
Sebelum sempat menjawab pertanyaan dari pak Harun, Azizah berjalan dari arah ruang keluarga membawa baki yang berisi minuman dibelakang diikuti oleh Dzaki juga membawa baki yang berisi makanan kecil, sesampainya di ruang tamu mereka meletakkan baki dan menyuguhkannya kepada para tamu.
Ketika mereka berdua akan beranjak meninggalkan ruang tamu bunda Maryam menepuk sofa disebelahnya yang masih kosong yang mengisyaratkan agar mereka berdua duduk disebelahnya.
“ Maaf sebelum saya menjawab pertanyaan pak Harun silahkan dicicipi terlebih dahulu hidangan ala kadarnya pak bu “ ucap ayah Shauqi ramah mempersilahkan kepada tamu nya untuk mencicipi makanan & minuman yang disuguhkan
“ Iya pak terima kasih atas suguhannya malah jadi merepotkan seperti ini “ ucap pak Harun sungkan
“ Insyaallah tidak mereptkan pak, monggo di cicipi pak bu nak Iqbal ayo “ jawab ayah Shauqi ramah
Para tamu mulai mengambil secangkir teh yang sudah disuguhkan dan menyesapnya sedikit demi sedikit
“ Bagaimana pak dengan pertanyaan saya tadi tentang ta’aruf antara putra putri kita “ sambung pak Harun lagi dengan pertanyaan tadi yang belum terjawab
“ Maaf karena bukan saya nanti yang menjalani, jadi saya serahkan semua kepada putri kami Azizah “ jawab ayah Shauqi ramah sambil menunjuk Azizah yang berada di samping bunda Maryam
“ Bagaimana mbak kemarin sudah ayah sampaikan bahwa ada seorang pemuda keponakan pak Hasan yang mengajak mbak untuk ta’aruf “ tanya ayah Shauqi ke sang putri sambil menatap Azizah yang masih menundukkan pandangannya
“ Bissmillah, Insyaallah mbak menerima ta’aruf ini yah “ jawab Azizah masih menundukkan pandangannya sambil memilin ujung kerudungnya
“ Alhamdulillah semoga berharap kalian berjodoh “ ucap pak Harun dengan disertai senyum yang tidak pernah luntur, semua yang ada di ruangan tersebut ikut juga tersenyum
“ Bissmillah semoga keputusan yang aku ambil saat ini semoga di ridhoi oleh Allah SWT, jika dia memang jodohku semoga diberi kemudahan dan kelancaran sampai ikatan halal, namun kalau dia bukan jodohku semoga diberikan jalan yang terbaik untuk perpisahan tanpa menyakiti hati banyak orang “ do’a Azizah didalam hatinya
“ Nak ini putra bungsu kami yang akan menjalin ta’aruf namanya Iqbal dia saat ini adalah dosen di salah satu kampus kota ini, kalian bisa bertukar kontak agar bisa lebih mengenal “ ucap pak Harun kepada Azizah dengan ramah
“ Le itu yang akan ta’aruf denganmu namanya Azizah putri dari bapak Shauqi teman dari pak lek mu “ ucap pak Harun kepada Iqbal anaknya yang dari tadi wajanya datar
“ Njih pak “ jawab Iqbal singkat
“ Kalau nanti mau lebih menganal Azizah bisa main-main kesini nak Iqbal “ ucap ramah ayah Shauqi
“ Insyaallah pak “ jawab Iqbal diselingi dengan senyuman yang tampak terpaksa
__ADS_1
“ Apakah dia terpaksa ta’aruf sama mbak ? “ batin Dzaki mulai timbul pertanyaan karena sikap Iqbal yang menurutnya kurang antusias dalam memulai tahap awal ta’aruf ini
“ Bissmillah semoga ta’aruf kalian akan segera ke tahap khitbah “ ucap pak Hasan disertai senyum
“ Aamiin “ ucap serantak orang yang berada di sana kecuali Iqbal
“ Kalau begitu kami izin untuk pamit pak terima kasih sudah di suguhi banyak sekali “ ucap pak Harun ramah dan sudah bersiap untuk beranjak dari duduknya
“ Maaf sebentar sebelum pulang alangkah baiknya jika kita makan bersama, karena tadi sudah disiapkan oleh istri saya pak, monggo kita lanjut di ruang makan pak bu “ ayah Shauqi mencegah tamunya pulang sebelum makan bersama karena bunda Maryam sejak pagi sudah menyiapkan menu special untuk para tamu nya lalu mengajak untuk ke ruang makan
“ Iya silahkan bapak ibu kita ke meja makan tadi sudah saya siapkan special untuk njenengan semua, ayo ayo pak bu, bu Arimbi pak harun ayo jangan sungkan sama tetangga sendiri “ ucap bunda Maryam ramah seperti biasa sambil mempersilahkan para tamu nya untuk pindah ke ruang makan
“ Waduh jadi ngerepotin nih pak “ ucap pak Harun sungkan
“ Ndak insyaallah ndak ada yang repot, ayo silahkan kita ke meja makan pak bu, biar nanti nak Iqbal disini dulu nanti menyusul saja ya nak, silahkan kenalan dulu sama Azizah “ jawab ayah Shauqi ramah sambil mulai beranjak dari duduk dan mempersilahkan para tamu untuk ke meja makan dan diikuti oleh dzaki serta bunda Maryam yang sudah melangkah sampai di ruang keluarga
Akhirnya para tamu dengan sungkan mulai beranjak dari duduk mereka dan melangkah mengikuti ayah Shauqi kearah meja makan keluarga Shauqi, namun Iqbal dan Azizah masih tetap diam di tempat mereka masing-masing.
1 Menit
Ruang tamu masih dengan suasana tenang tanpa ada suara, dua anak manusia berbeda jenis itu diam dengan pikiran mereka masing-masing.
“ Zah “ Iqbal mulai memecah keheningan
“ Iya “ jawab Azizah yang masih menundukkan pandangannya
“ Panggil Iqbal aja atau senyamannya kamu “ ucap Iqbal
“ Baik, saya panggil kak Iqbal saja karena sepertinya kakak lebih tua dari saya “ jawab Azizah mulai mengangkat wajahnya
“ Ok, boleh aku minta telp kamu ? “ lanjut Iqbal sambil mengarahkan Hp nya ke Azizah
“ Boleh kak “ sambil mengambil Hp yang di kasih oleh Iqbal lalu mengetik no Hp nya ke dalam Hp Iqbal
__ADS_1
“ Terima kasih zah “ ucap Iqbal ke Azizah
“ Iya sama-sama kak “ jawab Azizah ramah
“ Kamu kerja dimana ? “ tanya Iqbal lagi
“ Saya kerja di kantor konsultan kak “ jawab Azizah
“ Oh, udah lama kamu kerja di situ ? “ Iqbal mulai mencoba mengenal Azizah
“ Alhamdulillah sudah kak sekitar 3 tahun sepertinya, kalau kakak sudah lama jadi dosen ? “ jawab Azizah
“ Iya lumayan sekitar 5 tahun “ jawab Iqbal
“ Udah lama berarti ya kak, kakak mengajar di kampus mana ? “ tanya Azizah yang memulai untuk mengenal Iqbal
“ Aku ngajar di Universitas U zah, kamu lapar ndak ? “ jawab Iqbal
“ Belum begitu sih kakak, yuk kalau kakak udah lapar kita ke meja makan saja “ Azizah mengajak Iqbal untuk ke ruang makan
“ Boleh yuk zah “ Iqbal menyetujui usulan Azizah
Dan mereka berdua beranjak dari ruang tamu menuju ke ruang makan, sesampainya dimeja makan mereka mendapati beberapa orang yang sudah menyelesaikan makannya dan mulai berbincang-bincang ringan.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Semoga Syuukaa para Readers 🤗
Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya 😍
Terimakasih 🤗🙏
__ADS_1