Bidadari Di Atas Awan

Bidadari Di Atas Awan
Calon Istri


__ADS_3

Rama melirik Lisa yang duduk di samping nya, sedangkan Raka memilih untuk duduk di belakang.


"Ayo pa jalan, kok malah diam sih," ucap Raka bersedekap dada.


"Iya boy," ucap Rama.


"Mama Lisa, Raka kangen banget sama mama, Raka sampai beberapa kali loh nanyain mama sama Tante intan," ucap Raka.


"Kan mama harus kerja sayang," ucap Lisa tersenyum melihat bocah kecil itu.


"Gak usah kerja lagi yah ma, mama kan minta uang sama papa aja, kan uangnya papa banyak," ucap Raka dengan polosnya.


Lisa tersenyum kikuk, lalu melihat ke arah Rama yang sedang fokus menyetir.


"Gak bisa sayang, mama harus tetap kerja," ucap Lisa mencoba memberikan pengertian pada Raka.


"Tapi aku mau mama selalu sama Raka," ucap Raka menunduk sedih.


Lisa berbalik dan melihat bocah kecil itu, kan sekarang kita udah ketemu, kalau nanti mama pergi kerja lagi, Raka bisa telponan sama mama. Raka udah punya hp kan?" Tanya Lisa.


"Iya ma ada," ucap Raka.


"Nanti kita bisa Vidio call, biar Raka bisa ngobrol sama mama," ucap Lisa.


Rama hanya menjadi pendengar saja, pria itu enggan untuk ikut berbicara.


Raka melihat papanya yang hanya diam saja, lalu ide terbit di benak bocah kecil itu.


"Pa, kita mampir cari makan yah, Raka laper nih," ucap Raka memegang perutnya.


Rama melihat putranya melalui kaca spion, Rama tau kalau saat ini Raka sedang beralasan.


"Tidak boy, kita langsung ke apartemen saja," ucap Rama santai.


"Jahat banget sih loh sama anak sendiri, anak lagi laper malah gak di dengerin," ucap Lisa melihat Rama.


"Kenapa, dia anak gue," ucap Rama.


"Iya anak lu, tapi liat dong dia laper masa minta makan loh gak bisa sih," ucap Lisa menatap Rama dengan kesal.


"Bilang aja kalau loh juga pengen makan kan, pengen di traktirin kan sama gue," ucap Rama melihat Lisa.


"Sorry yah, gue masih punya uang, gue masih bisa beli makan sendiri," ucap Lisa tersenyum sinis ke arah Rama.


"Papa sama Mama lucu deh kalau lagi berdebat, gak sama cewek itu," ucap Raka.


Rama melihat putranya itu, lalu kembali fokus menyetir.


Mobil yang di kendarai oleh Rama memasuki salah satu restoran, Raka bersorak senang karena kemauannya di ikuti oleh papanya.


"Ayo ma turun," ajak Raka.


"Raka sama papa aja yah, mama tunggu di mobil saja," ucap Lisa.


"Yah gak asik dong kalau gak ada mama," ucap Raka.

__ADS_1


"Buruan loh keluar, jangan bikin anak gue sedih," ucap Rama.


"Kalau gue gak mau, loh mau apa?" Tanya Lisa.


"Cepat turun, kalau gak loh tau akibatnya," ucap Rama lagi.


Lisa masih diam di dalam mobil, membuat Rama dan Raka menunggu lama.


"Mau turun gak, gue hitung sampai tiga yah, satu, dua, dua setengah, tiga," ucap Rama membuka pintu mobil dan langsung mengendong Lisa kelaur dari dalam mobil.


Lisa kaget dengan apa yang di lakukan oleh Rama.


"Turunin gue," ucap Lisa menepuk pundak Rama.


"Gak," ucap Rama.


Raka hanya tersenyum melihat tingkah konyol papanya, bahkan Raka mengambil momen itu dengan memotret nya.


"Papa lucu deh," ucap Raka melihat layar ponselnya.


"Turunin gue, gue malu di liatin orang," ucap Lisa menatap Rama dengan tajam. Saat ini mereka sudah berada di dalam restoran, dan mereka menjadi pusat perhatian saat ini.


Di salah satu meja, seorang wanita melihat Rama yang sedang mengendong wanita yang berseragam pramugari. Semua orang juga tau, kalau Lisa bekerja di maskapai apa, karena melihat seragamnya itu.


"Siapa tuh cewek yang di gendong Rama," ucap wanita itu yang tak lain adalah Paula.


Rama mendudukkan Lisa si salah satu kursi meja kosong, tak lama kemudian Raka menyusul mereka.


"Mama, papa," panggil Raka dan langsung duduk di dekat Lisa.


Lisa masih menatap Rama tajam, sedangkan yang di tatap malahan acuh dan cuek saja.


"Dasar duda," ucap Lisa kesal.


"Duda, tapi ganteng kan," ucap Rama tersenyum menatap Lisa.


"Ish, pede banget," ucap Lisa.


"Ma, liat deh bagus kan," ucap Raka memperlihatkan foto di saat sang papa mengendong Lisa.


"Astaga, kau memotretnya?" Tanya Lisa.


"Hehehe, iya ma bagus gak ma?" Tanya Raka lagi.


"Di dalem foto itu hanya mama saja yang cantik, tidak dengan papa mu," ucap Lisa.


"Ha, masa sih papa gak ganteng," ucap Raka melihat papanya dengan teliti.


"Jangan percaya sama mama kamu, kalau papa gak ganteng mana mungkin nurun sama kamu," ucap Rama melirik Lisa.


"Iya sih," ucap Raka.


Rama lalu memanggil pelayan.


"Silahkan mas," ucap pelayan itu dengan sopan.

__ADS_1


"Boy, kau mau makan apa?" Tanya Rama melihat-lihat buku menu.


"Aku terserah mama aja pa," ucap Raka sibuk dengan ponselnya.


Lisa dengan cepat merampas buku menunya dari Rama, membuat Rama melihat Lisa tajam.


"Apa loh liat-liat," ucap Lisa membalas menatap Lisa dengan tajam.


"Raka, mau gak mama pesankan sup iga?" Tanya Lisa.


"Mau ma," ucap Raka melihat Lisa tersenyum.


Rama melihat Lisa dan Raka bergantian, lalu memilih duduk dengan diam.


Rama dan Lisa melihat ke arah seseorang yang tiba-tiba saja berdiri di dekat meja mereka.


"Mau apa lagi kamu?" Tanya Rama.


"Siapa wanita ini?" Tanya Paula menatap Lisa.


Rama melihat Lisa, lalu kembali melihat ke arah Paula.


"Calon istri saya," ucap Rama menatap Lisa.


"What, loh kalau ngo," ucapan Lisa terhenti saat Rama menariknya dan membuat Lisa menabrak dada Rama.


Rama dan Lisa saling pandang cukup lama, membuat semua pengunjung restoran menatap mereka.


"Bersandiwara lah," bisik Rama di telinga Lisa dengan pelan.


Lisa kaget dan menatap Rama kesal, Raka yang duduk di salah satu kursi hanya menyaksikan para orang dewasa.


"Kenalin ini Lisa, calon istri saya dan juga ibu untuk Raka," ucap Rama.


"Wah benar pa, papa bakalan nikah sama mama Lisa," ucap Raka dengan antusias.


Lisa mencubit pinggang Rama dengan kuat, membuat Rama mengadu sakit melotot ke arah Lisa.


"Kalau begitu Raka harus ikut aku," ucap Paula.


"Apa hak kamu meminta Raka ikut bersama kamu," ucap Rama.


"Yah karena Raka adalah putraku Ram, aku ibu kandungnya Raka," ucap Paula.


Lisa melihat Paula dan Rama bergantian, Rama malahan tambah mengeratkan rangkulannya di pundak Lisa. Sehingga membuat Lisa bertambah menempel pada Rama.


"Oh, jadi wanita ini adalah ibunya Raka, tapi kok Raka cuek aja yah," ucap Lisa melihat Raka.


"Sayang kenalin ini Paula, mantan istriku," ucap Rama tersenyum manis melihat Lisa, sehingga membuat Lisa sempat terpanah melihat senyum manis itu.


Paula menatap Lisa dan Rama tak suka, lalu pandangan Paula melihat ke arah Raka putranya.


Paula sangat ingin memeluk Raka, tapi Raka tidak mau di sentuh oleh ibunya sendiri.


Next....

__ADS_1


__ADS_2