
اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
Langit masih terlihat gelap sang memtari pun masih dalam peraduannya namun suara adzan sudah mulai berkumandang dari segala penjuru. Meski begitu para anggota keluarga Asshauqi sudah terbangun dari mimpi indahnya, Ayah Shauqi selalu mengajarkan anak-anaknya untuk selalu bangun lebih awal agar tidak ketinggalan untuk melakukan sholah subuh berjamaah di masjid yang berada di komplek perumahan mereka.
" Alhamdulillah sudah pada bangun semua nih anak ayah sholih dan sholihah " sapa ayah shauqi kepada ketiga anaknya
" Iya dong kan anak ayah shauqi fitu loh " jawab bang rahman sambil cengengesan
" Yuk, kita segera berangkat ke masjid keburu sholatnya dimulai " ajak ayah shauqi sambil berjalan menuju keluar rumah
" Siap yah, come on let's go " azizah menjawab ajakan ayahnya dengan mengangkat tangan nya dan mengarahkan ke pelipisnya hingga membentuk sikap hormat
Kebiasaan keluarga shauqi tersebut sudah rutin mereka lakukan mereka beranggapan banyak sekali manfaat nya seperti pepatah sekali dayung 2-3 pulau terlampaui, sambil beribadah sekalian mereka berolahraga jalan santai dipagi hari disekitar komplek perumahan mereka.
* Di Mansion Al-Farizi
Di Mansion Al-Farizi megah ini hanya ditinggali oleh 3 orang keluarga inti dan 6 orang asisten rumah tangga, keluarga Al-Farizi hanya mempunyai seorang putra tapi mereka tidak memanjakannya, Abi Fariz selalu mengajarkan anaknya mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain karena ia juga sebagai seorang pewaris tunggal dari perusahaan Al-Farizi Corp.
Tapi meski sudah di ajarkan mandiri kebiasaan ***** (nempel molor) dan susah untuk di bangunkan merupakan kekurangan dari seorang Akmal, jadi setiap akan masuk waktu subuh sang umi pasti akan mengomel dengan suara yang keras agar anak kesayangannya bangun dari mimpi indahnya.
" Thar ayo dong bangun ini udah subuh loh" teriakan umi bilqis dari luar kamar Akmal dengan menggedor pintu kamar
Namun belum ada sahutan dari dalam kamar karena Akmal masih terbuai oleh indahnya mimpi.
" Aduh anak ini kebiasaan banget sih kalau disuruh bangun susah banget, ini turunan siapa sih kok ***** banget " gumam umi bilqis di luar kamar sambil tetap menggedor kamar Akmal
" Udah mi buka aja kamarnya pakai kunci cadangan, percuma kalau umi teriak-teriak gitu dia nggak bakalan bangun sebelum umi guyur air " kata abi sambil memberi kunci cadangan kamar Akmal
__ADS_1
" Iya bener juga Abi kenapa ndak kepikiran ya dari tadi, hehehe Sampai tenggorokan umi kering tau bi teriak-teriak "
adu umi bilqis pada sang suami, abi fariz hanya menanggapi dengan semyuman dan geleng-geleng kepala.
Setelah terbuka pintu kamarnya umi langsung bergegas ke kamar mandi dan membawa segelas air dari dalam kamar mandi untuk mengguyur air anaknya tersebut yang masih anteng terlelap, dengan sedikit menyingkap selimut tebal yang di gunakan Akmal umi mengguyurkan segelas air tadi tepat di wajah Akmal.
" Banjir Banjir, Mi Bi banjir " igau Akmal
" Thar bangun sudah subuh " teriak umi bilqis tepat di telingga Akmal
" Astaghfirullah umi " rengek Akmal manja
" Ayo buruan bangun sudah di tunggu abi di musholla " ucap umi sambil menjewer telingga Akmal
" Iya mi tapi lepasin dulu dong jewerannya " sambil menahan sakit di telinga nya akibat jeweran uminya
" cepetan ya kebiasaan kamu satu ini sudah kelewatan thar, kalau aja kamu sudah punya istri pasti umi nggak akan repot lagi bangunin kamu " omel umi bilqis kepada anaknya
" Janji ya segera "
" Insyaallah umiku sayang udah yuk kita buruan turun sebelum abi nanti memberi kultum " jawab Akmal diiringi kekehannya dan bergegas turun dari ranjangnya menuju kamar mandi
"Memang anak nakal " gumam umi sambil meninggalkan kamar Akmal
15 menit kemudian Akmal bergabung dengan orang tua dan para asisten rumah tangga nya untuk melakukan sholat subuh berjamaah yang memang menjadi rutunitas yang di laksanakan di musholla mansion keluarga Al-Farizi sebelum mereka memulai aktivitas masing- masing.
*Fyi Akmal kalau dikelurganya dipanggil Athar
__ADS_1
* Rumah Keluarga As-Shauqi
Setelah selesai melaksanakan kewajiban seorang muslim mereka akan melakukan rutinitas pagi yang sudah menjadi tugas harian mereka dari bunda tersayang mereka, karena di rumah keluarga Ash-Shauqi tidak mempekerjakan asisten rumah tangga.
Azizah dan bunda sudah berkutat dengan alat dapur untuk menyiapkan sarapan, lain lagi dengan para jagoan dari keluarga ini yang sudah memegang alat tempur masing-masing untuk membersihkan halaman rumah mereka, Sang abang yang menyapu daun-daun kering disekitar halaman dan sang adek bontot menyiram tanaman-tanaman disekitar rumah.
Tidak kalah dengan anaknya ayah shauqi juga merawat tanamannya, memangkas daun-daun yg sdh lebat dan memberikan pupuk. Kemudian dari dalam rumah terdengar suara bunda Maryam yang memberitahukan bahwa hari sudah beranjak siang dan menyuruh suami dan anak-anak nya untuk segera menyudahi aktivitas nya di halaman rumah dan segera bersiap untuk berangkat kegiatan diluar rumah.
" Harum banget mi masakannya " puji bang Rahman yang baru turun dari lantai 2 kamarnya
" Emang biasanya nggak harum ya bang " saut Azizah yang muncul dari arah dapur sambil membawa piring
" Ya harum sih mbak " jawab bang Rahman sambil nyenggir
" Dasar bang iib modus aja " balas azizah sambil mencebikkan bibirnya
" Sudah abang mbak jangan berantem masih pagi juga " lerai bunda maryam
" Abang nih nda yang mulai ngecengin mulu " bela azizah ke bundanya
" Kok jadi abang za " sanggah bang Rahman yang tidak mau disalahkan oleh adiknya
" Sudah anak ayah yang sholih dan sholihah jangan berantem mulu tuh lihat adek kaliaj sudah laper , ya ndak iq " Ayah Shauqi yang kali ini turun tangan untuk melerai drama pagi ini
" Iya yah abang sama mbak nih kebiasaan banget kalau deket berantem kalau jauhan pada nyariin " jawab sang adek bontot mereka sambil terkekeh
Memang begitulah persaudaraan kalau deketan suka berantem tapi kalau lagi jauhan pada nyariin itulah tanda kasih sayang, tapi setiap orang memiliki sikap berbeda dalam menggungkapkan rasa sayangnya.
__ADS_1
*Fyi kalau dikeluarga bang Rahman dipanggil iib dan adek Fathian dipanggil iiq
- Semoga Syukaa dengan ceritaku kalau ada kata-kata yang tidak berkenan dihati para readers saya minta maaf 😊🙏