Bidadari Di Atas Awan

Bidadari Di Atas Awan
Apartemen Intan & Lisa


__ADS_3

Arya melihat Rama yang juga ikut turun dari dalam mobil.


"Kita mau ke mana?" Tanya Arya.


"Mau ikut turun lah, loh gak liat anak gue ikut masuk ke dalam," ucap Rama melihat ke arah lift yang sudah tertutup.


"Jadi kita juga ikut masuk ke dalam apartemen mereka, ish Oga," ucap Arya.


"Loh bilang apa tadi, loh mau gue pecat," ucap Rama.


"Ram, ini tuh bukan jam kerja, gak usah bawa-bawa pecat deh," ucap Arya.


"Yah udah ayo buruan turun, kalau gak turun gue bakar nih mobil," ucap Rama.


"Enak aja, loh kira bakar mobil kaya bakar ayam apa," ucap Arya kesal.


"Yah udah, ayo turun," ucap Rama dengan kesal.


"Iya-iya, ini gue udah mau turun, rese banget sih punya bos gini banget," ucap Arya dengan kesal.


Arya dan Rama masuk ke dalam lift, keduanya lalu saling pandang. Karena mereka tidak tau di lantai berapa unit apartemen yang di tinggalkan oleh Lisa dan Intan.


"Kenapa loh liatin gue gitu?" Tanya Arya.


"Di lantai berapa unit apartemen mereka?" Tanya Rama balik.


"Mana gue tau, ke sini aja baru kali ini," ucap Arya.


"Lantai 5 ajak deh," ucap Rama enakan angka 5.


Tingg...


Rama dan Arya keluar dari dalam lift, dan mencari unit apartemen Lisa dan Intan, sudah mencari sedari tadi tapi tidak juga menemukan apartemen tempat tinggal kedua gadis itu.


"Mau cari ke mana lagi," ucap Arya.


"Eh Bu, kenal dua gadis yang berumur 26 tahun gitu mereka tinggal bersama," ucap Rama.


"Ooh, nak Lisa sama nak intan yah?" Tanya ibu itu.


"Iya benar Bu, mereka tinggal di mana yah?" Tanya Rama.


"Mereka di unit lantai 8 mas," ucap ibu itu.


"Oh gitu, yah sudah makasih yah Bu," ucap Rama.

__ADS_1


"Iya mas sama-sama," ucap ibu itu.


"Ya, ayo kita ke lantai 8, mereka tinggal di sana," ucap Rama mendekati Arya.


Rama dan Arya kembali masuk ke dalam lift, sampai di lantai 8 Rama dan Arya melihat Intan yang baru saja kelaur dari dalam unit apartemen.


"Hey, Raka mana?" Tanya Rama pada Intan.


"Ada di dalam lagi makan, ada apa yah?" Tanya Intan.


"Ini bapak nya, mau ketemu sama anaknya," ucap Arya.


"Gue gak ngomong sama loh yah, asal bersuara aja," ucap Intan ketus.


"Cuma bilang aja," ucap Arya.


Rama meninggalkan Intan dan Arya yang sedang berdebat di depan pintu apartemen, Rama masuk ke dalam dan melihat Raka sedang makan bersama Lisa.


"Mama Lisa ini enak banget, aku suka," ucap Raka.


"Boy," panggil Rama.


"Papa, kok papa bisa ada di sini sih?" Tanya Raka.


"Yah papa nyusul kamu lah, gak mungkin papa biarin kamu sendiri," ucap Rama duduk di salah satu sofa.


"Iya, ayo," ucap Lisa melirik Rama yang sedang melihat ke arah mereka.


"Loh tuh perempuan tapi mulut kaya ember pecah," ucap Arya.


"Apa loh bilang, dasar yah loh," ucap Intan kesal dan melempar tas sampah ke arah Arya.


"Eh apa-apaan ini, berhenti gak loh," ucap Arya kesal.


"Gak gue gak akan berhenti," ucap Intan.


Arya memegang tangan intan, lalu menyandarkannya ke dinding. Membuat intan menatap tajam ke arah Arya.


"Lepasin gue," ucap Intan.


"Kalau gue gak mau, loh mau apa?" Tanya Arya sambil tersenyum mengejek.


"Lepasin gak, kalau gak gue teriak nih," ancam Intan.


"Coba aja," ucap Arya masih melihat Intan tersenyum.

__ADS_1


Di dalam sana Rama sedang melihat sang putra dan juga Lisa sedang asik menikmati mie, Rama terlihat menelan air liurnya.


Rama melihat satu mie yang masih utuh di dekat Lisa, Tampa berkata apa-apa Rama langsung mengambil mie itu dan memakannya.


"Pa, itu punya Tante intan," ucap Raka melihat sang papa.


"Buat papa aja, Tante intan lagi asik berdebat sama om Arya di luar," ucap Rama sambil memakan mie itu.


"Enak banget," ucap Rama di selam meyeruput kuah mie nya.


"Papa nih," ucap Raka sambil menggeleng kepala.


"Lepasin gue," ucap Intan.


Aaauuu....


Aduh Arya saat Intan menendang aset berharga milik Arya, Arya memegang asetnya mengunakan kedua tangannya.


"Sialan loh," ucap Arya meringis kesakitan.


"Rasain loh, emang enak blee," ucap Intan sambil mengulurkan lidahnya ke arah Arya.


"Awas yah loh," ucap Arya menatap Intan dengan tajam.


"Mie gue kok di makan sih?" Tanya Intan saat ia sudah kembali masuk ke dalam apartemen.


"Udah keburu dingin, jadi gue makan aja," ucap Rama.


"Bikin lagi aja buat kita," ucap Arya yang baru masuk ke dalam apartemen juga.


"Enak aja loh, emangnya loh siapa main nyuruh-nyuruh gue," ucap Intan melihat Arya dengan kesal.


"Loh gak liat, nih aset gue bengkak gara-gara tendangan loh tadi, loh kira nih bola apa," ucap Arya.


"Bukan urusan gue," ucap Intan.


"Om, Tante bisa gak sih gak berantem di depan anak kecil," ucap Raka.


Arya dan Intan melihat ke arah Raka, lalu intan kembali minat Arya.


"Dengar tuh," ucap Intan.


"Iya-iya maaf bos kecil," ucap Arya tersenyum melihat Raka.


Raka hanya menggeleng kepala melihat asisten papa nya itu, lalu kembali melanjutkan makan mie nya.

__ADS_1


Next...


__ADS_2