Bidadari Subuh

Bidadari Subuh
Recovery Hati


__ADS_3

Maaf karena kemarin baru bisa nyerahkan naskah sekitar jam 11 malam akhirnya aku setting up hari ini πŸ™


Insyaallah khusus hari ini aku double up πŸ˜‰


Demi menebus kemarin aku telat up nya untuk para readers kesayanganku πŸ₯°


Happy Reading readers πŸ€—


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Memang benar kata lagu kalau patah hati itu lebih sakit dari pada sakit gigi, kalau sakit gigi bisa pergi ke dokter gigi tapi kalau sakit hati/patah hati mau kemana ? ke dokter cinta ? emang ada 😁🀭✌️. Itu juga yang sekarang dialami oleh Akmal baru pertama kali merasakan jatuh cinta dan seketika itu pula ia merasakan patah hati, kalau boleh ia lebih memilih terkena sakit gigi daripada patah hati yang sampai saat ini masih belum ada obat di dunia medis


Sakit hati bisa terobati ketika kita mampu untuk mengikhlaskan dan merelakannya, atau dengan hadirnya seseorang yang baru dalam hati kita. Namun hal ini memerlukan proses dan support dari orang-orang terdekat untuk mengabalikan rasa percaya diri mereka bahwa mereka masih disayangi oleh banyak orang.


Sama hal nya dengan yang Akmal rasakan saat ini yaitu kecewa terlebih dengan diri sendiri karena tidak bergerak cepat seperti apa kata teman-teman saat itu malah masih berfikir dan memantapkan lagi hatinya padahal ia juga sudah jatuh cinta kepada sang gadis


Meski saat ini waktunya untuk memulai awal pekan namun Akmal masih setia begelut manja dibawah hangatnya selimut, sejak mendengar kabar dari Bashir kemarin ia menjadi sangat malas untuk melakukan apapun kecuali untuk sholat bahkan mandi dan makan pun terlewat.


Melihat tingkah laku sang putra sebagai ibu umi Bilqis sangat khawatir dengan keadaan Akmal yang hanya berdiam diri didalam kamar tanpa keluar ataupun kebawah untuk makan bersama dengan abi dan umi, sampai pagi tadi pun Akmal juga tidak kebawah untuk sholat berjama’ah dengan abi dan umi karena itu umi akan menenggok keadaan sang putra tercinta ke kamar umi takut Akmal kenapa-napa.


πŸšͺTok..tok…


πŸšͺCeklek


πŸšͺKriet


Dengan pelan umi memasuki kamar yang masih remang hanya lampu tidur yang menyala serta tirai kamar masih tertutup rapat, lalu ia mengambil tempat duduk di pinggir ranjang dengan pelan mengoyangkan badan sang anak yang masih tertutup selimut hangatnya.


β€œ Nak, Athar bangun yuk, kamu ndak berangkat ke kantor ? β€œ tanya umi lembut sambil mengoyangkan badan Akmal namun tidak ada sahutan


β€œ Athar bangun yuk, cerita sama umi kamu kenapa nak ?, jangan buat khawatir umi sama abi nak β€œ lanjut umi yang masih belum ada pergerakan dari dalam selimut


β€œ Yuk, cerita ke umi biar kamu sedikit lega atau bisa jadi umi bantu kalau umi bisa bantu, bangun dulu yuk nak β€œ umi masih mencoba merayu sang anak yang masih tetap dalam posisi ternyaman didalam selimut


β€œ Jangan gini dong nak kamu malah bikin sedih umi sama abi kalau kamu diem gini β€œ mata umi sudah berkaca-kaca dan sudah siap meluncur air mata nya

__ADS_1


Sepersekian detik umi masih setia di samping sang anak sambil mengusap lembut tangannya meski terhalang selimut, dengan kesabaran umi yang tiada terkira akhirnya Akmal sedikit ada pergerakan dari dalam selimut serta sedikit demi sedikit Akmal mulai membuka selimut yang di gunakan untuk membalut seluruh badannya


β€œ Alhamdulillah anak umi sudah bangun β€œ sapa umi ketika Akmal membuka selimut


β€œ Kamu kenapa nak ? mau cerita sama umi ? β€œ tanya sang umi yang melihat wajah sendu sang putra


Ketika melihat umi berada di sampingnya Akmal menggeser badannya ke pangkuan sang umi


β€œ Kalau kamu masih belum mau cerita sama umi gpp kok umi akan dengan setia menunggu cerita kamu β€œ ucap umi hangat dengan mengusap pelan kepala sang putra yang berada di pangkuannya


β€œ Anak umi pasti bisa melalui hal ini dengan mudah, umi percaya hal itu β€œ meskipun umi sangat cerewet kepadanya namun umi adalah sosok ibu penenang bagi setiap anak


Meski didominasi oleh suara umi Akmal sudah mulai membuka matanya namun masih berat untuk membuka suara, yang dilakukan hanya memeluk erat pinggang sang umi untuk mencari ketenangan dan kekuatan


β€œ Mi β€œ ucap Akmal dengan sendu


β€œ Dalem, apa sudah mau cerita sama umi ? β€œ balas umi dengan lembut


β€œ Sebenernya umi sama abi sudah tau tentang apa yang terjadi sama kamu tapi kami mau kamu sendiri yang bercerita tapi ternyata sampai saat ini kamu tidak kunjung bercerita β€œ lanjut umi lembut dengan mengusap surai rambut putra semata wayang


β€œ Kamu kan belum berjuang sampai akhir nak, dia masih dalam proses ta’aruf belum janur kuning melengkung jadi kamu masih punya sedikit kesempatan untuk bersanding dengan gadis itu nak, yuk semangat nanti umi bantuin tikung di sepertiga malam ya β€œ canda umi Bilqis


β€œ Yuk, semangat nak Athar yang umi kenal itu anak yang pantang menyerah β€œ umi menyemangati sang anak


β€œ Apa kamu hari ini libur berangkat ke kantor nak ?, kalau iya kabari dulu Bashir biar dia tidak khawatir sama kamu β€œ umi masih mengusap surat rambut Akmal dengan penuh kasih sayang


Akmal mengangguk pelan didalam dekapan hangat sang umi, mendengar nasihat dan dalam dekapan pangkuan dari sang umi membuat perasaannya sedikit lebih tenang


β€œ Yuk, sarapan dulu biar lebih semangat β€œ ajak umi


β€œ Athar masih malas mi belum laper juga β€œ Akmal beranjak dari pangkuan umi dan duduk bersandar di headboard ranjang


β€œ Apa mau umi yang nyuapi hehehehe β€œ canda umi


β€œ Umi mah β€œ Akmal menyebikkan bibirnya

__ADS_1


β€œ Eh, iya adek-adek kamu mau kesini loh nak β€œ umi mengalihkan topik agar Akmal sedikit melupakan patah hati nya


β€œ Bocil mau kesini beneran mi ? dalam rangka apa ? β€œ tanya Akmal


β€œ Katanya dia mau magang nak, tapi kurang tau juga sih tepatnya dia ditempatkan di mana ? dan berapa lama magangnya ? β€œjawab umi


β€œ Dia akan tinggal sama kita mi ? β€œ tanya Akmal lagi


β€œ Insyaallah iya nak soalnya hanya kita saudaranya yang tinggal di kota ini β€œ jawab umi dengan lembut


β€œ Wah bakal seru mi soalnya bakal rame di rumah β€œ Akmal mulai antusias dengan kabar kedatangan sang adek kembar nya dari jalur umi


β€œ Kapan mereka akan datang mi ? β€œ semangat Akmal menyambut mereka karena sudah jarang ketemu


β€œ Insyaallah hari jum’at nak β€œ umi senang sang anak sudah bisa kembali tersenyum


β€œ Athar ndak sabar dengan kedatangan mereka mi β€œ sekejap mata Akmal berbinar setelah mendengar kabar akan kedatangan adek-adek yang sudah lama tidak bersua yang dari kemarin suasana hatinya mendung


β€œ Sabar insyallah mereka akan segera datang nak, jadi hari mau males-malesan atau berangkat ke kantor nak β€œ jawab umi lembut


β€œ Insyaallah Athar berangkat ke kantor mi, karena ndak mungkin Athar mencampur adukkan tentang perasaan dan pekerjaan, itu tidak sangat tidak professional mi β€œ jelas Akmal


β€œ Terima kasih mi atas kasih sayang umi kasihkan kepada Athar sejak di rahim sampai saat ini, love u mi β€œ Akmal berhambur ke pelukan umi dan umi dengan senang hati memeluk sang putra disertai mengusap surai rambut sang putra dengan penuh kasih sayang


Tidak ada seorang ibu yang akan membiarkan anaknya berlarut-larut dalam kesedihan, mereka akan selalu melakukan sesuatu untuk membuat anaknya bahagia, kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Semoga Syuukaa para Readers πŸ€—


Maaf jika masih banyak typo yang bertebaran πŸ™βœŒοΈ


Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya 😍


Terimakasih πŸ€—πŸ™

__ADS_1


Β 


__ADS_2