
Bara berdiri di sudut lift, benda kotak itu membawa Raka ke lantai dasar.
Ting...
Raka berjalan keluar dari dalam lift, bocah kecil itu keluar dari pintu kaca besar dan berdiri di sana.
"Aku haru ke mana yah, aku kan gak tau apartemen nya mama Lisa," ucap Raka seorang diri.
Dung...
Dung...
"Wah es dung-dung, aku mau es dung-dung tapi aku gak punya uang," ucap Raka.
Raka tersenyum melihat pak satpam yang sedang berjaga di depan, dengan pelan Raka turun dari dari tangga dan mendekati pak satpam.
"Pa, pa," panggil Raka.
"Eh den Raka, sama siapa den?" Tanya pak Satpam melihat bosnya di sekitar situ, tapi tak ada Rama si sana.
"Aku sendiri pak, pak aku mau es dung-dung dong, aku gak punya uang," ucap Raka.
"Oh den Raka mau es, yah sudah den duduk di pos dulu yah biar bapak belikan," ucap Pak Satpam.
"Benar yah pak, aku tunggu di situ saja," ucap Raka.
"Iya Den," ucap pak satpam.
"Bang es dung-dung dua yah," ucap pak satpam.
"Iya pak," ucap tukang jual es krim.
Ini uangnya bang, makasih yah," ucap pak satpam.
"Ini den, bapak beli dua," ucap pak satpam.
"Makasih yah pak," ucap Raka mengambil es krim yang di berikan oleh pak satpam.
"Iya, sama-sama," ucap pak satpam duduk di dekat bocah kecil itu.
Syupp...
Syupp...
"Enak den?" Tanya pak satpam.
"Enak banget pak," ucap Raka.
"Den Raka, papa nya den Raka tau den Raka di sini?" Tanya pak satpam.
"Gak tau pak, aku pergi diam-diam, habis papa sama om Arya sibuk kerja," ucap Raka kembali memakan es krim nya.
"Pak satpam mau gak nemanin Raka ngobrol?" Tanya Raka.
"Iya bapak mau kok," ucap pak satpam.
Di ruangannya Rama baru menyadari kalau putranya tidak ada di ruangannya, Rama meninggalkan kerjanya dan pergi ke ruangan Arya.
Clekk...
"Ya, Raka ada sama kamu?" Tanya Rama dari ambang pintu.
"Tadi sih di sini, tapi gak tau sekarang ke mana, emang gak ada di ruangan kamu," ucap Arya.
"Gak ada, udah dari tadi dia pergi," ucap Rama.
__ADS_1
"Ya, kita cari Raka dulu," ucap Rama.
"Iya," ucap Arya berdiri dari duduknya dan kelaur dari sana bersama dengan Rama.
"Hey kamu liat Raka gak?" Tanya Arya pada karyawan yang lewat.
"Tadi saya liat di lantai dasar pak," ucap karyawan itu.
"Kita cari di bawa Ya," ucap Rama yang mendapat anggukan dari Arya.
Rama dan Arya masuk ke dalam lift, Arya menekan angka satu.
Ting...
Rama dan Arya dengan cepat kelaur dari dalam lift, dan mencari keberadaan Raka.
"Ya, kamu cari ke lobby, biar aku cari ke luar sana," ucap Rama.
"Kek bos," ucap Arya.
Rama berlari keluar mencari keberadaan anaknya, Rama begitu kuatir nanti Rama di bawa orang jahat.
"Raka, kamu di mana nak," ucap Rama.
"Raka," panggil Rama lagi.
"Den, papa nya den lagi nyari tuh, kasian," ucap pak satpam.
Raka berdiri dari duduknya dan keluar dari pos satpam. Raka melihat papanya sedang berteriak di halaman kantor.
"Raka, kamu di mana nak," panggil Rama lagi.
"Aku di sini pa, gak usah teriak-teriak deh," ucap Raka sambil memakan sisah es krim nya.
"Boy, kau kenapa pergi diam-diam sih, papa kuatir sama kamu tau," ucap Rama berjongkok di depan putranya, untuk mensejajarkan tinggi mereka.
"Habis papa gak mau anterin aku sih ke apartemen mama Lisa," ucap Raka.
"Nanti sore kita mampir ke sana yah, tapi janji jangan pergi-pergi diam-diam lagi," ucap Rama.
"Benar yah pa, papa harus janji sama Raka," ucap Raka dengan senang.
"Iya papa janji sama kamu boy, ini siapa yang ngasih?" Tanya Rama menunjuk es krim yang hampir habis itu.
"Saya yang beli pak Rama, habis den Raka minta es dung-dung tadi," ucap pak satpam.
"Makasih yah pak, nanti saya kasih upah buat bapak," ucap Rama sambil tersenyum.
"Iya pak Rama, gak papa kok," ucap pak Satpam.
"Ayo kita kembali ke dalam," ajak Rama.
"Pak, aku masuk dulu yah, makasih udah beliin aku es krim," ucap Raka melihat pak satpam.
"Iya den, sama-sama," ucap pak satpam.
"Ayo," ajak Rama.
"Bos," panggil Arya.
"Om Arya dari mana?" Tanya Raka.
"Yah nyariin kamu lah, kami pergi gak bilang-bilang," ucap Arya.
"Aku lagi makan es krim om," ucap Raka.
__ADS_1
"Siapa yang ngasih?" Tanya Arya.
"Pak satpam yang beliin," ucap Rama.
"Oh," ucap Arya.
"Ayo kita masuk," ajak Rama lagi.
"Siapa yang beliin kamu Es krim?" Tanya Arya.
"Pak satpam om," ucap Raka.
Rama, Arya dan Raka masuk ke dalam lift lagi.
****
Lis berjalan masuk ke dalam pesawat bersama tiga rekan kerjanya.
"Lis, tolong bawain ini yah," ucap rekan kerja Lisa.
"Iya," ucap Lisa.
Para penumpang sudah menduduki kursi masing-masing, pesawat juga kan segera berangkat. Salah satu teman Lisa mulai mengumumkan ketertiban di dalam pesawat.
Lisa melihat seorang pria paru baya sedang bermain ponsel.
"Permisi pak, bisa tolong matikan ponsel, atau di alihkan ke mode penerbangan," ucap Lisa dengan lembut.
"Kamu siapa sih," ucap pria itu sinis.
"Maaf, tapi tidak bagus saat mengudara ponsel dalam keadaan aktif sinyal," ucap Lisa.
"Nanti bagaimana saja chetan sama istri saya kalau ponsel mati," ucap pria itu.
Lisa menghela nafas pelan, susah kalau ngomong sama orang yang gak pernah naik pesawat sebelumnya.
"Nanti bapak bisa berkomunikasi lagi kalau kita sudah tiba di Bali," ucap Lisa lagi.
"Kenapa sih, di mobil, di kapal gak papa aja kok kalau ponsel aktif," ucap pria itu lagi.
"Maaf pak, tolong yah patuhi aturan di dalam pesawat," ucap seorang pramugara.
"Ini lagi satu, datang-datang main nyuruh aja," ucap pria itu menatap Lisa dan rekan nya dengan sinis.
"Matiin pak, kau mau kita jatuh dari atas sana," ucap seorang pria yang ada di dekat pria itu.
"Serius, kamu gak bohong kan?" Tanya pria itu ketakutan.
"Serius lah, kalau gak pengen mati yah matiin ponsel nya sekarang," ucap pria itu lagi.
"Iya deh, nih saya matiin sekarang," ucap pria keras kepala tadi.
"Gitu aja lama," ucap pria yang duduk di kursi sebelah.
Lisa dan rekannya saling pandang, lalu kembali bekerja lagi, bukan hanya kali ini Lisa bertemu penumpang yang seperti itu, sudah sering kali. Bahkan Lisa juga pernah di katain babu karena, bekerja di dalam pesawat.
Pesawat akan segera lepas landas, Lisa dan rekan-rekannya berada di ruangan khusus.
"Lis bapak tadi kenapa?" Tanya rekan kerja Lisa.
"Biasa baru pertama naik pesawat," ucap salah satu pramugari.
Pesawat sudah mengudara di atas sana, Lisa dan rekan-rekannya kembali bekerja lagi.
Next...
__ADS_1