
Rama dan Arya saat ini baru baru saja tiba di kantor, Arya yang akan membahas pekerjaan bersama bosnya pun langsung ikut ke ruangan Rama.
Arya duduk di salah satu kursi yang ada di depan bosnya itu.
"Jadi bagaimana kerja sama dengan PT. Bakti Jaya ya?" Tanya Rama menatap asistennya itu.
"Mereka meminta investasi yang begitu besar bos, apa bos mau menerima tawaran mereka?" Tanya Arya.
"Apa alasan mereka sampai meminta investasi begitu besar, padahal kan mereka tau bagaiman penasaran saat ini," ucap Rama.
"Mungkin mereka ingin meraup keuntungan lebih besar lagi bos," ucap Arya.
Rama melihat ke arah lain, ia sudah bisa menebak ke mana jalan yang akan ia tempuh.
"Nanti kita bertemu dengan direktur PT. Bakti Jaya," ucap Rama.
"Baik bos, nanti saya akan mengabari pihak sana," ucap Arya.
"Oke, nanti kau urus saja," ucap Rama.
"Bagaimana dengan nona Paula bos, apa yang akan bos lakukan sekarang?" Tanya Arya.
"Paula sekarang sudah mulai berani mendekati Raka, tapi Raka tidak mau tau dengan mamanya," ucap Rama.
"Apa Paula tidak akan nekat untuk merebut bos kecil bos?" Tanya Arya lagi.
"Itu yang saya katakan Ya, Paula ornag nya sangat nekat dan jangan sampai dia membawa Raka pergi," ucap Rama.
"Tapi saya tidak akan membiarkan wanita itu merebut putraku, tidak akan," ucap Rama sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Atau bos pacaran saja sama pramugari cantik itu bos, kan Raka suka sama pramugari itu," ucap Arya sambil menaik turunkan alisnya melihat sang bos.
"Jangan ngaco kamu Arya, saya gak suka sama orangnya gak tau masak," ucap Rama kesal mengingat kejadian kemarin di apartemen Arya.
"Masa gak tau masak jadi perkara sih bos, kan bisa belajar nanti," ucap Arya sambil tersenyum geli.
"Saran mu itu semakin tidak masuk akal yah," ucap Rama melihat asisten itu tajam.
"Hehehe, cuma saran aja bos, apa lagi kan sekarang jarang liat Raka dekat dengan wanita, nanti sama pramugari ini bos Raka mau," ucap Arya melihat Rama.
"Lebih baik kau kembali saja ke ruangan mu Ya, sebelum darah tinggi saya kambuh dan kamu kena sasaran," ucap Rama.
"Oke-oke, saya ke ruangan dulu," ucap Arya beranjak dari duduknya, sebelum nanti bos nya itu mengamuk.
Rama melihat punggung asisten nya sambil menggeleng kepala, ada-ada saja saran yang di berikan oleh Arya barusan.
"Tapi kalau di pikir-pikir emang benar sih, kalau Raka hanya dekat dengan wanita itu sekarang, apa lagi Raka langsung memanggilnya mama," ucap Rama dalam hati.
"Ngapain sih gue mikirin dia," ucap Rama membuka laptop miliknya dan mulai bekerja.
__ADS_1
****
Intan masuk ke dalam kamar dan melihat Lisa masih tertidur pules di atas ranjang mereka. Intan membuka kain garden dan membaut celah cahaya matahari memasuki kamar itu.
"Lis, bangun udah siang loh jadi ikut gue gak?" Tanya Intan duduk di meja rias.
"Emang udah jam berapa sih, loh udah bangunin gue?" Tanya Lisa yang masih bergulung di bawa selimut.
"Udah jam 9 pagi," ucap Intan.
"Setengah jam lagi, baru gue bangun masih ngantuk nih," ucap Lisa.
"Pemalas banget sih, pantes aja jodoh loh jauh," ucap Intan.
Lisa tidak menagapai ocehan dari sahabat nya, Lisa malahan kembali tertidur lagi karena ngantuk masih melandanya.
****
Di lain tempat Raka sedang melihat Oma nya membuat jus, bocah kecil itu menikmati samabil duduk di salah satu kursi.
"Oma," panggil Raka pelan.
"Iya sayang, ada apa heemm?" Tanya mama Nadia melihat cucunya itu.
"Nanti kita ketemu mama Lisa yah," ucap Raka.
"Mau ke temu di mana sayang, kan om gak tau rumah mama Lisa," ucap mama Nadia.
Mama Nadia mengernyit keningnya heran, melihat cucunya yang turun dari atas kursi lalu mendekatinya.
"Ada apa sayang?" Tanya mama Nadia.
"Aku pinjem hp Oma, aku mau telpon papa Oma," ucap Raka mendekati mama Nadia.
"Tuh hp Oma di sana, Raka ambil gi," ucap mama Nadia.
"Ia Oma," ucap Raka pergi mengambil ponsel miliknya Oma nya.
Raka yang sudah mahir dalam mengetik hp pin langsung menelpon sang papa, dan tak lama kemudian suara Rama terdengar dari seberang sana.
"Hallo bay ada apa, papa sedang bekerja sekarang," ucap Rama yang sudah mengetahui kalau yang menelpon adalah sang putra.
"Ia pa, aku tau kok kalau papa lagi kerja, aku cuma mau minta alamat nya mama Lisa pa, aku sama Oma mau ke rumah mama Lisa pa," ucap Raka panjang lebar.
"Papa gak tau alamatnya nak serius," ucap Rama dari seberang sana.
"Masa sih papa gak tau, terus kemarin apa dong papa kan sama mama Lisa," ucap Raka.
Di seberang sana Rama memijit pelipisnya yang tidak sakit, kalau berhadapan dengan putranya dengan situasi seperti ini, Rama memang suka kehilangan akal.
__ADS_1
"Pa, kok diam sih?" Tanya Raka.
"Nanti papa sama om Arya cari tau dulu yah, di mana rumahnya mama Lisa," ucap Rama berusaha membujuk sang putra.
Raka terlihat berpikir sejenak, lalu dengan cepat mengatakan pada papanya. Kalau ia akan menunggu janji dari papanya itu.
"Udah?" Tanya mama Nadia.
"Udah ma, papa janji sama aku kalau mau cari tau alamat mama Lisa dulu," ucap Raka meletakan ponsel Omanya di atas meja.
"Iya kamu yang sabar yah," ucap mama Nadia tersenyum melihat cucunya itu.
"Oma aku mau jusnya dong, yang banyak yah Oma," ucap Raka.
"Oke deh, tunggu sebentar yah Oma ambil gelas dulu oke," ucap Mama Nadia.
"Oke Oma," ucap Raka.
****
"Arya ke ruangan ku sekarang," ucap Rama melalui sambungan telepon.
"Mau apa lagi sih nih bos, gak tau apa orang lagi kerja," ucap Arya beranjak dari duduknya dan pergi ke ruangan bosnya.
Clekk...
Arya masuk dan langsung duduk di depan Rama.
"Ada apa bos?" Tanya Arya.
"Ya, nanti pulang kantor kita cari tempat tinggal Lisa, Raka ngebet banget pengen ketemu dia," ucap Rama melihat Arya.
"Tadi katanya gak mau, ini giliran mau anak aja cepat banget," ucap Arya.
"Yah bedah Ya, ini tuh Raka aja yang mau ketemu gue gak," ucap Rama dengan cepat
"Sih bos nih, mau tapi gengsi," ucap Arya.
"Apa loh bilang, jangan sembarangan loh kalau ngomong," ucap Rama kesal.
"Lah terus tempo hari apa, bos bawa dia pulang ke apartemen saya kan," ucap Arya.
"Itu hanya kebetulan saja, karena bertepatan kami sedang mabuk aja," ucap Rama dengan kesal, mengingat Lisa memuntahkan jaketnya dan mendorong nya jatuh ke lantai, sampai membuat pinggang nya sakit.
"Oke, jadi cuma Raka yah bos," ucap Arya.
"Iya, cuma Raka," ucap Rama.
"Kita liat saja nanti, apa kah bos gak akan jatuh cinta sama pramugari itu," ucap Arya dalam hati sambil tersenyum.
__ADS_1
Membuat Rama melihat asistennya itu dengan heran.
Next...