melihat wajah cantik Lisa dengan kedua mata Lisa yang sedang terpejam.


Dengan pelan Lisa membuka kedua matanya, Lisa samar-samar melihat wajah tampan yang sedang menatapnya saat ini.


Oouweekk...


Lisa muntah di jaket yang di kenakan oleh Rama, membuat Rama memejamkan kedua mata dengan erat.


Oouweekk...


Rama lalu mengendong Lisa kelaur dari klub malam, Rama menelpon Arya dan meminta kunci mobil Arya.


Arya kelaur Dari dalam klub dan melihat bosnya sedang memeluk seorang wanita cantik, Arya mengernyit kening heran melihat wajah wanita itu.


"Ram ini kan bukannya," ucapan Arya terhenti saat Rama meminta kunci mobilnya.


"Gue pinjam mobil loh dan apartemen loh malam ini, tenang aja gue gak bakalan ngapa-ngapain di sana," ucap Rama.


"Gak papa, kalau mau ngapa-ngapain juga boleh, ada kamar sebelah kosong," ucap Arya sambil terkekeh geli.


"Sialan loh," ucap Rama kesal.


Arya terkekeh geli, melihat Rama masuk ke dalam mobil.


"Ia satu lagi, gue malam ini nginap di kamar loh, loh nginap di hotel aja," ucap Rama lalu menjalankan mobilnya kelaur dari parkiran klub malam.


"Oke, siap bos," ucap Arya sambil tersenyum melihat mobilnya yang sudah mulai pergi menjauh.

__ADS_1


"Rama-rama, ada-ada aja. Tapi mereka cocok juga cantik sama ganteng, apa lagi wanita itu di panggil mama oleh si kecil Raka," ucap Arya lalu kembali masuk ke dalam klub.


Di dalam klub, Intan mencari keberadaan Lisa dengan panik. Intan tidak menemukan sahabatnya yang sudah mabuk berat itu. Intan hanya takut jangan sampai Lisa di bawa oleh pria hidung belang.


"Aduh Lisa kemana sih," ucap Intan seorang diri.


Intan terus mencari keberadaan Lisa, Tampa melihat orang yang ada di sekitarnya.


Dukk...


"Au," aduh Intan saat jidatnya menabrak dada seseorang.


"Kalau jalan paket mata dong," ucap Intan dengan ketus. Untung saja Intan tidak terlalu banyak minum.


"Loh yang nabrak gue, kenapa jadi loh yang marah-marah," ucap pria itu yang tak lain adalah Arya.


Arya berdiri di depan Intan sambil bersedekap dada, membuat Intan menatap tajam pria Yanga d Adi depannya itu.


"Jadi loh nyalain gue, iya?" Tanya Intan mendekatkan wajahnya ke arah Arya.


"Ia, kenapa," ucap Arya membuat aroma mint menyeruak dari pria itu, membaut Intan diam dan menatap Arya tempat berkedip.


Arya tersenyum lalu mencubit hidung Intan dengan kuat, membuat Intan kembali tersadar.


"Aakkhhh, sakit tau," ucap Intan mengusap hidungnya yang panas bekas cubitan Arya.


"Lagian loh diam aja, kenapa gue ganteng yah?" Tanya Arya dengan pedenya.


"Cih, pede banget jadi cowok," ucap Intan melihat ke arah lain karena ia sudah salah tingkah di depan Arya.


"Udah lah ngaku aja kali," ucap Arya Masi tersenyum.


"Minggir loh, ngalangin jalan aja," ucap Intan berusaha meminggirkan Arya.


"Loh lagi cari teman loh kan, dia udah pulang bareng bos gue" ucap Arya membuat langkah Intan terhenti.


"Apa loh bilang, bos loh?" Tanya Intan lagi.


"Iya, tenang aja, bos gue gak bakalan ngapa-ngapain teman kok," ucap Arya.


"Awas aja yah kalau sampai sahabat gue kenapa-napa, atau sampai di perkosa sama bos loh, loh berurusan sama gue," ucap Intan melangkah pergi dari hadapan Arya yang melengos mendengar perkataan Intan barusan.

__ADS_1


"Di perkosa katanya, lucu juga," ucap Arya sambil tersenyum dan menggeleng kepala kembali berjalan ke sofa di tempat duduknya dan Rama tadi.


Next...


__ADS_2