
Happy Reading readers π€
ππππππππππππππ
Pergantian siang malam terasa begitu cepat hari pun berlalu dengan banyak meninggalkan pembelajaran kehidupan, mengihklaskan sesuatu yang kita inginkan bukanlah hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Hal ini pula yang saat ini Akmal lakukan belajar untuk mengikhlaskan sang gadis dambatan hati telah menjalin taβaruf dengan orang lain
Semenjak itu pula Akmal lebih rajin lagi mendekatkan diri kepada sang pencipta, dan dukungan dari orang-orang terdekat membuat ia lebih cepat pulih dari patah hati nya. Meski saat bertemu dengan orang lain masih lebih dingin dari sebelumnya
Seperti hari ini ia akan meeting dengan client untuk membahas kerja sama proyek pembangunan perumahan, dari dimulai sampai meeting selesai Akmal menunjukkan wajah yang datar dan irit bicara ia akan berkomentar seperlunya. Dengan sikap yang ditunjukkan saat ini malah membuat lawan bicaranya tertarik.
β Cool banget sih tuh cowok, tipeku banget β batin seseorang gadis yang duduk didepan Akmal ia adalah putri dari client yang saat ini akan melakukan kerjasama
β Bagaimana apakah bapak setuju dengan rasio pembagian laba (keuntungan) kita ? kalau bapak sudah sesuai kami akan segera membuat kontrak kerja yang sudah di revisi β ucap Bashir dengan ramah untuk bernegosiasi agar memperoleh kesepakatan karena kerja sama kali ini berjalan dengan alot, Akmal juga sudah memeberi wewenang penuh kepada Bashir untuk menghandle proyek ini karena ia sudah malas untuk berhubungan lagi dengan orang yang dihadapannya saat ini
β Sepertinya sudah, saya puas dengan rasio saat ini 55:45 daripada yang tadi 50:50 β jawab pak Hendrawan seperti biasa dengan gayanya yang angkuh
β Alhamdulillah, jadi ini deal ya pak insyallah pekan depan akan kami kirimkan kontrak kerjasama yang sudah direvisi ke rumah bapak β ujar Bashir sambil menghela nafas lega
β Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu pak karena kami masih ada jadwal pertemuan lain β pamit Bashir sopan, Akmal hanya diam saja
β Tunggu dulu pak Bashir, apa kita tidak bisa makan siang terlebih dahulu ? β pak Hendrawan mencegah mereka untuk pergi dari cafΓ© tersebut
β Maaf pak bukannya kami mau menolak tapi maaf sekali lagi karena kami sudah di tunggu oleh kolega β jawab Bashir sopan agar tidak menyinggung perasaan pak Hendrawan
β Sayang sekali padahal saya mau mengenalkan putri semata wayang saya dengan pak Akmal β ujar pak Hendrawan sedikit kecewa karena rencana untuk menjodohkan anaknya tidak berjalan lancar
β Maaf sekali pak kami saat ini terburu-buru karena sudah ditunggu β jawab Bashir sekali lagi dengan sopan
β Baiklah lain waktu saja kalau begitu β akhirnya pak Hendrawan melepas kepergian mereka berdua
β Insyaallah pak β Bashir dan Akmal beranjak dari duduknya dan mulai melangkah meninggalkan pak Hendrawan dan putrinya
β Pa, kok papa membiarkan mereka pergi sih !, kan aku masih mau kenalan dengan CEO dari Al-Farizi β ucap gadis muda itu kepada sang ayah
__ADS_1
β Tenang sayang kamu bisa kenalan dengannya lain waktu β jawab sang ayah dengan tenang
β Aku sudah jatuh cinta dengannya pa, dia tipe ku banget, dia harus jadi milikku pa β ucap sang putri dengan senyum sumringah
β Papa akan berusaha untuk memenuhi keinginanmu sayang β ujar sang ayah mantab
Didalam mobil Akmal dan Bashir saat ini sedang menuju ke tempat pertemuan selanjutnya yaitu kantor konsultan keuangan tempat Azizah untuk membahas tentang dokumen laporan keuangan perusahaan mereka, Namun mereka akan singgah terlebih dahulu di Masjid terdekat dengan kantor konsultan tersebut untuk menjalankan sholat jumβat.
Flashback On
Didalam ruangan luas terlihat seseorang tengah bergelut dengan tumpukan dokumen laporan dari beberapa anak cabang perusahaannya, ia tampak mengerutkan dahi berkali-kali untuk mencoba memahami isi dari laporan tersebut. Saat sedang fokus dengan tumpukan dokumen tersebut dari arah pintu terdengar ketukan dan suara pintu terbuka lalu terlihat seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut.
β Assalamuβalaikum bro β sapa Bashir yang masuk ke ruangan akmal dan segera mendekat ke arah meja kerja
β Waβalaikumsalam β jawab Akmal seraya sedikit mengangkat kepalanya guna mengalihkan atensi terhadap dokumen yang sedang ia koreksi
β Loe ada waktu kapan ? ini gue dapat chat dari Azizah kalau ia mau bertemu dengan kita untuk melanjutkan pembahasan dari pertemuan konsultasi awal pekan kemarin β ucap Bashir meginformasikan
β Kalau saran gue sih baβda sholat jumβat aja mal biar lebih tenang jadi ndak keburu-buru untuk sholat jumβat β Akmal memberi saran
β Oke kita kesana baβda sholat jumβat, gue kabari Azizah dulu kalau gitu β
Flashback Off
Sebelum ke Masjid mereka sengaja memarkirkan kendaraan roda empat yang ditunggani di area parkir kantor konsultan AB agar tidak pusing lagi untuk mancari tempat parkir dan letak masjid yang cukup dekat sekitar kurang dari 100m dari kantor tersebut, setelah menjalankan sholat jumβat di Masjid dekat kantor konsultan AB mereka segera bergegas masuk ke dalam kantor konsultan tersebut lalu melangkah ke lantai ruang Azizah berada.
πͺ Tok..tok..
β Assalamuβalaikum β ucap Bashir diluar ruangan Azizah namun tidak ada sautan dari dalam ruangan, mereka beranggapan bahwa para karyawan sedang jam istirahat jadi Azizah pun juga sedang mempergunakan waktu istirahatnya
Akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu di ruang tunggu hingga jam istirahat selesai, sepuluh menit berlalu seseorang yang mereka tunggu terlihat keluar dari kotak besi dengan menjinjing sebuah kresek dengan di belakangnya disusul oleh para karyawan lainnya
Dari kejauhan saja hati Akmal sudah mulai berdebar ketika melihat gadis bergamis batik marun dipadu padankan dengan kerudung segiempat polos warna coksu, meski saat ini wajah sang gadis tidak bermake up karena sepertinya baru selesai menjalankan sholat dhuhur
__ADS_1
Gadis itu berjalan mendekat ke arah ruang tunggu kerena mengetahui kalau client yang sudah ada janji temu sudah menunggu, dengan ramah Azizah menyapa mereka berdua dan mempersilahkan untuk mengikuti nya ke ruangan kerja. Setelah sampai di dalam ruangan merek berdua dipersilahkan untuk duduk di sofa terlebih dahulu.
Namun gadis tersebut malah terlihat sibuk menata piring serta sendok dan meletakkan beberapa botol air mineral di atas meja, dan mengeluarkan beberapa bungkusan dari kantong kresek yang tadi ia bawa ada 3 bungkus nasi padang serta beberapa potong buah.
β Maaf kita makan siang dulu ya bang β ucap Azizah memulai obrolan
β Waduh jadi ngerepotin nih β balas Bashir nyengir yang masih terlihat kaget karena Azizah menyambut kedatangan mereka berdua dengan hangat sampai ia menyiapkan makan siang untuknya dan Akmal
β Nggak bang mbak ngerasa nggak direpotin kok β Azizah menjawab dengan senyum tersungging dibibirnya
β Kalau kamu seperti ini malah membuat aku tidak rela zah untuk melepaskan kamu untuk orang lain β monolog dalam hati Akmal
β Ya, Allah jodohkan lah aku dengan gadis sholihah didepanku ini β doβa dan harapan Akmal dalam hati
β Apakah aku mampu untuk merelakannya dengan orang lain, mendengar kabar dia taβaruf denga orang lain saja hatiku terasa perih, maafkan aku yang masih menunggumu β batin Akmal yang ternyata masih belum bisa sepenuhnya merelakan gadis tersebut menjalin taβaruf dengan orang lain
β Bang Akmal gpp kan makan nasi bungkus ? β tanya Azizah yang seketika membuyarkan lamunan Akmal, melihat hal itu Bashir menyunggingkan senyuman tipis
β Eh iya zah gpp kok yang penting bisa mengenyangkan, terima kasih untuk makan siang nya β jawab Akmal dengan hangat padahalΒ tadi waktu ketemu dengan pak Hendrawan wajahnya dingin dan kaku
β Sama-sama bang, yuk silahkan, kita makan siang bersama β Azizah mempersilahkan kedua tamu nya untuk memakan makan siang yang telah ia persiapkan
ππππππππππππππ
Semoga Syuukaa para Readers π€
Maaf jika masih banyak typo yang bertebaran π
Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya π
Terimakasih π€π
Β
__ADS_1